Connect with us

NEWS

256 Siswa di Karo Diduga Keracunan MBG, BGN Janji Investigasi dan Tutup Sementara Dapur

Published

on

Kitasulsel–KARO — Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menanggapi dugaan keracunan yang dialami ratusan pelajar setelah menyantap makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kepala BGN Sudaryono langsung berkomunikasi melalui video call dengan Bupati Karo Antonius Ginting untuk membahas kejadian yang dilaporkan terjadi pada Kamis (13/8/2026).

Dalam komunikasi tersebut, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa para siswa. Ia juga memastikan BGN akan melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab munculnya gejala setelah makanan MBG dikonsumsi.

“Terima kasih Pak Bupati, terima kasih atas responsnya yang prima. Saya perbaiki ini, minta maaf. Kita niat hari kan kasih gizi anak-anak ini kok ada, kami investigasi Pak,” ujar Sudaryono, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Jumat (14/8/2026).

Sudaryono bahkan menyatakan akan memberikan tindakan tegas apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya persoalan dalam pengelolaan layanan MBG.

“Nanti kami investigasi, dapurnya kami tutup, kami suspend dapurnya. Kemudian kepala SPPG-nya kami copot Pak,” tegasnya.

BGN Minta Sampel Makanan Diperiksa

Sudaryono mengatakan evaluasi terhadap layanan MBG di Kabupaten Karo akan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelaksanaan program di lapangan.

BACA JUGA  Wamenag: Dai Harus Profesional, Kuasi Disiplin Ilmu

Ia mengakui adanya kekurangan dalam kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program di wilayah tersebut.

“Kami berusaha memperbaiki layanan Pak Bupati. Jadi, nah minta tolong, kalau gitu saya tetap, walaupun saya minta maaf karena performa yang kurang baik dari anak buah saya di lapangan,” katanya.

BGN juga meminta pemerintah daerah ikut membantu proses investigasi, termasuk melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang masih tersisa.

Permintaan tersebut langsung direspons Bupati Karo Antonius Ginting. Ia mengatakan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Siap Pak. Kami memang sebelumnya sampel makanan yang masih ada tersisa melalui Kepala Dinas Kesehatan juga kami sudah mintakan untuk apa bahan persiapan untuk pemeriksaan,” ujar Antonius.

Ia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal secara kasatmata, tidak ditemukan kondisi yang dianggap mengkhawatirkan pada makanan tersebut.

“Sebetulnya setelah kami lihat tadi semua, tidak ada satu pun yang mengkhawatirkan,” sambungnya.

Pengawasan MBG di Daerah Diperketat

Sudaryono menekankan pentingnya memperkuat pengawasan terhadap seluruh pelaksanaan MBG di daerah. Menurutnya, pengawasan tersebut perlu dilakukan secara berlapis agar keamanan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat benar-benar terjamin.

BACA JUGA  Makassar Bergemuruh Sambut Jokowi Jelang Penutupan Rakernas PSI

Ia mengaitkan penguatan pengawasan tersebut dengan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pembentukan Satuan Tugas (Satgas) MBG.

BGN juga meminta dukungan kepala daerah untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program di wilayah masing-masing.

“Kami butuh pengawasan lebih ketat Pak di daerah. Nanti kami meminta tolong Pak Bupati untuk dibantu monitoring dan lain-lain supaya tidak boleh lagi ada satu anak pun, enggak boleh ada yang keracunan Pak Bupati,” tegas Sudaryono.

256 Siswa Diduga Mengalami Gejala Keracunan

Dugaan keracunan tersebut dilaporkan terjadi saat jam makan siang sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (13/8/2026).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menyebut terdapat lima sekolah yang siswanya mengalami gejala, terdiri dari tiga sekolah tingkat SMA/SMK dan dua SMP.

Tiga sekolah tingkat SMA/SMK tersebut yakni SMA Negeri 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, dan SMA Swasta Bersama. Sementara dari jenjang SMP terdapat SMP Bersama dan SMP Negeri 3 Kabanjahe.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 256 siswa diduga mengalami keracunan. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah karena proses pendataan dan pemeriksaan masih berlangsung.

BACA JUGA  Indonesia Bersiap Jadi Tuan Rumah International Grand Imams Conference 2026, Dorong Rekonsiliasi Perdamaian Dunia

Zulkarnain mengatakan dugaan awal mengarah pada salah satu menu yang disajikan dalam paket MBG, yakni ikan dencis gulai. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau menunya yang saya lihat itu, sayurnya sayur wortel sama kol, ikannya dencis gulai sama sambal. Diperkirakan itu dari ikan dencis itu perkiraan sementara,” ujarnya.

Gejala yang dilaporkan muncul antara lain rasa gatal pada mulut dan kulit serta sesak napas. Para siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Karo.

Zulkarnain memastikan kondisi siswa yang menjalani perawatan sejauh ini relatif stabil. Ia menyebut sebagian keluhan sesak kemungkinan diperburuk oleh kepanikan setelah siswa merasakan gejala awal.

“Gitu yang sesak, mungkin karena panik juga. Sebenarnya kondisinya stabil di rumah sakit, karena panik di awal,” katanya.

Pemerintah daerah bersama BGN kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada para siswa sekaligus menentukan langkah selanjutnya terhadap layanan MBG di wilayah tersebut.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending