Provinsi Sulawesi Selatan
Pelayanan Kesehatan Bergerak Sulsel Capai 3.979 Pasien, Makin Perkuat Akses Kesehatan Warga Kepulauan
Kitasulsel–MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan kepulauan.
Melalui program unggulan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), akses layanan kesehatan kini semakin merata hingga ke daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Program yang digagas di era kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi tersebut terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan capaian pelayanan yang meningkat setiap bulannya.
Realisasi Terus Meningkat dan Disambut Antusias
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa hingga November 2025, realisasi PKB berjalan sangat baik dan diterima luas oleh masyarakat kepulauan.
“Secara umum, realisasi Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) berjalan sangat baik dan terus menunjukkan perkembangan positif. Program ini telah mampu menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit mengakses layanan kesehatan. Setiap kunjungan tim PKB disambut antusias oleh masyarakat,” jelasnya.
Menjangkau 7 Lokasi Pelayanan di Dua Kabupaten Kepulauan
Sepanjang pelaksanaannya tahun ini, PKB telah menyasar tujuh lokus utama pelayanan di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Empat Puskesmas di Pangkep:
Pulau Sabutung
Pulau Liukang Tupabiring
Pulau Sarappo
Pulau Liukang Tangayya
Tiga Puskesmas di Kepulauan Selayar:
Pulau Benteng Jampea
Pulau Ujung Jampea
Pulau Pasilambena
Program ini menghadirkan layanan kesehatan komprehensif untuk seluruh kelompok usia, mulai dari pemeriksaan umum, imunisasi, layanan kesehatan ibu dan anak, gizi, hingga kesehatan gigi.
3.979 Pasien Tertangani
Berdasarkan laporan hingga November, total 3.979 pasien berhasil mendapatkan layanan kesehatan melalui program PKB di tujuh lokus tersebut.
Berikut distribusi jumlah pasien tertangani:
Pangkajene Kepulauan:
Pulau Sabutung: 733
Pulau Liukang Tupabiring: 521
Pulau Sarappo: 379
Pulau Liukang Tangayya: 528
Kepulauan Selayar:
Pulau Benteng Jampea: 757
Pulau Ujung Jampea: 638
Pulau Pasilambena: 423
“Angka ini terus meningkat seiring bertambahnya wilayah yang dijangkau. Ini menunjukkan program PKB benar-benar dibutuhkan dan diterima masyarakat dengan baik,” tegas Evi.
Didukung Tenaga Kesehatan Terlatih dan Lengkap
Kadinkes Evi menjelaskan bahwa ratusan tenaga kesehatan dari berbagai disiplin terlibat dalam program ini. Mereka ditempatkan di wilayah perbatasan, kepulauan, dan daerah terpencil.
Setiap tahapan pelaksanaan PKB menerjunkan tim berjumlah 10 orang, yang terdiri atas:
4 dokter spesialis dasar (Interna, Anak, Obgyn, Gigi & Mulut)
Perawat
Tenaga kefarmasian
Administrasi
Koordinator lapangan
Kolaborasi tim ini melibatkan personel dari:
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan
Rumah sakit milik Pemprov Sulsel
Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar
“Dengan dukungan lintas sektor, mobilitas dan koordinasi para tenaga kesehatan ini berjalan semakin efektif,” ujar Evi.
Dampak Positif untuk Masyarakat
Kehadiran PKB tidak hanya memperpendek jarak layanan kesehatan bagi warga kepulauan, tetapi juga membantu mendeteksi penyakit lebih dini, meningkatkan cakupan imunisasi, serta menyediakan edukasi kesehatan yang selama ini sulit diakses masyarakat.
Pemprov Sulsel menegaskan akan terus memperluas jangkauan PKB, memastikan seluruh masyarakat—bahkan di pulau terjauh sekalipun—memiliki akses merata terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
Dengan capaian yang terus meningkat, PKB menjadi salah satu program paling strategis dalam mewujudkan visi layanan kesehatan inklusif dan berkeadilan di Sulawesi Selatan.
Provinsi Sulawesi Selatan
Komisi VI DPR RI Bahas Keberlanjutan Industri Semen di Sulsel, Pemprov Dorong Iklim Investasi Sehat
Kitasulsel–Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyambut kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026).
Kunjungan kerja tersebut membahas perkembangan industri semen di Sulawesi Selatan, khususnya terkait keberlanjutan industri dan iklim investasi. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VI DPR RI bersama Pemerhati Konservasi Alam Indonesia Sulawesi Selatan yang digelar pada 8 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi dialog terbuka antara Komisi VI DPR RI, pemerintah daerah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan guna menghimpun masukan dari berbagai perspektif terkait kondisi industri semen di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Barru, Bupati Pangkep, perwakilan DPRD Barru dan DPRD Pangkep, PT Danantara Asset Management, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), PT Semen Tonasa, PT Semen Bosowa, PT Conch Cement Indonesia, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kunjungan kerja dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, bersama sejumlah anggota Komisi VI DPR RI.
Dalam diskusi, Komisi VI DPR RI menyerap berbagai aspirasi mengenai keberlanjutan industri semen, perkembangan investasi, perlindungan tenaga kerja, hingga upaya menjaga iklim usaha yang sehat dan kompetitif di Sulawesi Selatan.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan bahwa investasi tetap menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, menurutnya, pengembangan investasi harus tetap memperhatikan keberlangsungan industri yang telah beroperasi serta dampaknya terhadap tenaga kerja.
“Kunjungan kerja spesifik ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang sebelumnya disampaikan pemerhati lingkungan di Sulawesi Selatan terkait sektor industri semen,” ujar Nurdin Halid.
Ia mengungkapkan, kapasitas produksi semen di kawasan Indonesia Timur saat ini mencapai sekitar 27 juta ton per tahun, sementara tingkat penyerapannya baru sekitar 13 juta ton. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kunjungan kerja sebagai bahan evaluasi terhadap keberlanjutan industri dan arah kebijakan investasi ke depan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi VI DPR RI yang dinilai menjadi ruang strategis untuk menghimpun aspirasi, data, dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung perumusan kebijakan nasional.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu motor penggerak perekonomian di Kawasan Timur Indonesia. Potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, infrastruktur, serta letak geografis yang strategis menjadi modal besar dalam pengembangan sektor industri, perdagangan, logistik, dan investasi.
Karena itu, Pemprov Sulsel berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat, kondusif, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kepastian hukum, perlindungan tenaga kerja, kelestarian lingkungan, serta keberlangsungan dunia usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Salah satu fungsi pemerintah adalah melindungi segenap bangsa Indonesia. Karena itu, setiap kebijakan pembangunan perlu memperhatikan keberlangsungan dunia usaha yang telah berjalan sekaligus memberikan perlindungan kepada tenaga kerja,” kata Jufri Rahman.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga mampu menciptakan iklim investasi yang sehat, menjaga keberlanjutan industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login