Pemkot Makassar
Munafri Sampaikan Kesan Pertama Kali Jadi Irup Hari Kemerdekaan
- /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_9939-1000x600.jpeg&description=Munafri Sampaikan Kesan Pertama Kali Jadi Irup Hari Kemerdekaan', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/08/IMG_9939-1000x600.jpeg&description=Munafri Sampaikan Kesan Pertama Kali Jadi Irup Hari Kemerdekaan', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Kitasulsel–MAKASSAR Di jantung Kota Makassar, langit Karebosi kembali menjadi saksi sejarah. Dengan gagah, berdera Merah Putih berkibar, menyapa generasi yang tak pernah lelah menjaga api kemerdekaan.
Setiap helai kainnya seakan berbisik tentang perjuangan para pahlawan, dan setiap kibarnya menyalakan tekad baru bagi bangsa.
Di bawah langit yang merdeka, semangat persatuan dan kebanggaan itu terasa menyatu, menggugah jiwa untuk terus melanjutkan cita-cita Indonesia yang tak pernah padam.
Sebanyak 70 pasukan paskibra mengibarkan bendera pusaka, menjadi simbol tegaknya semangat kemerdekaan di kota para pemberani, julukan kota Makassar.
Dengan langkah tegap, pasukan paskibraka mengibarkan bendera kebangsaan, menandai detik-detik sakral peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025).
Untuk pertama kalinya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berdiri tegak sebagai inspektur upacara pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Lapangan Karebosi.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan baru yang dirasakannya sebagai inspektur upacara.
“Alhamdulillah, rasanya sangat khidmat dan menjadi pengalaman berharga. Yang paling penting, kita bisa melaksanakan upacara ini dalam keadaan sehat dan penuh semangat,” ungkapnya.
Dalam kesannya, Munafri menekankan bahwa kemerdekaan bukan hanya peristiwa seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Makna keberkahan dari kemerdekaan adalah bagaimana kita mampu merdeka dari persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Momen tersebut, menurut Munafri, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dijaga dengan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan membawa Kota Makassar semakin maju.
“Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Munafri.
Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan harapannya agar momentum kemerdekaan menjadi penguat semangat persatuan dan dorongan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Semoga ke depan bangsa kita senantiasa diberi keamanan, ketentraman, dan kelancaran dalam segala hal,” katanya.
“Yang terpenting, saya berharap perekonomian kita dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga mampu memberi kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat,” tambahnya, usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi.
Aliyah juga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dan gotong royong sebagai modal utama dalam membangun bangsa.
“Mari kita jaga semangat persatuan dan gotong royong demi Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.
Diketahui, momentum bersejarah ini turut diiringi pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, yang menambah khidmat jalannya upacara.
Serta pembacaan teks Pancasila dan naskah UUD 1945 oleh petugas bersangkutan.
Suasana khidmat menyelimuti upacara, seakan menyatukan masa lalu perjuangan dengan semangat generasi hari ini untuk menjaga keutuhan bangsa.
Adapun filosofi formasi pengibar bendera merah putih. Pasukan pengibar Sang Merah Putih yang bertugas pagi ini adalah Pasukan Agra. Mereka membentuk formasi teratai—simbol kehidupan yang lahir dari perjuangan.
Dari lumpur derita, tumbuh harapan. Disiram air kehidupan, menjulang perlahan. Di bawah langit merdeka, mekarlah jiwa.
Inilah Paskibraka: teratai yang tak pernah layu, tegak menjaga semangat kemerdekaan untuk generasi bangsa.
Barisan pasukan paskibraka pun tampil penuh wibawa. Komando Kompi dipercayakan kepada Lettu Marinir Ronny Anto Damima, S.H., Danton Zeni Kompi Markas Yonmarhanlan VI Makassar.
Didampingi para pengapit: Sertu Marinir Reski Awal Syah, Praka Marinir Yasdar, Prada Marinir Asrullah, serta Prada Marinir La Ode Muhammad Taufiq.
Pengibaran Sang Merah Putih sendiri dilakukan oleh putra-putri terbaik Kota Makassar yang telah melalui seleksi dan pelatihan ketat dari berbagai sekolah.
Bertugas sebagai pembawa baki adalah Siti Salsabila dari SMKN 4 Makassar, dengan cadangan pembawa baki yakni Nur Fadillah Ramadhani Hasan dari SMAN 3 Makassar.
Bertugas sebagai pembentang bendera adalah Zharif Kazuhiro Adnan dari SMAN 17 Makassar.
Komandan kelompok (Danpok) pengibar adalah Muh. Alif Aqila Maulana dari SMAN 1 Makassar.
Sementara, penggerek bendera dipercayakan kepada Muh. Arfandy dari SMAN 2 Makassar.
Tiga orang pasukan yang menjaga formasi dengan sigap adalah: Annisa Azzahra Pranyoto dari MAN 3 Makassar, Nur Aulia Aryadi dari SMAN 23 Makassar, Fatihatus Safa Laili Ramadhani dari SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar.
