Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Pj Gubernur Sulsel: Distribusi Pupuk 2.9 T Bukan Tugas Kementan, Tapi tugas BUMN Pupuk Indonesia

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry, menegaskan bahwa distribusi pupuk bersubsidi bukan merupakan kewenangan Kementerian Pertanian (Kementan), melainkan dilakukan oleh BUMN Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).

Penegasan ini disampaikan Fadjry untuk meluruskan sejumlah pemberitaan di media massa yang keliru.

Menurut Fadjry, Kementan hanya bertugas mengatur kebijakan alokasi pupuk bersubsidi, sementara distribusinya dilaksanakan langsung oleh PIHC kepada distributor dan kios resmi di tingkat lapangan. “Pupuk bersubsidi disalurkan oleh PIHC, dan petani dapat menebusnya secara langsung di kios sesuai mekanisme yang telah ditentukan,” jelasnya.

Sebagai birokrat yang sudah lama juga di bidang pertanian, Fadjry mengatakan kebutuhan alokasi setiap daerah telah ditetapkan melalui sistem eRDKK.

BACA JUGA  Ayo Kunjungi, 404 Pohon Bersaing dalam Kontes “Ewako Bonsai Sulsel 2024”

Pada lain pihak, Direktur Pemasaran PIHC, Tri Wahyudi Saleh, juga menambahkan bahwa selama ini pihaknya telah menyebarkan pupuk bersubsidi pada seluruh petani di Indonesia yang telah tercatat sebagai penerima bantuan. Tri menambahkan alokasi dan distribusi pupuk subsidi semakin baik dari tahun ke tahun.

“Kami telah membuat sistemnya, dan alhamdulilah proses distribusinya pun kita terus sempurnakan. Selama ini Kementan menetapkan alokasinya, PIHC mendistribusi,” tegas Tri.

Tri juga menekankan bahwa alokasi pupuk bersubsidi diputuskan oleh Presiden bersama 12 kementerian terkait. Untuk tahun 2025, total alokasi subsidi mencapai Rp 46,8 triliun, dengan volume sebesar 9,55 juta ton. Alokasi ini mencakup seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan yang mendapatkan 922 ribu ton atau senilai Rp 4,1 triliun.

BACA JUGA  Wagub Sulsel Terima Audiensi ICMI Muda Bahas Kolaborasi Pendidikan dan Kepemudaan

Berdasarkan Keputusan pemerintah, alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2025 adalah sebagai berikut Jawa Timur 1,88 juta ton (Rp 8,87 triliun), Jawa Tengah 1,38 juta ton (Rp 6,74 triliun), Jawa Barat 1,10 juta ton (Rp 5,33 triliun), Sulawesi Selatan 922 ribu ton (Rp 4,1 triliun), Lampung 812 ribu ton (Rp 4,21 triliun), dan Sumatera Utara 517 ribu ton (Rp 2,56 triliun).

Kepala. Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Moch Arief Cahyono mengimbau berbagai pihak agar distribusi pupuk bersubsidi tidak dipolitisasi.

“Pupuk bersubsidi adalah program strategis pemerintah untuk mendukung sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kami berharap isu ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik,” ujar juru bicara Kementan.

BACA JUGA  Pj Gubernur Prof Zudan Apresiasi Inisiatif Kominfo dan Disdik Gelar Bimtek Tanda Tangan Elektronik untuk Kepala Sekolah se Sulsel

Arief menambahkan tidak mungkin distribusi pupuk bersubsidi dihentikan hanya karena alasan politis, seperti pemilu, pilpres ataupun pilkada. Pemerintah juga memastikan tambahan alokasi pupuk berlaku merata di seluruh Indonesia.

“Pemerintah, melalui peningkatan alokasi pupuk bersubsidi, menunjukkan komitmen serius terhadap sektor pertanian sebagai salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” tutup Arief. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Provinsi Sulawesi Selatan

Progres Rekonstruksi Jalan Lingkar Unhas Capai Tahap Betonisasi, Gubernur Sulsel Optimistis Rampung Tepat Waktu

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan bahwa progres rekonstruksi Jalan Lingkar Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap betonisasi sebagai bagian dari percepatan penyelesaian pekerjaan.

Rekonstruksi jalan sepanjang kurang lebih 879 meter yang terbagi dalam dua segmen itu dilakukan pada ruas di dalam maupun di luar kawasan Universitas Hasanuddin. Proyek tersebut didanai melalui APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran sekitar Rp7,5 miliar dan nilai kontrak sebesar Rp6,3 miliar.

“Alhamdulillah progres rekonstruksi Jalan Lingkar Unhas terus berjalan dengan baik. Saat ini sudah memasuki tahap betonisasi,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Senin (29/6/2026).

BACA JUGA  Sulsel Uji Coba Makan Bergizi Desember 2024

Urai Kemacetan dan Tingkatkan Konektivitas

Menurut Andi Sudirman, pembangunan Jalan Lingkar Unhas merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengatasi kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan sekitar kampus Universitas Hasanuddin.

Keberadaan jalan tersebut juga diharapkan menjadi jalur alternatif bagi masyarakat sehingga tidak perlu lagi melintasi kawasan kampus untuk menuju berbagai tujuan di sekitar Tamalanrea.

Selain memperlancar arus lalu lintas, rekonstruksi jalan ini diyakini akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya.

“Kami memohon dukungan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung. Semoga para pekerja dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar sehingga hasilnya maksimal dan manfaatnya dapat segera dinikmati bersama,” katanya.

BACA JUGA  Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Tampil Berkuda Pimpin Kirab HUT ke-80 RI

Warga Rasakan Manfaat Akses yang Lebih Cepat

Manfaat pembangunan Jalan Lingkar Unhas mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar. Salah seorang warga, Simon, mengaku akses transportasi kini menjadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Ia mengatakan, sebelum jalan tersebut kembali dibuka dan direkonstruksi, warga harus memutar cukup jauh dengan melewati kawasan kampus untuk menuju pasar maupun saat kembali ke rumah.

“Sebelumnya kalau mau ke pasar harus memutar dan masuk lewat kampus, begitu juga saat keluar. Sekarang setelah jalur ini dibuka kembali dan dikerjakan, perjalanan jadi lebih dekat dan nyaman,” ungkap Simon.

Ia berharap proses pembangunan dapat segera diselesaikan agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih baik.

BACA JUGA  Pj Gubernur Sulsel Yakin Pilkada Serentak Ini Berlangsung Damai

“Kami berharap pekerjaannya cepat selesai. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulsel atas perhatiannya sehingga akses kami menjadi lebih cepat,” tutupnya.

Dengan progres yang telah memasuki tahap betonisasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan optimistis rekonstruksi Jalan Lingkar Unhas dapat selesai sesuai target dan segera memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kelancaran transportasi dan konektivitas di kawasan Tamalanrea, Kota Makassar.

Continue Reading

Trending