Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap Paparkan Strategi Percepatan Penuntasan TBC di Sulsel, Andalkan Inovasi hingga Desa Siaga

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, menjadi narasumber dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penuntasan Tuberkulosis (TBC) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar, Kamis (21/5/2026).

Syaharuddin mengikuti kegiatan tersebut secara daring dari Hotel Dalton Makassar. Di lokasi yang sama juga berlangsung Rapat Koordinasi Kegiatan Cetak Sawah dan Mitigasi Kekeringan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.

Kegiatan monitoring dan evaluasi itu bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus melakukan evaluasi berkala terhadap upaya percepatan penanggulangan TBC di Sulawesi Selatan.

Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Quick Win Presiden Republik Indonesia, sekaligus bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam upaya eliminasi penyakit Tuberkulosis.

Dalam pemaparannya, Bupati Syaharuddin Alrif menjelaskan berbagai strategi dan kebijakan yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk mempercepat penanganan TBC.

BACA JUGA  Atensi Disalurkan, Disabilitas Sidrap Terima Kursi Roda dan Alat Bantu Dengar

Menurutnya, langkah percepatan tersebut didukung regulasi yang jelas dan terstruktur mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Dukungan Pemerintah Daerah Sidrap dalam akselerasi program penanggulangan Tuberkulosis di kabupaten/kota, yang pertama yaitu mengeluarkan Peraturan Bupati Sidenreng Rappang Nomor 29 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2025–2029,” ujar Syaharuddin.

Selain itu, Pemkab Sidrap juga telah menerbitkan Keputusan Bupati Sidenreng Rappang Nomor 551/XI/2025 tentang Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2025–2029.

Sebagai langkah penguatan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah turut mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.7.8.1/66/Dinkes mengenai pembentukan Kelurahan dan Desa Siaga TBC.

Hingga saat ini, sebanyak 14 desa dan kelurahan di Kabupaten Sidrap telah ditetapkan sebagai Desa dan Kelurahan Siaga TBC.

BACA JUGA  Respons Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran di Pangkajene

Syaharuddin juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung penanganan penyakit menular tersebut. Untuk itu, Pemkab Sidrap menghadirkan inovasi aplikasi digital guna mempermudah penemuan kasus, pemantauan pengobatan, hingga kontrol pasien TBC.

“Pemerintah Kabupaten Sidrap juga membuat inovasi aplikasi penemuan kasus, pengobatan serta kontrol TBC untuk memudahkan pemantauan pasien dan pelaksanaan program,” tambahnya.

Selain inovasi teknologi, penanganan TBC di Sidrap juga melibatkan berbagai pihak melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam pembangunan rumah layak huni bagi penderita TBC.

Tak hanya itu, sinergi juga dilakukan bersama Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis, Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, hingga dukungan penyediaan anggaran penanggulangan TBC oleh pemerintah daerah.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap dan Bank Sulselbar Kolaborasi Tingkatkan Layanan Pajak Daerah

Keterlibatan Kabupaten Sidrap sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain dalam mendukung percepatan penanganan dan penuntasan TBC di Sulawesi Selatan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi itu secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Ishaq Iskandar, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Ishaq menegaskan bahwa penyakit Tuberkulosis masih menjadi tantangan serius di bidang kesehatan masyarakat sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.

“TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang serius. Karena itu diperlukan sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mempercepat penuntasan kasus,” tegasnya.

Continue Reading
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

TPID Sidrap Luncurkan Gerakan “Mattaneng Ladang Biccu”, ASN Tanam Cabai Serentak di Kompleks SKPD

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP — Suasana sore di Kompleks SKPD Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tampak berbeda pada Kamis (21/5/2026). Selepas waktu Asar, jajaran aparatur dari berbagai instansi berkumpul di area terbuka depan Aula Saromase dengan membawa perlengkapan bertanam.

Hari itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap secara resmi meluncurkan Gerakan Menanam Cabai Serentak di lingkungan pusat pemerintahan sebagai upaya pemanfaatan lahan kosong sekaligus langkah pengendalian inflasi daerah.

Gerakan bertajuk “Mattaneng Ladang Biccu” tersebut menjadi bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sidrap untuk menekan gejolak harga cabai yang selama ini kerap menjadi salah satu penyumbang inflasi di pasar.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Sidenreng Rappang Nomor: 500.1/36/Ekon yang diterbitkan pada pertengahan April 2026 lalu.

BACA JUGA  UNM dan Pemkab Sidrap Teken MoU Strategis, Perkuat SDM hingga Pelestarian Budaya

Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, memimpin langsung peluncuran gerakan tersebut. Didampingi sejumlah pejabat daerah, ia berkeliling meninjau area penanaman dan ikut menanam bibit cabai di beberapa kavling milik organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Nurkanaah menegaskan bahwa program menanam cabai tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat.

“Melalui pemanfaatan lahan di Kompleks SKPD ini, kita ingin memberikan contoh nyata kepada masyarakat. Saya meminta kepada seluruh kepala OPD beserta staf untuk tidak hanya menanam, tetapi juga merawatnya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan kantor dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Sambut Kunjungan Kepala BSIP RI, Bahas Percepatan Swasembada Pangan

Dalam pelaksanaannya, seluruh OPD bergotong royong menyiapkan minimal 100 lubang tanam. Pembuatan lubang dilakukan secara seragam dengan ukuran 15 sentimeter x 15 sentimeter, jarak antarbaris 1 meter, dan jarak dalam baris 0,75 meter.

Adapun jenis bibit yang digunakan adalah cabai unggulan lokal varietas “Salo Dua” dengan tinggi tanaman sekitar 15 hingga 17 sentimeter agar lebih mudah tumbuh dan beradaptasi.

Lokasi penanaman dibagi ke dalam dua zona utama di Kompleks SKPD. Area depan Gedung Saromase diisi oleh jajaran dari 24 instansi, sementara area depan Dinas Pendidikan digunakan oleh staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Selain penanaman di kawasan pusat pemerintahan, seluruh OPD juga diinstruksikan untuk melakukan penanaman cabai di pekarangan kantor masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut.

BACA JUGA  Sidrap Raih Dua Penghargaan Bergengsi dari Pemprov Sulsel

Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap gerakan “Mattaneng Ladang Biccu” mampu membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan produktif serta memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Gerakan ini juga menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Sidrap dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi berbasis pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Continue Reading

Trending