Connect with us

Luwu Timur

Ketua Dekranasda Luwu Timur Raih Juara 1 Parade Wastra di Expo Kreatif Andalan 2025, Tarian Riringgo Memukau Pengunjung

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Ketua Dekranasda Kabupaten Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan, M.Kes (MARS), kembali menorehkan prestasi membanggakan bagi daerah dengan meraih Juara 1 Parade Wastra pada ajang Expo Kreatif Andalan 2025 yang digelar di Trans Studio Mall Makassar, Ahad (23/11/2025). Keberhasilan ini semakin mengokohkan posisi Luwu Timur sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya dan kriya yang terus berkembang.

Dalam penampilan yang menjadi sorotan utama, dr. Ani bersama tim menampilkan tarian tradisional Suku Padoe, Riringgo, sebuah tarian khas yang sarat makna dan energi. Gerakan lincah dan koreografi yang apik berhasil memukau dewan juri, pengunjung, hingga para pelaku ekonomi kreatif yang hadir dalam ajang bergengsi tersebut.

Ucapan Syukur dan Apresiasi

Usai menerima penghargaan, dr. Ani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga Luwu Timur kembali meraih prestasi di tingkat provinsi.

“Terima kasih setinggi-tingginya kepada Allah SWT. Terima kasih kepada Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua Dekranasda Sulsel, Ny. Naoemi Octarina, serta seluruh pihak yang telah mendukung,” ungkap dr. Ani.

BACA JUGA  Tiba di Kampung Halaman,Harapan dan Asa Masyarakat Luwu Timur di Pundak IBAS-Puspa

Ia memberi penghargaan khusus kepada Sanggar Seni Momoiko SMPN 1 Wasuponda, yang menjadi mitra utama dalam persiapan penampilan. Selain itu, dukungan penuh pengurus Dekranasda Luwu Timur, termasuk Wakil Ketua Hj. Herni Bahar Ramadhan, dan Sekretaris Yonasty Sumule Sorreng, ST, M.Tr.AP, menjadi faktor penting di balik keberhasilan ini.

Tak lupa, dr. Ani menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, serta Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler. Menurutnya, dukungan moral, motivasi, dan doa dari pimpinan daerah menjadi penyemangat dalam setiap langkah persiapan.

Persiapan Dua Hari, Hasil Memukau

Meski waktu persiapan hanya berlangsung selama dua hari, hasil yang ditampilkan terbilang luar biasa. Tarian Riringgo ditampilkan dengan energik, harmonis, dan penuh penghayatan.

“Usaha dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Pepatah Arab mengatakan man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil,” tegas dr. Ani.

Wakil Ketua Dekranasda, Hj. Herni Bahar Ramadhan, turut menambahkan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari dedikasi dan arahan langsung dari ketua.

BACA JUGA  Menanam Kejujuran, Membangun Negeri: Luwu Timur Gaungkan Semangat Antikorupsi

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan dan motivasi Ibu Ketua selama latihan,” ujarnya.

Sekretaris Dekranasda Luwu Timur, Yonasty Sumule Sorreng, juga turut mengapresiasi semangat tinggi dr. Ani dalam proses persiapan.

“Ibu Ketua tampak jauh lebih bersemangat dibandingkan kami. Beliau menari dan melompat lincah mengikuti gerakan tarian Riringgo Suku Padoe,” tuturnya.

Raih Tiga Prestasi Sekaligus

Dalam ajang Expo Kreatif Andalan 2025, Dekranasda Luwu Timur tidak hanya bersinar pada Parade Wastra, tetapi juga meraih prestasi pada dua kategori lainnya. Total tiga penghargaan berhasil dibawa pulang:

Juara 1 Kriya Premium – Hadiah Rp7,5 juta

Juara 1 Parade Wastra – Hadiah Rp30 juta

Juara 2 Desain Booth – Hadiah Rp10 juta

Raihan ini membuktikan tingginya kreativitas serta kualitas kriya dan produk unggulan Luwu Timur yang terus mendapat tempat di hati masyarakat dan para penggiat industri kreatif.

Kunjungan Istimewa dari Mufidah Jusuf Kalla

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Lakukan Sidak ke Inspektorat dan DLH, Tegaskan Disiplin dan Pelayanan Publik Berkualitas

Selama expo berlangsung, booth Kabupaten Luwu Timur menerima kunjungan kehormatan dari Ibu Mufidah Jusuf Kalla, tokoh nasional yang dikenal perhatian terhadap kerajinan dan ekonomi kreatif. Beliau memberi apresiasi khusus terhadap produk kriya khas Padoe, terutama Tas Teduhu Kombinasi Rajut, yang menurutnya memiliki keunikan dan nilai seni tinggi.

Sebagai bentuk penghormatan, dr. Ani menyerahkan tas tersebut sebagai cenderamata untuk Ibu Mufidah, sekaligus memperkenalkan lebih luas potensi kriya Luwu Timur.

Luwu Timur Terus Perkuat Ekonomi Kreatif Daerah

Prestasi ini mencerminkan komitmen Dekranasda Luwu Timur dalam membina, mengembangkan, dan mempromosikan produk lokal serta budaya daerah. Melalui dukungan pemerintah, para perajin, dan komunitas seni, Luwu Timur semakin menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu daerah dengan potensi seni budaya yang kuat dan kompetitif di tingkat provinsi maupun nasional.

Dengan pencapaian ini, Luwu Timur kembali mempertegas dirinya sebagai pusat kreativitas dan budaya yang terus tumbuh, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai serta melestarikan wastra dan budaya daerah.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Tiba di Kampung Halaman,Harapan dan Asa Masyarakat Luwu Timur di Pundak IBAS-Puspa

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Natal Bersama di Lutim: Wujud Kebersamaan ASN, TNI, Polri, dan Masyarakat

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Hadir Langsung di Jambore PKK Sulsel, Wabup Puspawati Beri Motivasi Kader Lutim

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending