Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Pj Gubernur Sulsel: Distribusi Pupuk 2.9 T Bukan Tugas Kementan, Tapi tugas BUMN Pupuk Indonesia

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry, menegaskan bahwa distribusi pupuk bersubsidi bukan merupakan kewenangan Kementerian Pertanian (Kementan), melainkan dilakukan oleh BUMN Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

Penegasan ini disampaikan Fadjry untuk meluruskan sejumlah pemberitaan di media massa yang keliru.

Menurut Fadjry, Kementan hanya bertugas mengatur kebijakan alokasi pupuk bersubsidi, sementara distribusinya dilaksanakan langsung oleh PIHC kepada distributor dan kios resmi di tingkat lapangan. “Pupuk bersubsidi disalurkan oleh PIHC, dan petani dapat menebusnya secara langsung di kios sesuai mekanisme yang telah ditentukan,” jelasnya.

Sebagai birokrat yang sudah lama juga di bidang pertanian, Fadjry mengatakan kebutuhan alokasi setiap daerah telah ditetapkan melalui sistem eRDKK.

BACA JUGA  Sekda Jufri Rahman Buka Youth Coding Prestasi 2025: 1 Sekolah 1 Programer Andalan

Pada lain pihak, Direktur Pemasaran PIHC, Tri Wahyudi Saleh, juga menambahkan bahwa selama ini pihaknya telah menyebarkan pupuk bersubsidi pada seluruh petani di Indonesia yang telah tercatat sebagai penerima bantuan. Tri menambahkan alokasi dan distribusi pupuk subsidi semakin baik dari tahun ke tahun.

“Kami telah membuat sistemnya, dan alhamdulilah proses distribusinya pun kita terus sempurnakan. Selama ini Kementan menetapkan alokasinya, PIHC mendistribusi,” tegas Tri.

Tri juga menekankan bahwa alokasi pupuk bersubsidi diputuskan oleh Presiden bersama 12 kementerian terkait. Untuk tahun 2025, total alokasi subsidi mencapai Rp 46,8 triliun, dengan volume sebesar 9,55 juta ton. Alokasi ini mencakup seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan yang mendapatkan 922 ribu ton atau senilai Rp 4,1 triliun.

BACA JUGA  Launching Gerakan Serbu Pasar: Dorong Akses Pasar dan Kolaborasi Perdagangan di Indonesia Timur

Berdasarkan Keputusan pemerintah, alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2025 adalah sebagai berikut Jawa Timur 1,88 juta ton (Rp 8,87 triliun), Jawa Tengah 1,38 juta ton (Rp 6,74 triliun), Jawa Barat 1,10 juta ton (Rp 5,33 triliun), Sulawesi Selatan 922 ribu ton (Rp 4,1 triliun), Lampung 812 ribu ton (Rp 4,21 triliun), dan Sumatera Utara 517 ribu ton (Rp 2,56 triliun).

Kepala. Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Moch Arief Cahyono mengimbau berbagai pihak agar distribusi pupuk bersubsidi tidak dipolitisasi.

“Pupuk bersubsidi adalah program strategis pemerintah untuk mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kami berharap isu ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” ujar juru bicara Kementan.

BACA JUGA  Tak Harus di Kantor, Sekprov Sulsel Jufri Rahman Bisa Disposisi Surat Dimana Saja

Arief menambahkan tidak mungkin distribusi pupuk bersubsidi dihentikan hanya karena alasan politis, seperti pemilu, pilpres ataupun pilkada. Pemerintah juga memastikan tambahan alokasi pupuk berlaku merata di seluruh Indonesia.

“Pemerintah, melalui peningkatan alokasi pupuk bersubsidi, menunjukkan komitmen serius terhadap sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” tutup Arief. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Provinsi Sulawesi Selatan

Puluhan Ribu Warga Meriahkan Jalan Sehat Anti Mager Germas di Hari Jadi Luwu ke-67

Published

on

Kitasulsel–LUWU — Puluhan ribu masyarakat memadati Lapangan Andi Djemma, Belopa, Kabupaten Luwu, untuk mengikuti Jalan Sehat Anti Mager Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-67, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tersebut menjadi ajang mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik melalui jalan sehat sekaligus menanamkan budaya hidup bersih dan sehat.

Jalan sehat dengan rute sepanjang 3,8 kilometer

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan peserta menyapa Gubernur Andi Sudirman dan memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto. Gubernur beberapa kali menghentikan langkahnya guna memenuhi permintaan foto bersama warga.

Andi Sudirman mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang memeriahkan kegiatan tersebut. Menurutnya, Jalan Sehat Anti Mager merupakan bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat melalui kebiasaan beraktivitas fisik secara rutin.

BACA JUGA  Pemprov Sulsel Terima Kunjungan Pemprov Sulbar, Bahas Penguatan Konektivitas Udara Antarwilayah

“Alhamdulillah pelaksanaan Anti Mager di Kabupaten Luwu berjalan sukses dan lancar. Puluhan ribu warga Luwu turut berpartisipasi dalam kegiatan Anti Mager ini. Semoga menjadi kebiasaan rutin untuk terus berjalan minimal 10.000 langkah setiap harinya. Salamaki’ tapada salama’,” ujar Andi Sudirman.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian dari keseharian.

” Mari terus membudayakan pola hidup sehat. Anti Mager bukan hanya slogan, tetapi kebutuhan bersama untuk menjaga tubuh tetap bugar dan produktif,” tambahnya.

Kemeriahan acara semakin terasa saat pengundian door prize yang disiapkan panitia. Berbagai hadiah menarik dibagikan kepada peserta, mulai dari paket umrah, motor listrik, sepeda, hingga beragam hadiah lainnya yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan bersama jajaran pemerintah daerah.

BACA JUGA  Launching Gerakan Serbu Pasar: Dorong Akses Pasar dan Kolaborasi Perdagangan di Indonesia Timur

Penyelenggaraan Jalan Sehat Anti Mager Germas menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-67 sekaligus memperkuat kampanye pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif melalui kebiasaan berolahraga secara rutin.

Continue Reading

Trending