Connect with us

Kementrian Agama RI

Menag Nasaruddin Umar Kunjungi Ponpes Al Ikhlas Pasarwajo, Hidupkan Kembali Jejak Sejarah Islam di Buton

Published

on

Kitasulsel–BUTON – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menag menegaskan bahwa pendirian pesantren di Buton dilandasi oleh kecintaan dan keinginan kuat untuk menghidupkan kembali jejak sejarah masuknya Islam di wilayah tersebut.

Menurut Nasaruddin, Buton merupakan salah satu daerah tertua yang pertama kali menerima Islam di Nusantara. Namun, jejak sejarah tersebut dinilai belum tergarap secara optimal dan cenderung terpinggirkan dalam narasi besar sejarah Islam Indonesia.

“Buton pernah menjadi perintis masuknya Islam di Indonesia, tetapi jejak sejarahnya seakan tergelapkan. Inilah yang menggerakkan kami untuk menghidupkan kembali perjuangan para penyiar Islam terdahulu melalui pendirian pondok pesantren,” ujar Menag.

Menag mengungkapkan bahwa pada tahun pertama operasionalnya, Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo telah menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah santri saat ini tercatat telah melampaui 120 orang, angka yang menurutnya menjadi indikator kuat akan masa depan pesantren yang cerah.

BACA JUGA  Kemenag dan Kemendes Sepakat Kolaborasi Bangun Masyarakat Desa

“Pengalaman kami menunjukkan, jika pada tahun pertama santrinya sudah lebih dari 50 orang, itu pertanda pesantren akan berkembang besar. Alhamdulillah, di sini jumlah santri sudah lebih dari 120 orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo Buton dirancang dengan corak pendidikan eksakta dan berorientasi global. Ke depan, pesantren ini akan menerapkan standar Cambridge sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan, sehingga para santri memiliki daya saing internasional dan peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri tanpa harus melalui tes bahasa Inggris.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan berkualitas unggul di tengah masyarakat sederhana, tanpa membebani santri dengan biaya mahal. Pesantren ini milik masyarakat Buton,” tegas Menag.

BACA JUGA  Menag Minta Penjaminan Mutu Pesantren Tidak Gunakan Ukuran Formalitas tapi Pendekatan Agama

Selain penguatan akademik, pesantren ini juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat lokal. Berbagai kebutuhan operasional pesantren akan melibatkan masyarakat sekitar, sementara tenaga pengajar bahasa Arab dan bahasa Inggris didatangkan dari sumber-sumber terbaik, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Mansur, Direktur Pondok Pesantren Kemenag Basnang Said, serta Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Sidik Sisdiyanto.

Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo. Ia berkomitmen membantu pembangunan masjid dan sejumlah fasilitas pesantren sebagai bagian dari visi pembangunan daerah yang religius dan berkarakter.

BACA JUGA  Resmikan Gedung PPG UIN Rafah, Menag Harap Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Dengan ketulusan, insyaallah saya akan membantu pembangunan masjid dan beberapa ruang di pesantren ini. Pesantren adalah tempat pembentukan karakter dan integritas yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah,” ujar Gubernur.

Ia juga mengajak para santri untuk memanfaatkan berbagai program pemerintah daerah, termasuk beasiswa pendidikan dan peluang pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN), agar kelak dapat kembali berkontribusi dalam membangun daerah asalnya.

Kunjungan Menag ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengukuhkan kembali posisi Buton dalam sejarah dan perkembangan Islam di Indonesia.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Khutbah Arafah, Tenaga Ahli Menteri Agama Ajak Jemaah Doakan Bangsa dan Pemerintahan Presiden Prabowo

Published

on

Kitasulsel—Arafah — Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Kerja Sama Internasional, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., mengajak seluruh masyarakat dan jemaah haji untuk mendoakan bangsa dan negara agar senantiasa mendapatkan rahmat dan perlindungan dari Allah SWT.

Ajakan tersebut disampaikan saat Dr Bunyamin menjadi khatib dalam khutbah Arafah di Tenda 111, Arafah, Senin (26/05/2026), yang dihadiri sekitar 200 lebih jemaah haji usai menjalani rangkaian tarwiyah dari Mina menuju Arafah.

Dalam khutbahnya, Dr. Bunyamin menekankan pentingnya memperkuat ibadah ritual sekaligus ibadah sosial sebagai bagian dari kesempurnaan penghambaan kepada Allah SWT.

“Bapak Menteri Agama mengajak masyarakat dan seluruh jemaah untuk mendoakan bangsa dan negara kita. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya, menjaga kondisi bangsa tetap baik, ekonomi membaik, pemerintahan di bawah Presiden Prabowo diberikan kemudahan dan perlindungan oleh Allah SWT, serta masyarakat hidup dalam kesejahteraan,” ujarnya di hadapan jemaah.

BACA JUGA  Kemenag dan Kemendes Sepakat Kolaborasi Bangun Masyarakat Desa

Selain mengajak mendoakan bangsa, Dr. Bunyamin juga mengingatkan pentingnya evaluasi diri, memperbanyak rasa syukur, dan menghargai jasa orang lain dalam kehidupan.

“Mari memperkuat ibadah ritual dan ibadah sosial. Kita diajak untuk mengevaluasi diri, belajar berterima kasih, dan belajar bersyukur. Dalam hidup ini banyak orang yang berjasa kepada kita. Kita tidak bisa hidup sendiri,” katanya.

Ia mengajak para jemaah untuk senantiasa mendoakan orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan masing-masing, sembari memohon ampun kepada Allah SWT agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam khutbahnya, Dr. Bunyamin juga menyinggung kisah Nabi Musa AS dalam Surah Ad-Duha sebagai pelajaran tentang pentingnya memanfaatkan nikmat Allah untuk kemaslahatan bersama.

BACA JUGA  Menag Nasaruddin: Masjid Harus Kembali Jadi Ruang Sakral Umat

“Nabi Musa menggunakan tongkatnya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan makhluk Allah yang lain. Bukan hanya manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan, dan alam sekitar,” tuturnya.

Suasana khutbah berlangsung khusyuk dan penuh haru. Para jemaah tampak khidmat menyimak pesan-pesan spiritual yang disampaikan di Padang Arafah, tempat yang dikenal sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji dan momentum terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Continue Reading

Trending