Connect with us

NEWS

Petugas Umrah Annur Travel Tampil Elegan, Layaknya Syarikah Haji di Madinah dan Makkah

Published

on

KITASULSEL—JEDDAH — Pelayanan umrah Annur Travel kembali mencuri perhatian. Penampilan para petugas umrah Annur Travel di Madinah dan Makkah terlihat profesional dan berkelas, layaknya petugas syarikah pada musim haji. Hal tersebut tampak jelas saat sejumlah petugas Annur Travel menanti kedatangan jamaah Umrah Akbar Grup 19 Januari 2026 di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jedda.

Para petugas tampil seragam dengan kombinasi jubah gamis yang dipadukan sweater pendek, mencerminkan identitas pelayanan modern dan tertata, serupa dengan kru resmi syarikah haji di Arab Saudi. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai penyambut jamaah, tetapi juga simbol kesiapan layanan sejak awal kedatangan hingga rangkaian ibadah umrah berlangsung.

BACA JUGA  Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel Lepas 312 Jamaah Umrah Akbar JRW: Inovasi Annur Travel Jadi Inspirasi

Salah seorang jamaah Umrah Akbar Grup 19 Januari 2026, Hj Tina asal Pangkajene, Kabupaten Sidrap, mengaku terkesan dengan konsep pelayanan yang diterapkan Annur Travel. Ia menilai pengalaman umrah bersama Annur menghadirkan suasana yang sangat mirip dengan ibadah haji.

“Ini benar-benar umrah rasa haji. Diberangkatkan dari asrama haji, full satu pesawat, lalu dijemput petugas Saudi dengan tampilan seperti petugas syarikah. Annur memang paling tahu bagaimana memanjakan jamaah,” ungkapnya.

Menurut Hj Tina, suasana tersebut membangkitkan nostalgia saat menjalankan ibadah haji, sekaligus memberi rasa aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci.

Sementara itu, Co Founder PT Annur Maarif, Dr H Bunyamin M Yapid, LC, MH, yang dikonfirmasi dari Kairo, Mesir, menegaskan bahwa apa yang dirasakan jamaah merupakan bagian dari komitmen Annur Travel dalam menghadirkan service excellence.

BACA JUGA  Pemprov Sulsel Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Respons Sorotan Kasus di Kampus

“Apa yang dilihat dan dirasakan jamaah adalah bentuk layanan terbaik yang wajib terus kami tingkatkan. Jika petugas kami di Arab Saudi tampil seperti syarikah pada musim haji, maka di Indonesia pun kami pastikan petugas Annur tampil profesional dan berkelas. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam memberikan kenyamanan bagi jamaah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Annur Travel terus melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi manajemen, pelayanan lapangan, hingga identitas visual petugas. Semua itu dilakukan semata-mata untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.

Memasuki tahun 2026, manajemen Annur Travel bersama JRW secara resmi memperkenalkan seragam baru bagi karyawan dan petugas lapangan. Desain seragam yang semakin modern dan elegan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memperindah tampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan karyawan terhadap brand yang mereka kenakan.

BACA JUGA  Fasilitas VIP Menanti Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif di Mina, Mabit Nyaman Ala Sultan di Maktab 113

Diketahui, Annur Travel saat ini merupakan salah satu travel umrah dan haji terbaik di Sulawesi Selatan. Dengan jumlah jamaah yang besar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Sulawesi Selatan tetap menjadi basis utama jamaah Annur. Konsistensi pelayanan, inovasi berkelanjutan, serta kepercayaan masyarakat menjadikan Annur Travel sebagai referensi utama perjalanan ibadah umrah dan haji yang aman, nyaman, dan berkelas.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Harga Sawit Nasional Menguat, Petani Luwu Timur Soroti Tertahannya Harga TBS di Sulsel

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur,– Di tengah tren kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah sentra perkebunan Indonesia, petani sawit di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Luwu Timur, mengaku belum merasakan dampak positif kenaikan harga tersebut. Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Harga Sawit guna memastikan tata niaga sawit berjalan secara adil dan transparan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai wilayah penghasil sawit, harga TBS di Sulawesi Barat dilaporkan mengalami kenaikan sekitar Rp60 per kilogram. Sementara itu, di Kalimantan Timur, harga TBS tercatat meningkat sekitar Rp40 per kilogram. Kenaikan tersebut dinilai sejalan dengan perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya di pasar internasional.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi di Sulawesi Selatan. Hingga Sabtu (13/6/2026), harga TBS di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur dilaporkan masih berada pada posisi yang sama dan belum mengalami penyesuaian sebagaimana yang terjadi di daerah lain.

BACA JUGA  Fasilitas VIP Menanti Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif di Mina, Mabit Nyaman Ala Sultan di Maktab 113

Seorang warga Sulawesi Selatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mempertanyakan tidak adanya kenaikan harga TBS di wilayah tersebut. Menurutnya, apabila harga CPO global menjadi salah satu acuan utama dalam penetapan harga TBS, maka petani sawit di Sulawesi Selatan seharusnya juga memperoleh manfaat dari tren kenaikan harga yang sedang terjadi.

“Kami heran mengapa hanya Sulawesi Selatan yang tidak mengalami kenaikan harga, sementara daerah lain sudah menyesuaikan harga TBS mereka. Jika harga CPO dunia naik, maka petani di Sulawesi Selatan juga berhak menikmati kenaikan yang sama,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan petani mengenai mekanisme penetapan harga yang diterapkan oleh pabrik kelapa sawit di Sulawesi Selatan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu melakukan pengawasan dan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata niaga sawit agar harga yang diterima petani dapat berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.

BACA JUGA  Kejari Luwu Timur Musnahkan Sabu, Tembakau Sintetis dan Ribuan Obat THD dari 53 Perkara Inkracht

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah untuk segera membentuk Satgas Harga Sawit yang melibatkan unsur pemerintah, perwakilan petani, koperasi, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mendesak pemerintah untuk sesegera mungkin, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, membentuk Satgas Harga Sawit yang melibatkan pemerintah, perwakilan petani, koperasi, dan unsur terkait lainnya. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dalam rantai tata niaga sawit,” katanya.

Menurutnya, di kalangan petani juga mulai berkembang dugaan adanya praktik-praktik yang menyebabkan harga TBS di Sulawesi Selatan tidak bergerak mengikuti tren kenaikan yang terjadi di daerah lain. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan investigasi yang objektif oleh pihak berwenang untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam proses penetapan harga.

BACA JUGA  Menag Minta Tim Hisab Rukyat Jadi Jembatan Persatuan Umat Jelang Sidang Isbat Iduladha 1447 H

“Sudah muncul dugaan adanya praktik-praktik permainan harga yang sangat merugikan petani. Karena itu pemerintah harus hadir untuk memastikan harga sawit ditetapkan secara transparan dan sesuai kondisi pasar yang sebenarnya,” tegasnya.

Para petani berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk melindungi kepentingan petani sawit. Mereka juga mendorong terciptanya sistem penetapan harga TBS yang lebih adil, transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat perkebunan.

Kondisi stagnannya harga TBS di Sulawesi Selatan di tengah kenaikan harga sawit di berbagai daerah dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Selain menyangkut pendapatan petani, persoalan tersebut juga berkaitan dengan keberlanjutan sektor perkebunan sawit yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur dan wilayah sekitarnya.

 

Continue Reading

Trending