Connect with us

Kementrian Agama RI

Ribuan Masyarakat Penuhi Masjid Istiqlal, Tahajjud dan Doa pada Malam Muhasabah Tahun Baru 2025

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA  Pada pengujung 2024, sejak sore hari, Masjid Istiqlal Jakarta sudah mulai dipadati masyarakat dari berbagai daerah. Masyarakat berbondong-bondong hadir untuk mengikuti kegiatan di momen pergantian tahun.

Masjid Istiqlal Jakarta mengadakan kegiatan bertajuk Malam Muhasabah Tahun Baru 2025. Acara ini digelar pada 31 Desember 2024 pukul 21.00 sampai pukul 03.00 dini hari, 1 Januari 2025. Malam Muhasabah Tahun Baru 2025 ini mengusung tema ‘Melintasi Waktu, Menggapai Ridha Allah SWT.’

Salawatan yang diiringi tim hadroh menggema dari corong-corong pengeras suara masjid Istiqlal, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sekaligus tausiyah oleh Ustaz Nur Maulana dan dilanjutkan dengan sujud syukur menyambut awal 2025.

BACA JUGA  Harun Nasution dan Mitos UIN Jakarta, Refleksi Menag di Dies Natalis ke-68

Menteri Agama Nasaruddin Umar selaku Imam Besar Masjid Istiqlal bertindak sebagai pemandu sujud Syukur yang dilakukan tepat pada pukul 00.00 WIB. Lalu ribuan masyarakat diajak untuk melantunkan sekaligus melangitkan do’a-do’a dan pujian kepada Allah SWT. Bahkan, Menag Nasaruddin juga berkesempatan untuk memberikan tausiyah muhasabah awal tahun.

“Malam ini Benar-benar Allah Swt memberikan suatu keistimewaan, tidak ada yang kebetulan Bapak/Ibu, kenapa kita hadir malam ini di rumahnya Allah, bertepatan dengan pergantian tahun baru Miladiyah dan juga bertepatan dengan malam satu Rajab,” kata Menag Nasaruddin Umar, di Jakarta, Selasa (31/12/2024) malam.

“Terlambat kita menyambut Ramadhan kalau kita tidak memulai dengan malam satu Rajab. Maka do’a tadi yang disampaikan berkali-kali, baik oleh Ustad KH Bukhori Sail Attahiri maupun Adinda Ustad Muhammad Nur Maulana.

BACA JUGA  Negosiasi Berhasil, Menag Pastikan Klinik Kesehatan Haji Daker Makkah Beroperasi

Itu do’a ‘Allahumma barik lana fi rajab’, kemudian ‘sa’ban lalu ramadhan’. Jadi satu paket itu bulan rajab, Sa’ban dan Ramadhan,” sambung Menag Nasaruddin Umar.

Menag Nasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa orang yang tidak memulai menjemput Ramadhan pada malam 1 Rajab ada yang kurang Ramadhannya. Malam ini kita di undang oleh Allah Swt menyempurnakan bulan Ramadhan dengan sujud syukur.

“Sujud syukur yang pertama untuk mensyukuri umur yang panjang dan besok atau sebentar lagi kita akan masuk tahun 2025.

Dan sujud syukur kita berikutnya adalah satu Rajab, jadi malam ini kita akan sujud syukur 2 kali Bapak/Ibu. intinya doa, mengangkat problem dan mengabulkan hajat kita semua,” kata Menag Nasaruddin Umar.

BACA JUGA  Sinergi Kemenag–MUI Perkuat Penegakan Hukum Keagamaan, Menag: Demi Kedamaian Umat

Malam Muhasabah Tahun Baru 2025 juga diisi dengan salat Qiyamullail yang dikerjakan secara berjamaah. Pelaksanaan salat Tasbih, salat Tahajjud, dan salat Witir dilakukan mulai pukul 01.00 WIB. Selepas salat juga dilanjutkan dengan berdzikir bersama.

Rangkaian acara berlangsung hingga memasuki waktu subuh dan jemaah diajak untuk salat Subuh berjamaah. Kegiatan malam pergantian tahun di Masjid Istiqlal Jakarta ini juga disiarkan secara live streaming melalui channel YouTube Masjid Istiqlal TV. (*)

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Momentum Penamatan As’adiyah, Ketua Yayasan Bunyamin Yapid Dorong Generasi Moderat dan Unggul

Published

on

KITASULSEL—BULUKUMBA — Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, menghadiri kegiatan penamatan terpadu tingkat MI, MTs, dan MA Pondok Pesantren As’adiyah Galung Beru, Selasa (5/5/2026). Kehadirannya merupakan representasi langsung dari arahan Anregurutta Ketua Umum Pondok Pesantren As’adiyah Pusat, Prof. Nasaruddin Umar.

Dalam sambutannya, Bunyamin menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar menghadiri seremoni, tetapi membawa pesan penting dari Anregurutta yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan Pondok Pesantren As’adiyah.

“Beliau sangat ingin hadir langsung, namun kita memahami kesibukan beliau yang luar biasa dalam mengurus kepentingan negara dan umat. Bahkan, waktu istirahat beliau sangat terbatas. Maka saya hadir di sini mewakili beliau,” ungkap Bunyamin.

BACA JUGA  Menag Dukung Transformasi STAIN Majene jadi UIN

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh alumni dan santri As’adiyah untuk terus membumikan pemikiran Anregurutta, khususnya konsep besar yang telah digaungkan di tingkat nasional hingga internasional.

Menurutnya, gagasan seperti kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi bukan hanya relevan, tetapi telah menjadi diskursus penting di berbagai forum global. Ia bahkan menyebutkan bahwa konsep tersebut telah dipaparkan dalam forum diskusi internasional di Mesir dan mendapatkan respons positif.

“Pemikiran Anregurutta ini sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara. Kita sebagai santri memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan, mengawal, dan membumikan gagasan tersebut di tengah masyarakat,” tegasnya.

Bunyamin juga menyoroti pentingnya pemahaman yang utuh terhadap gagasan Menteri Agama, khususnya dalam pengelolaan dan pemberdayaan rumah ibadah. Ia mengingatkan agar pemikiran tersebut tidak disalahartikan atau dipolitisasi.

BACA JUGA  DPR Setujui Usulan Efisiensi Anggaran Kemenag 12,3 Triliun

Dalam kesempatan itu, ia turut mengungkapkan perhatian besar Anregurutta terhadap kesejahteraan para guru pesantren. Salah satu program yang didorong adalah pemberangkatan umrah bagi guru-guru, khususnya di lingkungan As’adiyah.

“Harapannya, para guru yang telah menunaikan umrah akan semakin maksimal dalam mendidik santri, karena telah merasakan langsung sumber peradaban Islam,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi nyata, dalam acara tersebut juga diberikan bonus umrah kepada salah satu guru Pondok Pesantren As’adiyah atas dedikasi dan pengabdiannya.

Kegiatan penamatan ini tidak hanya menjadi momen pelepasan santri, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai, gagasan, dan arah perjuangan pendidikan pesantren berbasis cinta, moderasi, dan keunggulan dalam bingkai ekoteologi.

BACA JUGA  Menag Prof. Nasaruddin Umar Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal MUI

Dengan semangat tersebut, As’adiyah diharapkan terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial dalam menjawab tantangan zaman.

Continue Reading

Trending