Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Pertumbuhan Ekonomi Sidrap 7,71 Persen, Sejalan Tingginya Kepuasan Publik di Era SAR–Kanaah

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP –SIDRAP – Capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan kinerja impresif pada tahun pertama kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M. dan Wakil Bupati Nur Kanaah. Laju ekonomi daerah yang mencapai 7,71 persen berjalan seiring dengan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.

Hasil survei yang dirilis JNK mencatat tingkat kepuasan masyarakat Sidrap terhadap pemerintahan SAR–Kanaah mencapai 87,7 persen sejak pasangan tersebut dilantik pada 20 Februari 2025.

Paparan hasil survei disampaikan dalam forum Survei Kepuasan Masyarakat yang digelar di Hotel The Sultan Jakarta, Kamis (19/2/2026), bersama pemaparan capaian sejumlah pemerintah daerah lainnya di Indonesia.

Direktur JNK Research and Consulting, Dr. Ananda Purba, menyebutkan bahwa mayoritas responden menilai arah pembangunan dan pelayanan publik di Sidrap mengalami perbaikan selama satu tahun terakhir.

BACA JUGA  Terima Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sidrap,Bupati Syaharuddin Alrif:Kesehatan Gratis,Keselamatan Kerja Terjamin

“Satu tahun kepemimpinan Bapak H. Syaharuddin Alrif dan Ibu Nur Kanaah, sebanyak 87,7 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah daerah,” ujarnya dalam pemaparan survei.

Lembaga JNK Research and Consulting diketahui merupakan bagian dari Charta Politika yang memiliki pengalaman panjang dalam riset opini publik nasional.

Masuk Jajaran Daerah Bertumbuh Cepat

Selain tingginya kepercayaan publik, Sidrap juga mencatat prestasi signifikan dalam indikator ekonomi makro. Berdasarkan data capaian pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi Sidrap menempatkan daerah ini pada posisi strategis di berbagai level perbandingan.

  • Peringkat ke-16 nasional dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.
  • Peringkat ke-10 kawasan Indonesia Timur dari 176 kabupaten/kota meliputi Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.
  • Peringkat ke-5 regional Pulau Sulawesi dari 81 kabupaten/kota.
BACA JUGA  Jelang Ramadan 1447 H, Pemkab Sidrap Pantau Kebutuhan Pokok di Pasar Sentral Pangkajene

Di tingkat Pulau Sulawesi, lima daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat sebagai berikut:

  1. Morowali Utara – 19,97%
  2. Morowali – 10,81%
  3. Konawe – 10,48%
  4. Pasangkayu – 10,32%
  5. Sidrap – 7,71%

Posisi tersebut menjadikan Sidrap sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik sekaligus paling stabil di kawasan Sulawesi Selatan.

Dampak Kebijakan Ekonomi Berbasis Sektor Riil

Pertumbuhan ekonomi Sidrap ditopang oleh penguatan sektor riil, khususnya pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi irigasi, peningkatan akses jalan tani, distribusi alat dan mesin pertanian, serta stabilisasi produksi pangan.

Selain itu, reformasi pelayanan publik melalui digitalisasi layanan administrasi dan perizinan turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat serta mempermudah investasi skala lokal.

BACA JUGA  Sekda Sidrap Pimpin Rakor Pelaporan Program Strategis Nasional, Tekankan Ketepatan Data dan Waktu

Penguatan UMKM, pengendalian inflasi daerah, serta sinergi pemerintah dengan pelaku usaha menjadi faktor pendukung stabilitas ekonomi selama setahun terakhir.

Pengamat menilai tingginya pertumbuhan ekonomi yang diikuti tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan adanya korelasi antara kebijakan pembangunan dan dampak nyata yang dirasakan warga.

Kepercayaan publik sebesar 87,7 persen menjadi indikator bahwa program pembangunan yang dijalankan pemerintahan SAR–Kanaah mulai memberikan hasil konkret, baik pada peningkatan kesejahteraan maupun kualitas pelayanan pemerintah.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Sidrap diharapkan mampu mempertahankan tren positif tersebut melalui pemerataan pembangunan, penciptaan lapangan kerja baru, serta penguatan daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Pemkab Sidrap Raih Terbaik I Regional Sulawesi 2026, Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting

Published

on

Kitasulsel–KENDARI — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional Sulawesi. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kabupaten Sidrap berhasil meraih peringkat Terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, kepada Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, pada acara yang berlangsung di Hotel Claro, Kota Kendari, Jumat (29/5/2026).

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap berhak menerima apresiasi berupa insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan penghargaan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemberian penghargaan dan insentif fiskal tersebut bertujuan untuk mendorong lahirnya kompetisi positif antarpemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemenang ditentukan berdasarkan data BPS. Ini motivasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tito Karnavian.

BACA JUGA  Wabup Sidrap Tinjau Pemberian Tablet Tambah Darah di SMAN 7 Lancirang, Perkuat Gerakan Cegah Stunting dan Anemia

Menurut Tito, penghargaan berbasis indikator kinerja daerah seperti penurunan kemiskinan, pengendalian inflasi, hingga penurunan stunting menjadi instrumen penting untuk mengukur efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih Kabupaten Sidrap.

Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pemerintah daerah, Forkopimda, tenaga kesehatan, OPD terkait, hingga masyarakat dalam menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di Bumi Nene Mallomo.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak yang terus berkomitmen membangun kesejahteraan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif usai menerima penghargaan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidrap selama ini terus fokus melakukan berbagai intervensi strategis, baik melalui penguatan sektor ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan keluarga rentan, hingga penguatan program pemenuhan gizi anak dan ibu hamil.

Keberhasilan tersebut, lanjut Syaharuddin, tidak terlepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Sidrap berhasil ditekan hingga mencapai 4,91 persen pada tahun 2025 dengan laju penurunan sebesar 2,19 persen dibandingkan tahun 2024.

BACA JUGA  Wakil Bupati Sidrap Buka PIAUD Expo II, Dorong Pembentukan Generasi Emas Berkarakter Qurani

Capaian tersebut menjadi angka kemiskinan terendah yang pernah diraih Kabupaten Sidrap dalam sepuluh tahun terakhir.

Tidak hanya itu, konsistensi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menjalankan program intervensi gizi serta koordinasi lintas sektor secara efektif juga membawa daerah tersebut menjadi salah satu penerima Dana Insentif Fiskal (DIF) Kinerja Terbaik Penurunan Stunting Tahun 2025 dari pemerintah pusat.

Keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemkab Sidrap dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penanganan masalah kesehatan dan gizi secara berkelanjutan.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Sulawesi Tahun 2026 sendiri menjadi forum penghargaan tahunan yang diberikan kepada pemerintah daerah dengan capaian terbaik dalam berbagai sektor pembangunan.

Adapun penghargaan yang diberikan terbagi dalam empat kategori utama, yakni Penurunan Tingkat Pengangguran, Creative Financing, Pengendalian Inflasi, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran tingkat kabupaten, penghargaan Terbaik I diraih Kabupaten Kolaka, disusul Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Kolaka Utara.

Untuk tingkat kota, penghargaan diraih Kota Bau-Bau sebagai Terbaik I, kemudian Kota Kendari dan Kota Parepare. Sementara tingkat provinsi diraih Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Buka Turnamen Bulo Cup XIV, Dorong Lahirnya Atlet Sepak Bola Berprestasi

Pada kategori Creative Financing tingkat kabupaten, Kabupaten Wajo meraih Terbaik I, diikuti Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Mamasa.

Sementara tingkat kota diraih Kota Makassar sebagai Terbaik I, disusul Kota Palu dan Kota Manado. Untuk tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Di kategori Pengendalian Inflasi tingkat kabupaten, Kabupaten Sigi berhasil meraih Terbaik I, diikuti Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Takalar.

Sedangkan tingkat provinsi diraih Provinsi Gorontalo sebagai Terbaik I dan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Terbaik II.

Sementara pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting, Kabupaten Sidrap berhasil meraih posisi tertinggi tingkat kabupaten, disusul Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Gowa.

Untuk tingkat kota, penghargaan diraih Kota Tomohon sebagai Terbaik I, kemudian Kota Manado dan Kota Makassar. Sedangkan tingkat provinsi diraih Provinsi Sulawesi Utara.

Prestasi yang diraih Kabupaten Sidrap tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat program kesejahteraan masyarakat, serta menjaga konsistensi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Continue Reading

Trending