Connect with us

Nasional

Wamenag Minta Publik Tak Terburu-buru Kaitkan Insiden MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) H.R. Muhammad Syafi’i mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan insiden ledakan yang melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme. Menurutnya, penyebab peristiwa tersebut harus diselidiki secara menyeluruh sebelum diambil kesimpulan.

Pernyataan itu disampaikan Romo Muhammad Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa memiliki latar belakang yang berbeda sehingga membutuhkan proses penyelidikan yang objektif.

“Peristiwa seperti di MAN 3 Padang harus ditelusuri terlebih dahulu. Jangan langsung memberikan kesimpulan sebelum diketahui apa yang sebenarnya memicu kejadian tersebut,” ujarnya.

Romo mencontohkan, pernah terjadi kasus ledakan serupa di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan aksi radikalisme. Namun, setelah dilakukan pendalaman, penyebabnya justru berkaitan dengan persoalan psikologis pelaku, bukan karena motif ideologi.

BACA JUGA  PJ Bahtiar Dampingi Menteri Agama RI pada Haul Akbar 28 Anregurutta KH Abdurrahman Ambo Dalle

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum sebelum menyebarkan asumsi atau spekulasi.

Menurut Wamenag, insiden tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar lebih memperhatikan kondisi psikologis dan sosial para peserta didik.

“Ini harus menjadi peringatan bagi kita yang bertanggung jawab terhadap pendidikan untuk lebih memahami apa yang sebenarnya dihadapi oleh para pelajar kita,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga siswa dapat belajar, berkembang, serta mempersiapkan masa depan tanpa terdorong melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Wamenag juga menilai seluruh kemungkinan penyebab insiden perlu didalami secara komprehensif. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat faktor-faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut, sehingga proses investigasi harus dilakukan secara menyeluruh.

BACA JUGA  Kemendikdasmen Terbitkan Permendikdasmen Tes Kemampuan Akademik

“Masyarakat sebaiknya melihat peristiwa ini secara utuh, tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan dugaan, perasaan, atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Padang dilaporkan tetap berlangsung normal sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang diduga dilakukan oleh seorang pelajar berinisial R pada Selasa (14/7/2026). Aparat masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta penyebab pasti peristiwa tersebut.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Pemerintah Matangkan Pengambilalihan KCIC, Menkeu: Tinggal Tunggu Proses Administrasi

Published

on

Kitasulsel–JAKARTAMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan proses pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh pemerintah telah diputuskan. Saat ini, pemerintah hanya menuntaskan tahapan administrasi sebelum kebijakan tersebut resmi direalisasikan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menghadiri kegiatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Menurutnya, keputusan mengenai pengalihan pengelolaan KCIC pada prinsipnya telah rampung dan kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi.

“Keputusannya sebenarnya sudah ada. Sekarang tinggal proses administrasi yang sedang berjalan. Begitu urusan Danantara selesai, nanti kami laporkan kembali kepada Presiden,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan KCIC nantinya akan diserahkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada Kementerian Keuangan untuk diselesaikan.

BACA JUGA  Presiden PPMI Mesir dan Ketua Kerukunan Alumni As’adiya Mesir Dorong Mahasiswa Kaji Cinta Kemanusiaan

Ia menegaskan penyelesaian persoalan KCIC tidak harus menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah skema pembiayaan alternatif melalui berbagai instrumen dan kendaraan investasi yang dimiliki.

“KCIC saat ini masih berada di Danantara. Nanti akan diserahkan kepada saya sesuai perintah Presiden untuk kami selesaikan. Namun, tidak harus menggunakan APBN karena kami memiliki berbagai instrumen dan vehicle pembiayaan yang bisa digunakan untuk menangani KCIC,” jelasnya.

Meski demikian, Menkeu belum mengungkapkan secara rinci mekanisme penyelesaian yang akan diterapkan. Ia menyebut penjelasan lebih lanjut baru akan disampaikan setelah proses penyerahan pengelolaan KCIC selesai dilakukan.

Purbaya juga membantah isu yang menyebut KCIC akan dikelola dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, tidak ada rencana pemerintah untuk mengubah status pengelolaan perusahaan tersebut menjadi BLU.

BACA JUGA  Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan Hampir Rampung, Siap Beroperasi Tahun Ajaran 2026/2027

“Pokoknya diserahkan kepada saya, nanti kami yang menyelesaikannya,” tegas Purbaya.

Pemerintah berharap penyelesaian proses administrasi dapat segera rampung sehingga langkah penataan pengelolaan KCIC dapat dilakukan secara optimal guna mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan layanan kereta cepat di Indonesia.

Continue Reading

Trending