Adapun yang memimpin pasukan kelompok 17 sebagai Komandan Kelompok adalah Andi Arsy Ibrahim Takbir dari MAN 2 Kota Makassar.
Dengan langkah tegap dan penuh khidmat, mereka mengemban amanah untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai wujud penghormatan dan pengabdian tertinggi kepada bangsa dan negara.
Hadir pada upacara Hut RI ke-80 di Lapangan Karebosi Makassar, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Mahmud, jajaran forkopimda di antaranya Kapolrestabes Makassar dan Dandim 1408/Makassar, Kejari, pimpinan DPRD Makassar, jajaran SKPD, Mantan Wali Kota Makassar pada masanya, Ilham Arief Sirajuddin, Moh Ramdhan Pomanto, dan Mantan Sekda pada masanya. (*)
Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Dorong ASN Menulis Buku, Perkuat Budaya Literasi di Era Digital
Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi dan pengembangan perpustakaan sebagai gerbang ilmu pengetahuan masa depan di Kota Makassar.
Komitmen tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan talkshow literasi memperingati Hari Buku Nasional Tahun 2026 yang digelar oleh Universitas Hasanuddin melalui Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Budaya Literasi Akademik di Era Transformasi Digital” tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta jajaran pemerintah daerah.
Turut hadir dalam kegiatan itu Bunda Literasi Kota Makassar yang juga Bunda PAUD, Melinda Aksa.
Dalam paparannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan internal pemerintahan.
Ia mendorong aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat eselon III seperti kepala bidang, kepala subbagian, hingga kepala dinas untuk mulai menghasilkan karya tulis berupa buku sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan literasi masyarakat.
“ASN harus punya karya. Minimal satu buku yang bisa menjadi pegangan, baik sebagai referensi maupun bentuk penguatan literasi personal dan institusional,” ujar Munafri.
Menurutnya, budaya menulis di lingkungan birokrasi perlu terus dibangun agar pengalaman, gagasan, serta pengetahuan para ASN dapat diwariskan dan menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat luas.
Munafri menjelaskan, buku yang ditulis ASN tidak harus bersifat akademik berat atau menggunakan bahasa yang rumit. Sebaliknya, ia berharap buku tersebut dapat disusun dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh pelajar tingkat SD maupun SMP.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pengelolaan sampah, kepedulian lingkungan, perlindungan hewan, hingga pola hidup sehat di ruang terbatas perkotaan.
Menurut Appi, langkah tersebut merupakan strategi konkret menghadirkan literasi yang lebih aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kalau setiap perangkat daerah mampu menghasilkan satu buku setiap tahun, maka akan ada sekitar 150 buku baru yang diproduksi Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.
Buku-buku tersebut, lanjutnya, nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Kota Makassar sebagai bahan bacaan tambahan yang kontekstual dan relevan dengan kondisi daerah.
“Saat ini terdapat puluhan SMP dan ratusan SD di Makassar yang membutuhkan bahan bacaan kontekstual dan mudah dipahami,” sambung politisi Partai Golkar itu.
Lebih jauh, alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin tersebut menekankan bahwa penguatan budaya literasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, penerbit, komunitas literasi, hingga masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun budaya baca yang kuat.
Ia mengungkapkan, selama ini berbagai persoalan pembangunan Kota Makassar juga kerap didiskusikan bersama kalangan kampus untuk mendapatkan perspektif dan solusi yang lebih luas.
“Artinya, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun kota, termasuk dalam penguatan literasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyoroti pentingnya peran perpustakaan di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku, melainkan harus berkembang menjadi ruang interaksi intelektual yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu, ide, dan komunitas.
“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga memberikan pengetahuan baru dan menjadi ruang pertemuan berbagai segmen masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai perpustakaan harus mampu menjadi ruang asimilasi ilmu pengetahuan yang terbuka dan inklusif bagi seluruh kalangan.
Dalam konteks transformasi digital, Appi menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah ancaman bagi keberadaan buku fisik. Sebaliknya, digitalisasi harus menjadi jembatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.
“Digitalisasi tidak menghilangkan buku teks, tetapi menjadi penghubung menuju akses yang lebih luas. Kita harus membangun kombinasi yang baik antara keduanya,” katanya.
Munafri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan perpustakaan daerah yang modern dan mampu bersaing sebagai salah satu perpustakaan terbaik di Sulawesi Selatan.
Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, ia optimistis pengembangan fasilitas dan layanan perpustakaan daerah akan terus mengalami peningkatan dalam waktu dekat.
Selain itu, melalui Dinas Perpustakaan, Pemerintah Kota Makassar juga rutin menjalankan berbagai program literasi yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Di akhir penyampaiannya, Munafri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan indeks literasi Kota Makassar yang saat ini tergolong tinggi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia berharap seluruh kegiatan literasi tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Literasi bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ini adalah kerja kolaboratif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan budaya baca, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat melahirkan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan adaptif menghadapi tantangan perkembangan zaman di era digital.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49
You must be logged in to post a comment Login