Kementrian Agama RI
Ketua MPR Apresiasi Menag Bisa Turunkan Ongkos Haji
Kitasulsel–JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Ikatan Alumni PMII 2025, yang digelar di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (21/2/2025)
Turut hadir pada acara ini, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri PPA Ida Fauzia, turut mendampingi juga, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu.
Acara ini dibuka oleh Ketua MPR RI yang juga Alumni PMII, Ahmad Muzani. Pada sambutannya, Muzani berharap Alumni PMII bisa terlibat secara aktif dalam pembangunan bangsa yang sedang diupayakan oleh Presiden Prabowo.
“Kami berharap alumni PMII mengambil peran dalam pembangunan bangsa ini. Dalam pandangan kami Indonesia kuat adalah bangsa yang sehat, bangsa yang bergizi, dan bangsa yang tidak kelaparan,” ucapnya.
Iya pun mengapresiasi Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang juga alumni PMII. Menurutnya Menag bisa menjadi contoh luar biasa. Karena di masa kepemimpinannya Kementerian Agama mampu menurunkan ongkos haji.
“Di bawah Alumni PMII, di bawah Pak Nasaruddin ongkos haji turun. Ini luar biasa. Hal-hal seperti ini yang menyebabkan organisasi eksis karena alumninya terlibat dalam pembangunan bangsa,” puji Muzani.
Menurut Muzani, proses pergerakan pemerintah saat ini berlangsung cepat dan dirancang untuk menghadapi 2045. Pemerintah juga tengah mempersiapkan Indonesia emas, karena itu diharapkan semua terlibat menyukseskannya.
“Banyak hal yang bisa dilakukan alumni PMII, kami berharap semua proses itu alumni PMII bisa terlibat. Karena yang saya lihat alumni PMII sdm luar biasa. Karena itu jangan hanya politik. Tapi juga bidang lain juga perlu terlibat,” ucapnya. (*)
Kementrian Agama RI
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Lingkungan Hidup Bagian dari Tanggung Jawab Keagamaan
Kitasulsel–Kairo–Mesir Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.
“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, Selasa (20 Januari 2026).
Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam terkait amanah menjaga alam semesta. Ia menekankan bahwa relasi antara manusia dan lingkungan harus didasarkan pada nilai moral dan spiritual.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan,” lanjutnya.
Menag juga menyoroti pentingnya pendekatan etis dan nurani dalam mengelola kemajuan peradaban. Menurutnya, tantangan global saat ini tidak cukup dijawab dengan kecerdasan dan teknologi semata.
“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan serta menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama RI, Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI di Kairo, serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari ulama, dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.
Di sela-sela kegiatan, Menag Nasaruddin Umar juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille terbitan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Salama Gomaa Dawud, sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas dalam pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud dalam sambutannya menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, melainkan kewajiban setiap individu, karena dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh umat manusia,” ungkapnya.
-
Nasional7 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login