DISKOMINFO LUWU TIMUR
Idul Fitri di Malili Jadi Momentum Refleksi dan Arah Baru Pembangunan Luwu Timur
KITASULSEl—LUWU TIMUR — Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Agung Malili tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga ruang refleksi bersama bagi arah pembangunan daerah. Dalam suasana khidmat yang diiringi gema takbir, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melaksanakan Sholat Id bersama ratusan masyarakat, Sabtu (21/03/2026).
Momentum tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Puspawati Husler, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai titik kembali kepada nilai-nilai dasar kemanusiaan dan spiritualitas. Ia menekankan bahwa Ramadan telah menjadi madrasah kehidupan yang mengajarkan keikhlasan, empati, serta tanggung jawab sosial.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menyucikan hati, memperbaiki diri, dan mempererat persaudaraan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual tersebut harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga bentuk pengabdian sosial yang bertujuan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Bupati Irwan juga memaparkan capaian pembangunan Luwu Timur yang menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 6,55 persen pada 2024 menjadi 5,79 persen di tahun 2025. Tingkat pengangguran turut menurun dari 4,58 persen menjadi 3,70 persen, sementara pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,27 persen menjadi 3,70 persen.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama yang dilandasi keikhlasan dan amanah,” ungkapnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Di antaranya melalui pemberian beasiswa hingga jenjang magister, bantuan seragam sekolah gratis, penyediaan bus sekolah, serta layanan kesehatan gratis.
Selain itu, sejumlah program prioritas pasca-Idul Fitri juga akan segera dijalankan, seperti Program Pejuang Subuh bagi pelajar, Satu Desa Satu Ambulans melalui skema CSR perusahaan, bantuan operasional petugas keagamaan, pengembangan wisata religi, hingga perluasan santunan bagi lansia.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan jalur dua dari Tugu Bundaran Desa Atue hingga ruas Malili–Sorowako, serta rencana pembangunan RSUD Tipe B di Malili.
“Seluruh program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata dan kemudahan akses bagi masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Pelaksanaan Sholat Id dipimpin oleh Ustadz Sahrun, S.Pd.I sebagai imam, dengan khutbah disampaikan oleh Ustadz Azhar B., S.Ag. Usai ibadah, Bupati Irwan menggelar open house di kediaman pribadinya, sementara Wakil Bupati membuka rumah jabatan untuk masyarakat sebagai ajang silaturahmi dalam suasana penuh kehangatan Lebaran.
DISKOMINFO LUWU TIMUR
49 Tahun Transmigrasi, Pemkab Luwu Timur Apresiasi Kontribusi Desa Sumber Makmur bagi Pembangunan Daerah
Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan apresiasi atas perjalanan 49 tahun program transmigrasi di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Kalaena, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan sosial, ekonomi, serta memperkuat kerukunan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Luwu Timur, Askar, saat mewakili Bupati Luwu Timur menghadiri peringatan Hari Kedatangan Transmigrasi ke-49 yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Desa Sumber Makmur ke-15 di pelataran Kantor Desa Sumber Makmur, Selasa (30/6/2026).
Dalam sambutannya, Askar menegaskan bahwa program transmigrasi telah menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan wilayah di Kabupaten Luwu Timur.
Menurutnya, keberhasilan para transmigran tidak hanya terlihat dari terbukanya kawasan permukiman baru, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan berkembangnya aktivitas ekonomi di desa tersebut.
“Program transmigrasi tidak hanya berhasil membuka wilayah permukiman baru, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat,” ujar Askar.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kehidupan masyarakat Desa Sumber Makmur yang mampu menjaga keharmonisan meski dihuni oleh warga dari berbagai latar belakang budaya dan daerah asal.
Menurutnya, keberagaman yang terpelihara menjadi modal penting dalam membangun desa yang semakin maju dan sejahtera.
“Saya bangga melihat keberagaman di Desa Sumber Makmur dapat hidup berdampingan secara harmonis di tengah perbedaan. Inilah kekuatan yang harus terus dijaga untuk membawa desa ini menuju masa depan yang lebih baik, lebih maju, dan semakin sejahtera,” tambahnya.
Mengenang Perjuangan Para Perintis
Sementara itu, Kepala Desa Sumber Makmur, Turatno, mengatakan peringatan Hari Kedatangan Transmigrasi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para perintis yang telah membuka dan membangun desa sejak awal program transmigrasi.
Ia berharap semangat perjuangan para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus melanjutkan pembangunan desa dengan tetap menjaga persatuan serta melestarikan nilai-nilai budaya.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Bertumbuh dari Perjuangan, Berbuah untuk Generasi Berbudaya dan Mandiri.”
Suasana perayaan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya yang dibawakan oleh para pelajar serta muda-mudi Desa Sumber Makmur, menampilkan keberagaman budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Berawal dari 500 Kepala Keluarga Transmigran
Desa Sumber Makmur memiliki sejarah panjang yang bermula pada tahun 1977 melalui program transmigrasi pemerintah.
Kala itu, sebanyak 500 kepala keluarga dari Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ditempatkan di kawasan tersebut untuk membuka lahan dan membangun permukiman baru.
Melalui kerja keras, semangat gotong royong, dan kebersamaan, para transmigran berhasil mengembangkan kawasan tersebut hingga menjadi desa yang produktif dan terus berkembang.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang desa, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng.
Momentum tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para perintis Desa Sumber Makmur sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasa mereka dalam membangun desa sejak masa awal transmigrasi.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Kalaena, Kapolsek Kalaena, para kepala desa se-Kecamatan Kalaena, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.
Peringatan Hari Kedatangan Transmigrasi ke-49 dan Hari Jadi Desa Sumber Makmur ke-15 menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Desa Sumber Makmur yang berbudaya, mandiri, dan terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Luwu Timur.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login