Nasional
Jokowi Beri Arahan ke Pengurus Baru PSI: Fokus Penguatan Struktur dan Kaderisasi
Kitasulsel–BALI Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan arahan langsung kepada jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru saja dilantik. Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup di Waroeng Kopi Klotok, Seminyak, Bali, pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Momen itu menjadi sorotan publik, terutama setelah cuplikan video pertemuan diunggah ke akun Instagram resmi PSI (@psi_id), meski tanpa suara atau keterangan isi pembicaraan.
Fokus pada Penguatan Struktural dan Kaderisasi
Astrid Widayani, Kepala Sekolah Partai DPP PSI sekaligus Wakil Wali Kota Solo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengungkap sebagian isi arahan Jokowi. Menurutnya, Jokowi menekankan pentingnya penguatan struktural partai serta pembinaan kader yang solid dan berintegritas.
“Arahan dari beliau kepada kami DPP PSI adalah agar fokus pada penguatan struktural pengurus yang baru dilantik. Saya sebagai Kepala Sekolah Partai akan segera memulai pendidikan politik dan pengaderan di internal partai,” ujar Astrid saat ditemui di Solo, Sabtu (4/10/2025).
Dorong Generasi Muda Aktif di Dunia Politik
Lebih lanjut, Astrid menyampaikan bahwa Jokowi juga menginginkan agar PSI dapat menjadi warna baru dalam dunia politik nasional, khususnya dalam menarik minat generasi muda untuk lebih peduli dan terlibat aktif dalam proses demokrasi serta pembangunan daerah.
“Harapannya PSI bisa lebih mewarnai politik tanah air, mendorong anak muda agar tidak apatis, lebih aktif berkontribusi dan mengawal kebijakan pimpinan daerah di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Pertemuan Tertutup, Dihadiri Kaesang dan Elite PSI
Dalam video unggahan PSI di media sosial, tampak suasana akrab dan serius menyelimuti pertemuan tersebut. Presiden Jokowi duduk bersama jajaran pengurus DPP PSI yang baru, termasuk:
Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI sekaligus putra bungsu Jokowi
Ahmad Ali, Ketua Harian PSI
Grace Natalie, Anggota Dewan Pembina PSI
Raja Juli Antoni, Sekretaris Jenderal PSI
Meski video dibagikan ke publik, suara dalam rekaman dibisukan, sehingga detail isi pembicaraan tetap menjadi tanda tanya.
Spekulasi Bergabungnya Jokowi ke PSI Muncul Lagi
Pertemuan ini kembali memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan bergabungnya Jokowi ke PSI, pasca dirinya dipecat oleh PDIP dan belum menyatakan secara resmi afiliasi politik baru. Meski begitu, hingga kini baik PSI maupun Jokowi belum memberikan konfirmasi terkait kemungkinan tersebut.
“Mohon doa terbaiknya,” ujar Grace Natalie dalam pernyataan singkat sebelumnya ketika ditanya apakah Jokowi akan bergabung ke PSI.
Langkah Konsolidasi Jelang Pemilu Daerah
Pertemuan ini dinilai sebagai bagian dari langkah konsolidasi internal PSI, khususnya menjelang Pilkada serentak 2027, di mana PSI tengah mempersiapkan kader dan pengurus daerah untuk mengambil peran lebih besar dalam pencalonan kepala daerah.
Diharapkan, dengan dukungan moral dari tokoh sekelas Jokowi, PSI dapat meningkatkan daya tariknya di kalangan pemilih muda dan memperluas pengaruhnya secara nasional.
Nasional
Menag Nasaruddin Umar: Hewan di Istiqlal Tak Semua Berasal dari Kurban Umat Islam
Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa tidak seluruh hewan yang dititipkan di Masjid Istiqlal pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah berasal dari umat Islam.
Menurut Menag, hewan-hewan tersebut dikelola melalui tiga kategori, yakni kurban, dam, dan bantuan sosial.
Hal itu disampaikan Nasaruddin Umar usai pelaksanaan Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, Rabu (27/5/2026).
Menag menjelaskan bahwa esensi Iduladha bukan hanya menjalankan ritual ibadah semata, tetapi juga menjadi momentum berbagi kepada sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan.
“Iduladha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan salah satunya di Masjid Istiqlal ini,” ujar Nasaruddin Umar.
Solidaritas Lintas Agama
Menag mengungkapkan bahwa semangat berbagi pada Iduladha tahun ini juga datang dari masyarakat non-muslim. Bahkan, sebagian hewan yang diterima Masjid Istiqlal berasal dari sumbangan masyarakat umum dan institusi keagamaan lain, termasuk Gereja Katedral Jakarta.
“Banyak sekali teman-teman kita yang non-muslim juga menyerahkan hewan kurbannya. Bahkan hampir separuh dari total hewan yang ada, berasal dari masyarakat umum yang mungkin niatnya tidak dimasukkan sebagai kurban secara syariat Islam. Kami sangat mengapresiasi toleransi dan kepedulian sosial ini,” ungkapnya.
Menurut Menag, secara syariat Islam, ibadah kurban memang diperuntukkan bagi umat muslim yang mampu. Namun, partisipasi masyarakat lintas agama menunjukkan tingginya kesadaran sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan daging kurban.
Untuk mengakomodasi berbagai bentuk kontribusi tersebut, pihak Masjid Istiqlal menerapkan tiga skema pengelolaan.
Skema pertama adalah hewan kurban konvensional yang memang diniatkan sebagai ibadah kurban wajib maupun sunah bagi umat Islam.
Skema kedua berupa penitipan dam bagi jemaah haji di Arab Saudi yang ingin menyalurkan denda atau penebusannya di Indonesia agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat di tanah air.
Sementara skema ketiga adalah bantuan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang menampung kontribusi perusahaan maupun individu non-muslim dalam bentuk sedekah sosial.
Puluhan Hewan Kurban Disalurkan
Hingga Hari Raya Iduladha 1447 H, Masjid Istiqlal tercatat menerima 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan 1 ekor domba.
Seluruh hewan tersebut mulai disembelih pada 28 Mei 2026 dan didistribusikan secara akuntabel kepada masjid, musala, panti asuhan, majelis taklim, pondok pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi Islam yang berada di bawah binaan maupun relasi Masjid Istiqlal.
“Insya Allah sistem pertanggungjawaban di Istiqlal ini kami lakukan dengan transparan. Nanti akan kami laporkan kembali kepada para penyumbang sesuai dengan bentuk penyerahan dan niatnya masing-masing,” tambah Menag.
Terkait hewan kurban dari pimpinan negara, Nasaruddin Umar juga mengonfirmasi bahwa pihak Masjid Istiqlal telah menerima penyerahan resmi hewan kurban dari Presiden dan Wakil Presiden pada malam takbiran.
Sapi kurban milik Presiden tercatat memiliki bobot sekitar 1,3 ton, sedangkan sapi milik Wakil Presiden berbobot 1,2 ton. Menag memastikan seluruh hewan kurban tersebut dalam kondisi sehat dan layak sembelih.
“Kita sudah cek secara medis, bahkan sudah ada sertifikat kesehatannya. Semuanya sehat walafiat,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Menag berharap perayaan Iduladha tahun ini dapat menjadi momentum kebersamaan sehingga seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan manfaat dan kebahagiaan melalui distribusi daging kurban.
“Kita ingin semua masyarakat kita di Indonesia ini tersenyum pada saat Iduladha, merasakan kebersamaan lewat bantuan dari manapun datangnya,” pungkasnya.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login