Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Tegaskan Perang Melawan Illegal Fishing di Danau Towuti

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perikanan menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian Danau Towuti dengan menyerukan penghentian total aktivitas illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman terhadap keberlangsungan berbagai spesies ikan endemik yang hidup di Danau Towuti. Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi regulasi perikanan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Towuti, Selasa (7/7/2026).

Mewakili Bupati Luwu Timur, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Andi Juanna Fachruddin, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa Danau Towuti merupakan aset ekologis bernilai tinggi yang harus dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang.

“Praktik penangkapan ikan secara ilegal, terutama menggunakan alat setrum, harus dihentikan total. Dampaknya sangat fatal karena langsung mengancam kelestarian ekosistem dan populasi ikan endemik Danau Towuti dalam jangka panjang,” tegas Andi Juanna.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Hadiri Tudang Ade’ Peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80

Untuk memperkuat pengawasan sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggandeng Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Luwu Timur dalam upaya penegakan hukum.

Kasat Polairud Polres Luwu Timur, Iptu Agusmawan, yang hadir sebagai narasumber, memaparkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan beserta sanksi pidana yang dapat dikenakan kepada pelaku penangkapan ikan ilegal.

Kolaborasi tersebut menandai peningkatan langkah pemerintah dari pendekatan persuasif menuju penegakan hukum yang lebih tegas dalam memberantas praktik illegal fishing di kawasan Danau Towuti.

Sebagai salah satu danau purba tertua di Indonesia, Danau Towuti memiliki keanekaragaman hayati yang sangat unik dengan berbagai spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Penggunaan alat tangkap yang merusak, seperti setrum dan racun, dinilai berpotensi menghancurkan habitat alami serta memicu kepunahan berbagai jenis ikan endemik.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Publikasikan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Perkuat Perencanaan Berbasis Data

Kegiatan sosialisasi dihadiri Kepala Dinas Perikanan Luwu Timur, perwakilan Syahbandar, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, unsur Pemerintah Kecamatan Towuti, serta perwakilan kelompok nelayan setempat.

Melalui edukasi, penguatan regulasi, dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap angka pelanggaran di perairan Danau Towuti dapat ditekan secara signifikan sehingga kelestarian ekosistem dan sumber daya perikanan tetap terjaga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending