Connect with us

NEWS

IHSG Ditutup Anjlok 1,89 Persen, Rupiah Melemah Tembus Rp18.014 per Dolar AS

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada penutupan perdagangan Rabu (8/7/2026). Setelah bergerak di zona merah sejak awal sesi, IHSG akhirnya ditutup anjlok 113,12 poin atau 1,89 persen ke level 5.873,37.

Berdasarkan data perdagangan, pelemahan juga terjadi pada indeks unggulan LQ45 yang terkoreksi 2,02 persen dan ditutup di level 582,884, mencerminkan tekanan yang terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat total nilai transaksi sebesar Rp10,23 triliun dengan volume mencapai 21,66 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,95 juta kali sepanjang sesi perdagangan.

Di kelompok saham yang mencatat penguatan tertinggi (top gainers), PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) memimpin dengan kenaikan 25 persen ke level 1.950. Disusul PT Niramas Utama Tbk. (JELI) yang menguat 24,89 persen menjadi 1.405, PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) naik 24,51 persen ke 635, PT Bach Multi Global Tbk. (BACH) melonjak 24,43 persen ke 550, serta PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) yang menguat 22,95 persen ke level 150.

BACA JUGA  Menunda 5 Tahun Demi Keyakinan, La Beddu Akhirnya Berangkat Haji Bersama Annur dan Sang Anak

Sebaliknya, kelompok saham dengan pelemahan terdalam (top losers) dipimpin PT Bekasi Asri Pemula Tbk. (BAPA) yang turun 14,98 persen ke level 386. Diikuti PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (BIPP) dan PT Trimitra Propertindo Tbk. (LAND) yang sama-sama terkoreksi 14,29 persen ke level 60. PT Pikko Land Development Tbk. (RODA) melemah 13,43 persen ke 58, sedangkan PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) turun 13,33 persen menjadi 78.

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp1,12 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp708,34 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) Rp471 miliar, PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) Rp455,44 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp424,46 miliar.

BACA JUGA  Rusdi Masse Ucapkan Selamat Hari Adhyaksa ke-65: Dukung Penuh Semangat Penegakan Hukum di Indonesia

Sementara dari sisi volume perdagangan, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham teraktif dengan transaksi mencapai 10,39 juta lembar. Disusul PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) sebanyak 8,44 juta lembar, PT Esa Medika Mandiri Tbk. (EMMI) 8,12 juta lembar, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) 7,98 juta lembar, serta PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) sebanyak 5,01 juta lembar.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga kembali berada di bawah tekanan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 34 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp18.014 per dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, pergerakan bursa saham di kawasan Asia berlangsung bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,12 persen ke level 66.819,05, sedangkan Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 2,98 persen menjadi 24.199,46. Di China, Indeks SSE Composite melemah 0,48 persen ke level 3.970,88, sementara Indeks Straits Times Singapura naik 0,86 persen ke posisi 5.388,03.

BACA JUGA  Antusiasme Tak Surut, Annur Maarif Catat Keberangkatan Umrah Keempat di Bulan Juli

Pelemahan IHSG yang disertai dengan depresiasi nilai tukar rupiah menunjukkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati di tengah dinamika ekonomi dan keuangan global.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

OJK Bantah Isu Bank Asing Ramai-Ramai Tarik Dana dari Indonesia

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantah kabar yang menyebut bank-bank besar asing ramai-ramai menarik dana dari Indonesia. OJK menilai informasi tersebut berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa pengiriman dana oleh bank asing ke kantor pusat merupakan praktik bisnis yang lazim, terutama dalam bentuk distribusi keuntungan hasil investasi.

“Enggak benar itu sebetulnya, itu sebenarnya terlalu berlebihan. Kalau orang investasi di Indonesia, dia mengirimkan ke sana itu keuntungannya, ya itu sesuatu yang wajar dilakukan,” ujar Dian kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Dian, setiap investor memiliki hak untuk memindahkan atau mengirimkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usahanya di Indonesia ke negara asal. Praktik tersebut merupakan bagian dari mekanisme investasi yang berlaku secara umum.

BACA JUGA  Rusdi Masse Ucapkan Selamat Hari Adhyaksa ke-65: Dukung Penuh Semangat Penegakan Hukum di Indonesia

Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses pengiriman dana ke luar negeri tetap harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Yang tidak boleh itu kalau dia melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum, melakukan transaksi yang tidak benar untuk mengirimkan ke luar. Kapan dilakukan, tahapannya seperti apa itu sudah diatur atas persetujuan kita. Jadi enggak ada sesuatu yang aneh,” jelasnya.

Dian menambahkan, praktik repatriasi laba oleh bank asing bukanlah fenomena baru. Menurutnya, bank-bank asing yang telah lama beroperasi di Indonesia juga telah melakukan hal serupa selama bertahun-tahun sebagai bagian dari aktivitas bisnis yang normal.

“Itu sebenarnya sesuatu yang normal dari dulu. Mereka investasi di Indonesia sejak puluhan tahun lalu dan itu merupakan praktik yang biasa,” katanya.

BACA JUGA  Menunda 5 Tahun Demi Keyakinan, La Beddu Akhirnya Berangkat Haji Bersama Annur dan Sang Anak

Sebelumnya, tiga bank asing besar yang beroperasi di Indonesia, yakni Citigroup, Standard Chartered, dan HSBC, dilaporkan mengirimkan dana sekitar Rp11,5 triliun atau setara USD637,96 juta kepada perusahaan induknya sepanjang periode 2024–2025.

Berdasarkan analisis laporan keuangan yang dikutip dari Japan News, nilai dana yang direpatriasi tersebut bahkan sedikit lebih besar dibandingkan total laba yang dibukukan ketiga bank tersebut selama periode yang sama.

Standard Chartered disebut menjadi bank dengan nilai repatriasi terbesar dibandingkan laba tahunannya, memanfaatkan akumulasi laba dari tahun-tahun sebelumnya. Sementara Citigroup dilaporkan mengirimkan hampir seluruh laba gabungannya selama 2024–2025 ke perusahaan induk, sedangkan HSBC merepatriasi hampir Rp3 triliun meski laba bersih yang diperoleh pada tahun sebelumnya berada di bawah angka tersebut.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi Terima Kunjungan Marsda TNI dan Asisten Pidana Militer Kejati Sulsel

Meski demikian, OJK menegaskan bahwa pengiriman keuntungan kepada perusahaan induk merupakan praktik yang sah selama dilakukan sesuai regulasi dan tidak berkaitan dengan pelanggaran hukum maupun transaksi ilegal. OJK juga memastikan pengawasan terhadap arus dana lintas negara tetap dilakukan secara ketat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Continue Reading

Trending