Connect with us

NEWS

Indonesia Bersiap Jadi Tuan Rumah International Grand Imams Conference 2026, Dorong Rekonsiliasi Perdamaian Dunia

Published

on

Kitasulsel–BANTEN – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah International Grand Imams Conference 2026 atau Konferensi Internasional Grand Imam. Forum berskala global ini diproyeksikan menjadi wadah penguatan kapasitas kepemimpinan spiritual sekaligus mendorong rekonsiliasi perdamaian dunia melalui optimalisasi peran para pemuka agama.

Rencana penyelenggaraan konferensi tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menghadiri Tabligh Akbar yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Banten, Dewan Hakim Nasional, pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM), serta ribuan jamaah, Jumat (3/7/2026).

Menurut Menag, konferensi internasional itu akan mempertemukan para imam besar dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Timur Tengah, Eropa, Amerika, hingga Asia. Sejumlah tokoh yang direncanakan hadir di antaranya Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Abdul Rahman As-Sudais.

Mengusung tema “Masjid Harmoni”, konferensi ini menempatkan rumah ibadah sebagai ruang bersama bagi kemanusiaan yang menjunjung tinggi nilai keadilan, perdamaian, serta kehidupan yang harmonis di tengah berbagai tantangan global.

“Masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga rumah besar kemanusiaan yang mampu menghadirkan nilai-nilai perdamaian, keadilan, dan persaudaraan bagi seluruh umat manusia,” ujar Menag.

BACA JUGA  Menag Tunjuk Dr. Bunyamin M. Yapid Dampingi Menteri Investasi pada Misi Strategis ke Arab Saudi

Diplomasi Spiritual sebagai Jalan Perdamaian

Nasaruddin Umar menjelaskan, penyelenggaraan International Grand Imams Conference menjadi salah satu ikhtiar menghadirkan pendekatan baru di tengah kebuntuan diplomasi formal antarnegara yang dinilai belum mampu meredam berbagai konflik dan peperangan di dunia.

“Kita akan mencoba melalui rumah ibadah, imbauan rumah-rumah spiritual seperti masjid dan rumah-rumah ibadah yang lain dengan membunyikan bahasa batin, bahasa rohani. Insyaallah benar-benar mudah-mudahan bisa mengerem perkembangan darurat bersama anak manusia, anak cucu Adam. Mudah-mudahan himbauan-himbauan spiritual rohani seperti ini lebih berakar nanti, bisa mempersaudarakan anak manusia,” ujar Menag di hadapan jamaah.

Ia menilai, pesan-pesan spiritual memiliki daya ikat moral yang mampu menembus sekat politik maupun kepentingan negara sehingga berpotensi menjadi instrumen efektif dalam membangun perdamaian global.

Imam Masjid Diminta Menjaga Integritas

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga berpesan kepada para imam masjid agar senantiasa menjaga muruah spiritual serta menjauhkan diri dari berbagai kepentingan subjektif maupun politik praktis.

BACA JUGA  Tenaga Ahli Menteri Agama RI Kunjungi MAN 2 Parepare: Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Pembelajaran

Menurutnya, imam merupakan warasatul anbiya atau pewaris spiritual para nabi yang memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing umat.

“Saya mohon kalian semuanya adalah warasatul anbiya. Ahli waris spiritual yang ada di situ adalah para ulama, terkhusus yakni para imam. Inilah manifestasi warisan spiritual nabi. Nabi selalu memimpin umatnya melaksanakan shalat lima waktu, dalam Jumat, dan kalian juga para imam yang selalu memimpin umat di tempat bersih-bersih. Jadi mengikuti tradisi Rasulullah sebagai pemimpin masjid, pemimpin umat, dan pemimpin masyarakat,” tegasnya.

Menag menambahkan, kewibawaan seorang imam lahir dari kepercayaan masyarakat dan tidak dibatasi oleh periodisasi kekuasaan politik formal.

“Makanya bapak bisa lihat wibawa spiritual seorang imam masjid itu lebih kuat daripada wibawa yang ditampilkan oleh pemerintah yang diikat oleh ikatan formal lima tahunan. Selama masih kuat, imam akan tetap menjadi imam. Jadi imam di masjidnya Abu Bakar juga diganti setelah dia wafat, Umar baru diganti setelah dia wafat, Ali juga diganti setelah dia wafat, itu adalah imam,” jelasnya.

BACA JUGA  Rusdi Masse Ucapkan Selamat Hari Adhyaksa ke-65: Dukung Penuh Semangat Penegakan Hukum di Indonesia

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Imam

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Agama bersama pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan para imam masjid sekaligus memperkuat legalitas administrasi mereka secara berkelanjutan.

Rangkaian Tabligh Akbar ditutup dengan doa bersama bagi para ulama besar Nusantara yang berjasa mempersatukan umat, termasuk Syekh Nawawi Al-Bantani yang kiprah keilmuannya diakui luas di tingkat internasional.

Melalui penyelenggaraan International Grand Imams Conference 2026, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai pusat dialog lintas agama dan diplomasi spiritual dunia, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dalam membangun perdamaian global melalui peran strategis para pemimpin keagamaan.

Apabila ditujukan untuk media nasional, naskah ini sudah menggunakan gaya straight news dengan struktur piramida terbalik, judul SEO-friendly, serta subjudul yang memudahkan pembacaan di platform berita daring.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kejagung Sita Lamborghini Huracan Milik Bos PT QSS Aseng, Sempat Disembunyikan di Gang

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sebuah mobil mewah Lamborghini Huracan milik bos PT Quality Sukses Sejahtera (QSS), Sudianto alias Aseng, dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tata kelola perizinan pertambangan bauksit di Kalimantan Barat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, mengungkapkan mobil sport keluaran tahun 2022 tersebut sempat disembunyikan sebelum akhirnya berhasil ditemukan oleh tim penyidik.

“Saat dilakukan penggeledahan di wilayah hukum Kalimantan Barat, Tim Penyidik menemukan aset milik Tersangka SDT alias Aseng yakni beberapa kendaraan, salah satunya Lamborghini Huracan Tahun 2022 yang sebelumnya disembunyikan di sebuah gang serta kunci mobilnya dibuang di sebuah parit,” ujar Anang dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).

Puluhan Kendaraan dan Alat Berat Ikut Disita

Selain Lamborghini Huracan, penyidik juga menyita sejumlah kendaraan, alat berat, serta aset lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi tersebut.

BACA JUGA  Dafa Duta Tour Hadirkan Paket Spesial Umrah Plus Cairo-Mesir, Perjalanan Ibadah Sekaligus Wisata Peradaban

Barang yang disita meliputi satu unit Toyota Fortuner VRZ, satu unit Toyota Camry, 46 unit dump truck, 10 unit excavator, dua unit buldoser, serta tiga kendaraan operasional tambang merek Triton.

Tak hanya kendaraan, Kejagung juga menyita empat bidang tanah beserta bangunan di Kota Pontianak serta dua bidang tanah kosong yang berada di wilayah yang sama.

Menurut Anang, penyitaan dilakukan sebagai bagian dari upaya pelacakan dan penyelamatan aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.

Sita Emas 8 Kilogram

Dalam proses penyidikan, tim Kejagung turut menggeledah sejumlah lokasi milik pihak-pihak yang terafiliasi dengan tersangka di Kalimantan Barat maupun Jakarta.

Salah satu lokasi yang digeledah adalah rumah Direktur PT QSS, Ayi Paryana. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menemukan dan menyita delapan batang logam mulia dengan berat total 8 kilogram.

BACA JUGA  Lapor Ke RMS, PSI Wajo Konsisten Kawal Pemerintahan Andi Rosman - Baso Rahmanuddin

“Penyidik pun melakukan penyitaan terhadap logam mulia emas 8 batang dengan berat total 8 kg,” kata Anang.

Bos PT QSS Jadi Tersangka Utama

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan Sudianto alias Aseng selaku beneficial owner PT Quality Sukses Sejahtera sebagai tersangka. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, Aseng dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam dugaan korupsi tata kelola perizinan pertambangan bauksit tersebut.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, sebelumnya menjelaskan PT QSS diduga melakukan aktivitas penambangan bauksit di luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki.

Hasil penambangan tersebut kemudian diduga diekspor dengan menggunakan dokumen perusahaan sehingga menimbulkan dugaan pelanggaran hukum dalam tata kelola perizinan pertambangan.

BACA JUGA  Parah! BBM Subsidi Tanete Diduga Dikorupsi Modus Pelangsiran, Warga Antre Tanpa Hasil

Lima Orang Jadi Tersangka

Selain Sudianto alias Aseng, Kejagung juga menetapkan empat tersangka lainnya dalam perkara ini, yakni Direktur PT QSS Ayi Paryana, Komisaris PT QSS Yudie Abunawa, Konsultan Perizinan PT QSS Ivan Ariyanto, serta Analis Pertambangan Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hadi Sahal Fadly Daulay.

Hingga saat ini, Kejagung masih terus mendalami aliran dana serta menelusuri aset-aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian negara.

Sementara itu, Sudianto alias Aseng belum memberikan keterangan kepada publik terkait penetapan dirinya sebagai tersangka maupun sangkaan yang disampaikan penyidik.

Continue Reading

Trending