Connect with us

Luwu Timur

Bupati Irwan : Penetapan Sempadan Danau Matano Harus Libatkan Masyarakat

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri kegiatan Sosialisasi Hasil Survei Sosial Ekonomi dan Pemetaan LIDAR dalam Rangka Penetapan Sempadan Danau Matano yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, di Gedung Ontae Luwu, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kamis (09/10/2025).

Tujuan utama kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen kajian dan penetapan sempadan Danau Matano sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor : 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Danau.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan pentingnya kegiatan ini tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat yang hidup dan beraktivitas di sekitar Danau Matano.

“Pemerintah daerah akan mendukung sepenuhnya upaya penetapan sempadan danau ini. Namun, keberhasilan kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh peta dan angka, tetapi juga oleh kesadaran dan partisipasi masyarakat,” ujar Irwan.

BACA JUGA  Save The Children Dorong Pemkab Lutim Bentuk PATBM Di Desa

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelestarian Danau Matano harus dilakukan tanpa mengorbankan kesejahteraan warga yang menggantungkan hidup di sekitarnya.

“Pendekatan yang digunakan harus dialogis, partisipatif, dan mengedepankan musyawarah. Saran, masukan, dan aspirasi masyarakat sangat dibutuhkan demi mewujudkan hasil yang terbaik dan adil bagi semua pihak,” tambahnya.

Terakhir, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Tim Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Matano pada Wilayah Sungai Pompengan–Larona.

“Mari kita jadikan sosialisasi ini sebagai momentum untuk merumuskan strategi dan langkah-langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan,” tandas Irwan Bachri Syam.

Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Dr. Heriantono Waluyadi menjelaskan bahwa, terdapat dua danau prioritas nasional di Sulawesi Selatan, yakni Danau Tempe dan Danau Matano.

BACA JUGA  Bupati Pimpin Rapat Investigasi Kebocoran Pipa Minyak PTVI, Tegaskan Solusi untuk Warga Terdampak

Menurutnya, ada tiga kriteria utama yang menjadikan sebuah danau ditetapkan sebagai danau prioritas nasional, yaitu:

1. Mengalami tekanan dan degradasi, seperti kerusakan daerah tangkapan air, sempadan danau, dan penurunan kualitas air.

2. Memiliki nilai strategis dari aspek ekonomi, ekologi, sosial budaya, dan ilmu pengetahuan

3. Tercantum dalam dokumen perencanaan pembangunan sektor air dan danau.

“Penyelamatan Danau Prioritas Nasional merupakan upaya untuk mengendalikan kerusakan, menjaga, memulihkan, dan mengembalikan kondisi serta fungsi badan air dan daerah tangkapan air agar tetap bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Heriantono.

Ia menambahkan, sempadan danau berfungsi sebagai zona transisi antara ekosistem daratan dan perairan. Namun, karena kurangnya pemahaman, banyak sempadan danau yang kini hilang akibat perubahan peruntukan lahan.

BACA JUGA  Tinggal Sendiri dengan Kondisi Tangan Patah, Abdul Aziz Terharu Terima Kartu Lansia

“Untuk itu, kegiatan ini dimaksudkan mendukung kegiatan perlindungan penggunaan dan pengendalian atas sumber daya alam di Danau Matano serta untuk melindungi batas fungsi danau dari peruntukan lain,” tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, Sekda, H. Bahri Suli, Asisten II, Masdin, Kepala OPD, Direktur Head External Relations PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, Ketua Tim Stranas PK-KPK, Para Direktur, Dirjen SDA Kementerian PU, Kepala Sub Direktorat dan Kepala Bagian Dirjen SDA Kementerian PU, Kepala BPN Sulsel, Kepala Bapelitbangda Sulsel, Kepala Bidang SDA, Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Prov Sul Sel, Kepala UPTD SDA WS Pompengan-Larona, dan Camat Nuha bersama unsur Tripika. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Safari Ramadhan Hari Kedua, Bupati Lutim Kukuhkan LPTQ Nuha dan Canangkan Sorowako Jadi Destinasi Unggulan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–NUHA – Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali berlanjut. Memasuki hari kedua, Ahad (1/3/2026), kegiatan dipusatkan di halaman Rumah Jabatan Camat Nuha dan berlangsung penuh khidmat serta antusiasme masyarakat.

Hadir langsung Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Puspawati Husler. Turut mendampingi Ketua TP PKK Lutim dr. Ani Nurbani Irwan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Lutim Dr. Ramadhan Pirade, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Camat Nuha Arief Fadillah Amier beserta istri, para Kepala Desa se-Kecamatan Nuha, Ketua BPD, serta masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Fahmi Fairuz, peserta tilawah anak-anak MTQ XI tingkat Luwu Timur 2026. Suasana religius semakin terasa saat gema ayat-ayat suci menggema di pelataran rumah jabatan camat, menandai kebersamaan di bulan penuh berkah.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Pantau Progres Dapur MBG dan Islamic Center Mahalona Raya

Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus LPTQ Kecamatan Nuha oleh Ketua Umum LPTQ Kabupaten Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Pengukuhan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan tilawah dan syiar Islam hingga tingkat kecamatan.

Selain itu, dilakukan penyerahan secara simbolis santunan kepada anak yatim serta paket sembako Ramadhan dari Baznas Lutim sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Didampingi Wakil Bupati Puspawati Husler, Bupati Luwu Timur menyampaikan visi besar pengembangan kawasan Sorowako di Kecamatan Nuha. Ia menegaskan salah satu target utama pemerintah daerah adalah menjadikan Sorowako sebagai kawasan pariwisata paling unggul di Sulawesi Selatan.

“Satu target kami bagaimana menjadikan Sorowako sebagai kawasan pariwisata paling unggul di Sulawesi Selatan. Selain wisata tambang, kita juga punya potensi wisata danau yang luar biasa,” ungkap Irwan.

BACA JUGA  RPJMD Lutim 2025–2029 Disahkan, Bupati Irwan: Arah Baru Menuju “Luwu Timur Juara”

Menurutnya, penataan pesisir Danau Matano akan menjadi prioritas, dengan konsep kawasan yang bersih, tertata, dan modern.

“Nanti akan dilakukan penertiban pesisir Danau Matano agar bisa mirip dengan Singapura. Ini sangat memungkinkan, tinggal kerja sama kita semua. Kalau bersih dan tertata, fasilitas dari pemerintah pusat bisa lebih mudah digelontorkan ke Sorowako,” tuturnya.

Dalam mendukung pengembangan daerah, Bupati juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan PT Vale Indonesia Tbk terkait pemanfaatan dana CSR agar lebih terintegrasi dengan program pemerintah daerah.

“Kita akan kolaborasi dengan PT Vale agar program CSR-nya lebih melihat kepentingan daerah dan sejalan dengan program pemda,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Irwan Bachri Syam mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung investasi yang akan mulai masuk tahun ini, termasuk pembangunan smelter dan pengembangan kawasan industri di wilayah Sorowako yang akan melibatkan sejumlah perusahaan asing.

BACA JUGA  Sukses Laksanakan Tugas Mulia, Paskibra Dapat Apresiasi Bupati Luwu Timur

“Saya berharap bantu kami menyukseskan investasi daerah ini. Kalau ada persoalan, sampaikan kepada kami. Kami pemda akan menjadi garda terdepan untuk menyelesaikan seluruh persoalan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan buka puasa bersama. Setelah Shalat Magrib berjamaah dan makan malam, Bupati bersama rombongan Pemda Lutim menyebar ke masjid-masjid yang telah ditentukan untuk melaksanakan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah.

Continue Reading

Trending