DISKOMINFO LUWU TIMUR
Jendela Dunia Disabilitas”, Terobosan Disdukcapil Luwu Timur Siap Bersaing di Forum Global
KITASULSEL—LUWUTIMUR—Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) resmi mendaftarkan inovasi bertajuk “Jendela Dunia Disabilitas” (The Window to the World for People with Disabilities) ke ajang bergengsi Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026. Proses pendaftaran telah berhasil disubmit pada 27 Februari 2026.
Langkah ini menandai babak baru komitmen Luwu Timur dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan, khususnya anak-anak penyandang disabilitas yang selama ini kerap luput dari sistem administrasi kependudukan.
Inisiatif “Jendela Dunia Disabilitas” lahir dari keprihatinan atas kondisi anak-anak penyandang disabilitas, terutama yang tinggal di wilayah terpencil. Faktor geografis, keterbatasan akses transportasi, hingga stigma sosial menyebabkan banyak dari mereka belum memiliki dokumen kependudukan yang sah.
Padahal, identitas hukum merupakan pintu masuk utama untuk memperoleh layanan dasar yang menjadi hak setiap warga negara, seperti layanan kesehatan (SDGs Tujuan 3) dan pendidikan (SDGs Tujuan 4). Tanpa dokumen resmi, mereka berisiko terpinggirkan dari berbagai program pemerintah.
Melalui program ini, Disdukcapil Luwu Timur melakukan transformasi mendasar dalam sistem pelayanan. Pendekatan lama yang bersifat pasif, menunggu masyarakat datang ke kantor, dirombak menjadi model layanan “Jemput Bola” yang Proaktif dan Berbasis Data.
Dengan memanfaatkan portal pelaporan digital berbiaya rendah (low-cost), Disdukcapil membangun sistem “Peta Permintaan” (Demand Map) secara real-time. Sistem ini memungkinkan tim pelayanan memetakan lokasi warga yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan, termasuk rumah tangga paling terisolasi sekalipun.
Inovasi ini bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan perubahan paradigma birokrasi, dari sekadar penyedia layanan menjadi fasilitator hak asasi manusia.
Berdasarkan dokumen pengajuan ke ajang internasional tersebut, “Jendela Dunia Disabilitas” telah menunjukkan dampak yang terukur dan berkelanjutan:
* Pencapaian SDG 16.9: Terjadi lonjakan signifikan dalam penerbitan dokumen kependudukan bagi anak-anak penyandang disabilitas, memberikan pengakuan hukum yang sah dan perlindungan administratif bagi ratusan anak marginal.
* Efisiensi Anggaran: Optimalisasi rute pelayanan berbasis digital berhasil menekan biaya logistik operasional hingga 30 persen.
* Keberlanjutan Program: Seluruh pembiayaan program berasal 100 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tanpa ketergantungan pada dana eksternal, sehingga menjamin keberlanjutan jangka panjang.
Model ini dikenal sebagai pendekatan “Low-Code, High-Impact”, yakni inovasi sederhana dengan biaya minimal namun berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat.
Keikutsertaan dalam ajang Guangzhou International Award for Urban Innovation bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum untuk berbagi praktik baik kepada kota-kota lain di berbagai belahan dunia.
Division of Civil Registration Services, Rosmala Dewi mengungkapkan, Guangzhou International Award for Urban Innovation sendiri merupakan penghargaan berskala global yang mengakui berbagai terobosan kota dan wilayah dalam meningkatkan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Melalui forum internasional tersebut, kami berkomitmen menunjukkan bahwa teknologi dapat difungsikan sebagai jembatan empati sosial. Bahwa inovasi birokrasi tidak selalu harus mahal dan kompleks, tetapi harus tepat sasaran dan menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” jelas Rosmala Dewi yang juga merupakan Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Dukcapil Lutim, Senin (2/3/2026).
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mengimplementasikan prinsip global: “Leaving No One Behind”, tidak meninggalkan siapa pun dalam arus pembangunan.
DISKOMINFO LUWU TIMUR
Wabup Luwu Timur Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Angkona, Empat KK Terdampak
Kitasulsel–LUWUTIMUR – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menunjukkan kepeduliannya kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran di Desa Maliwowo, Kecamatan Angkona, dengan turun langsung menyerahkan bantuan darurat kepada para korban, Selasa (02/06/2026).
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Luwu Timur bersama Anggota DPRD Lutim, Muhammad Iwan, menjadi penguat bagi empat kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran yang terjadi pada pagi hari.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Luwu Timur turut menyerahkan bantuan yang dibawa oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan berbagai perlengkapan darurat yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para korban memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil perlahan membangun kembali kehidupan mereka.
Selain menyerahkan bantuan, Hj. Puspawati juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para korban. Ia mendengarkan kisah warga mengenai detik-detik kebakaran yang menghanguskan rumah mereka serta kondisi yang kini harus dihadapi pascakejadian.
Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, suasana haru begitu terasa. Sejumlah korban tampak berusaha tegar menerima kenyataan bahwa rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung telah musnah dilalap api.
Dengan penuh empati, Hj. Puspawati memberikan semangat kepada para korban agar tidak larut dalam kesedihan dan tetap memiliki harapan untuk bangkit kembali.
“Bantuan darurat ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan dasar para korban. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan keluarga terdampak,” ujar Hj. Puspawati Husler.
Ia juga mengingatkan para korban untuk tetap sabar dan kuat menghadapi cobaan yang sedang dialami.
“Kami memahami kesedihan yang dirasakan oleh keluarga yang terdampak. Namun saya berharap keluarga tetap sabar dan ikhlas menghadapi cobaan ini. Insya Allah, di balik setiap ujian selalu ada hikmah dan jalan terbaik yang Allah SWT siapkan,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Angkona, I Putu Gede Sudarsana, mengungkapkan bahwa musibah yang menghanguskan tiga unit rumah tersebut diduga dipicu oleh sebuah telepon genggam yang sedang diisi daya di atas kasur.
“Kebakaran ini terjadi karena adanya HP yang dicas di atas kasur yang kemudian meledak dan memicu munculnya api,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya memastikan para korban mendapatkan pendampingan dan bantuan selama masa pemulihan pascakebakaran.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login