Connect with us

Nasional

Wamenag Minta Publik Tak Terburu-buru Kaitkan Insiden MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) H.R. Muhammad Syafi’i mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan insiden ledakan yang melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme. Menurutnya, penyebab peristiwa tersebut harus diselidiki secara menyeluruh sebelum diambil kesimpulan.

Pernyataan itu disampaikan Romo Muhammad Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa memiliki latar belakang yang berbeda sehingga membutuhkan proses penyelidikan yang objektif.

“Peristiwa seperti di MAN 3 Padang harus ditelusuri terlebih dahulu. Jangan langsung memberikan kesimpulan sebelum diketahui apa yang sebenarnya memicu kejadian tersebut,” ujarnya.

Romo mencontohkan, pernah terjadi kasus ledakan serupa di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan aksi radikalisme. Namun, setelah dilakukan pendalaman, penyebabnya justru berkaitan dengan persoalan psikologis pelaku, bukan karena motif ideologi.

BACA JUGA  Tangani Bidang Hukum, HAM dan Keamanan, 4 Politisi Sulsel Ditempatkan di Komisi III DPR RI

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum sebelum menyebarkan asumsi atau spekulasi.

Menurut Wamenag, insiden tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar lebih memperhatikan kondisi psikologis dan sosial para peserta didik.

“Ini harus menjadi peringatan bagi kita yang bertanggung jawab terhadap pendidikan untuk lebih memahami apa yang sebenarnya dihadapi oleh para pelajar kita,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga siswa dapat belajar, berkembang, serta mempersiapkan masa depan tanpa terdorong melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Wamenag juga menilai seluruh kemungkinan penyebab insiden perlu didalami secara komprehensif. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat faktor-faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut, sehingga proses investigasi harus dilakukan secara menyeluruh.

BACA JUGA  Prabowo dan PM Modi Resmikan Kerja Sama Konservasi Candi Prambanan Indonesia–India

“Masyarakat sebaiknya melihat peristiwa ini secara utuh, tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan dugaan, perasaan, atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Padang dilaporkan tetap berlangsung normal sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang diduga dilakukan oleh seorang pelajar berinisial R pada Selasa (14/7/2026). Aparat masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta penyebab pasti peristiwa tersebut.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending