Connect with us

NEWS

Demam Stecu Melanda! Sidrap Music Concert Hadirkan Faris Adam, Panggung Mulai Dipersiapkan

Published

on

Kitasulsel—SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersiap menjadi pusat ledakan euforia musik Tanah Air! Sabtu, 26 Juli 2025, Stadion Ganggawa akan disulap menjadi lautan cahaya dan suara dalam gelaran Sidrap Music Concert “Stecu”, yang digadang-gadang sebagai konser terbesar di wilayah Ajatappareng tahun ini.

Panitia telah mulai tancap gas mempersiapkan panggung megah berstandar nasional untuk menyambut ribuan pasang mata yang akan hadir.

Tak hanya soal hiburan, konser ini juga menjadi ruang kolaborasi antara seniman lokal, pelaku UMKM, dan masyarakat luas.

Diprakarsai oleh PT Malomo Enterprise, konser ini menjadi simbol kebangkitan musik lokal dan penguatan ekosistem seni-budaya.

Ketua panitia, Awaluddin Ahmad alias Alie Bro, menegaskan bahwa konser ini membawa semangat lebih besar dari sekadar tontonan.

BACA JUGA  Sah! DPRD Sulsel Tetapkan Perda Tata Tertib Periode 2024-2029

“Ini panggung kebahagiaan, kreativitas, dan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM Sidrap,” katanya, saat ditemani Robby Ukkas Koordinator Tim Work, Selasa (22/6/2025).

Bintang utama yang paling dinanti tentu saja Faris Adam dengan lagu viral “Stecu” yang sejak dirilis 5 Maret 2025 telah menembus 7,1 juta penayangan di YouTube.

Lirik ikoniknya, “kalau memang cocok bisa datang ke rumah”, menjelma menjadi anthem generasi muda di TikTok dan Instagram.

Penampilan Faris akan dilengkapi oleh Jackson Zeran sebagai guest star dan performa enerjik dari Quick Band, didukung tata cahaya dramatis dan sound system kelas atas.

Dukungan pun mengalir dari tokoh-tokoh penting di balik layar, seperti Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif dan Nurkanaah, Ketua DPRD, Takyuddin Masse, Alif Zulkarnaen Husain (Ocha HDS), Abdul Rahman (Mr. Lombenk), dan Abdul Rahman Mustafa (Dedi Berdhi).

BACA JUGA  Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis, Kominfo Ajukan Anggaran Rp 10 M

Tiket Presale 1 dibanderol hanya Rp110.000 dengan jumlah terbatas. E-ticket dikirim langsung ke email usai pendaftaran di situs resmi kartjis.id/events/sidrapmusicconcert dan ticket offline di harga Rp.125.000. Info ticketing bisa menghubungi nmr admin (082342075345) atau datang langsung ke sekertariat Panitia di Warkop Warna.

Sabtu malam nanti, Sidrap tak sekadar menjadi tempat konser tapi panggung sejarah bagi musik, budaya, dan semangat baru. Jangan sampai ketinggalan. Datang dan jadilah bagian dari malam tak terlupakan ini! (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

BACA JUGA  Tenaga Ahli Menteri Agama RI Kunjungi MAN 2 Parepare: Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Pembelajaran

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

BACA JUGA  Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis, Kominfo Ajukan Anggaran Rp 10 M
Continue Reading

Trending