Connect with us

Kementrian Agama RI

Ulama Sulsel Masuk 9 AHWA Muktamar NU , Baharuddin HS Ikut Tentukan Arah NU 5 Tahun ke Depan

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR  — Nama Sulawesi Selatan kembali mendapat tempat penting dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

AG Dr. KH. Baharuddin HS, MA, ulama asal Sulawesi Selatan, terpilih sebagai salah satu dari sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar NU 2026.

Posisi tersebut membuat Baharuddin HS menjadi salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam rangkaian proses penentuan kepemimpinan NU untuk masa khidmat 2026–2031.

Dalam rekapitulasi nasional, Baharuddin HS memperoleh 392 suara, menempatkannya di posisi ketiga dari sembilan ulama yang terpilih sebagai anggota AHWA. Ia berada di bawah KH Nurul Huda Djazuli yang memperoleh 485 suara dan Tgk KH Nuruzzahri Yahya dengan 477 suara.

BACA JUGA  Sinergi Kemenag–MUI Perkuat Penegakan Hukum Keagamaan, Menag: Demi Kedamaian Umat

Sembilan anggota AHWA tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam mekanisme musyawarah untuk menentukan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Mekanisme AHWA sendiri menjadi salah satu tahapan penting dalam Muktamar ke-35 NU. Para ulama yang terpilih bermusyawarah untuk menentukan sosok Rais Aam yang akan memimpin jajaran Syuriyah PBNU untuk periode mendatang.

Dalam perkembangan terbaru, sembilan anggota AHWA tersebut telah menetapkan KH Miftachul Akhyar kembali sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026–2031 melalui musyawarah mufakat. Keputusan tersebut diambil dalam persidangan di Jombang pada Minggu malam, 30 Agustus 2026.

Dengan terpilihnya Baharuddin HS, nama ulama dari Sulsel turut berada dalam lingkaran penting proses pengambilan keputusan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

BACA JUGA  Buka Konsolidasi Nasional KUB, Menag Nasaruddin Umar Ajak Perkuat Kerukunan

Keterlibatan itu juga menjadi perhatian tersendiri bagi warga Sulawesi Selatan karena posisi AHWA bukan sekadar struktur formal. Para anggotanya dipercaya membawa pertimbangan keulamaan dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Baharuddin HS sendiri dikenal sebagai ulama yang memiliki latar belakang keilmuan Islam sekaligus aktivitas dakwah dan pendidikan. Namanya kini semakin mendapat perhatian setelah memperoleh dukungan besar dalam proses penjaringan AHWA Muktamar NU.

Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Selain menentukan Rais Aam, rangkaian muktamar juga menjadi momentum penting bagi NU dalam menentukan kepemimpinan dan arah organisasi untuk periode lima tahun mendatang.

Bagi Sulsel, masuknya Baharuddin HS dalam sembilan anggota AHWA menjadi kabar penting. Sebab, ulama asal daerah ini tidak hanya hadir sebagai peserta muktamar, tetapi ikut berada dalam forum yang memiliki peran strategis dalam menentukan kepemimpinan tertinggi NU.

BACA JUGA  Dr. Bunyamin Gaungkan Asta Protas di Sulsel: Dari Sukses Haji hingga Kurikulum Berbasis Cinta
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending