Nasional
Pemerintah Matangkan Pengambilalihan KCIC, Menkeu: Tinggal Tunggu Proses Administrasi
Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan proses pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh pemerintah telah diputuskan. Saat ini, pemerintah hanya menuntaskan tahapan administrasi sebelum kebijakan tersebut resmi direalisasikan.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menghadiri kegiatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Menurutnya, keputusan mengenai pengalihan pengelolaan KCIC pada prinsipnya telah rampung dan kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi.
“Keputusannya sebenarnya sudah ada. Sekarang tinggal proses administrasi yang sedang berjalan. Begitu urusan Danantara selesai, nanti kami laporkan kembali kepada Presiden,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan KCIC nantinya akan diserahkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada Kementerian Keuangan untuk diselesaikan.
Ia menegaskan penyelesaian persoalan KCIC tidak harus menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah skema pembiayaan alternatif melalui berbagai instrumen dan kendaraan investasi yang dimiliki.
“KCIC saat ini masih berada di Danantara. Nanti akan diserahkan kepada saya sesuai perintah Presiden untuk kami selesaikan. Namun, tidak harus menggunakan APBN karena kami memiliki berbagai instrumen dan vehicle pembiayaan yang bisa digunakan untuk menangani KCIC,” jelasnya.
Meski demikian, Menkeu belum mengungkapkan secara rinci mekanisme penyelesaian yang akan diterapkan. Ia menyebut penjelasan lebih lanjut baru akan disampaikan setelah proses penyerahan pengelolaan KCIC selesai dilakukan.
Purbaya juga membantah isu yang menyebut KCIC akan dikelola dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, tidak ada rencana pemerintah untuk mengubah status pengelolaan perusahaan tersebut menjadi BLU.
“Pokoknya diserahkan kepada saya, nanti kami yang menyelesaikannya,” tegas Purbaya.
Pemerintah berharap penyelesaian proses administrasi dapat segera rampung sehingga langkah penataan pengelolaan KCIC dapat dilakukan secara optimal guna mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan layanan kereta cepat di Indonesia.
Nasional
Wamenag Minta Publik Tak Terburu-buru Kaitkan Insiden MAN 3 Padang dengan Radikalisme
Kitasulsel–JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) H.R. Muhammad Syafi’i mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan insiden ledakan yang melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme. Menurutnya, penyebab peristiwa tersebut harus diselidiki secara menyeluruh sebelum diambil kesimpulan.
Pernyataan itu disampaikan Romo Muhammad Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa memiliki latar belakang yang berbeda sehingga membutuhkan proses penyelidikan yang objektif.
“Peristiwa seperti di MAN 3 Padang harus ditelusuri terlebih dahulu. Jangan langsung memberikan kesimpulan sebelum diketahui apa yang sebenarnya memicu kejadian tersebut,” ujarnya.
Romo mencontohkan, pernah terjadi kasus ledakan serupa di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan aksi radikalisme. Namun, setelah dilakukan pendalaman, penyebabnya justru berkaitan dengan persoalan psikologis pelaku, bukan karena motif ideologi.
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum sebelum menyebarkan asumsi atau spekulasi.
Menurut Wamenag, insiden tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar lebih memperhatikan kondisi psikologis dan sosial para peserta didik.
“Ini harus menjadi peringatan bagi kita yang bertanggung jawab terhadap pendidikan untuk lebih memahami apa yang sebenarnya dihadapi oleh para pelajar kita,” katanya.
Ia menambahkan, sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif sehingga siswa dapat belajar, berkembang, serta mempersiapkan masa depan tanpa terdorong melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Wamenag juga menilai seluruh kemungkinan penyebab insiden perlu didalami secara komprehensif. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan terdapat faktor-faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut, sehingga proses investigasi harus dilakukan secara menyeluruh.
“Masyarakat sebaiknya melihat peristiwa ini secara utuh, tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan dugaan, perasaan, atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di MAN 3 Padang dilaporkan tetap berlangsung normal sehari setelah insiden ledakan bom rakitan yang diduga dilakukan oleh seorang pelajar berinisial R pada Selasa (14/7/2026). Aparat masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta penyebab pasti peristiwa tersebut.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login