Connect with us

Entertainment

Arwah Influencer Curiga Dibunuh, Ghosthing Hadirkan Misteri Kematian dalam Balutan Horor Komedi

Published

on

KITASULSEL – MAKASSAR – Film horor Indonesia kembali menawarkan cerita yang memadukan misteri, komedi, dan dunia arwah. Melalui Ghosthing, penonton diajak mengikuti kisah seorang influencer yang meninggal dunia, tetapi arwahnya menolak pergi sebelum mengungkap kejanggalan di balik kematiannya.

Film produksi Imperial Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026. Disutradarai Arie Azis dengan skenario karya Evelyn Afnilia, Ghosthing mengemas misteri kematian dalam cerita yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga humor dan interaksi antarkarakter.

Cerita berpusat pada Alfian, diperankan Baskara Mahendra, seorang perias jenazah yang memiliki kemampuan melihat arwah sejak lahir. Kemampuan tersebut membuatnya terbiasa berinteraksi dengan makhluk dari dunia lain.

BACA JUGA  El Niño 2026 Bisa Jadi yang Terbesar dalam 1.000 Tahun, Dunia Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem Hingga 2027

Kehidupan Alfian berubah ketika ia mendapat tugas merias jenazah Maya, seorang influencer yang diperankan Yasamin Jasem. Maya diketahui meninggal akibat masalah jantung. Namun, arwahnya meyakini ada kejanggalan di balik kematiannya dan menduga dirinya menjadi korban pembunuhan.

Maya kemudian meminta bantuan Alfian untuk mengungkap misteri tersebut. Alfian bersedia membantu dengan satu syarat: Maya harus ikut membantunya menemukan arwah ibunya, Ranti, yang diperankan Mona Ratuliu.

Keduanya pun terlibat dalam penyelidikan yang membawa mereka menghadapi berbagai rahasia dan kejadian tak terduga. Waktu menjadi tantangan tersendiri karena mereka hanya memiliki 40 hari untuk mengungkap misteri kematian Maya.

Selain Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem, film ini turut dibintangi Tanta Ginting, Chika Waode, Leony, Siti Fauziah, Mathias Muchus, Reinold Lawalata, Mona Ratuliu, dan Amel Carla.

BACA JUGA  Hanin Dhiya Hidupkan Lagi “Cinta Ini Membunuhku”, Lagu D’MASIV Kini Lebih Sendu

Kehadiran Maya sebagai influencer turut membawa kehidupan figur digital ke dalam cerita. Popularitas dan identitasnya di dunia manusia menjadi latar bagi misteri yang harus dipecahkan setelah kematiannya.

Berbeda dari film horor yang menempatkan hantu semata-mata sebagai sumber teror, Ghosthing menjadikan arwah sebagai bagian penting dari penyelidikan. Perpaduan tersebut membuka ruang bagi ketegangan sekaligus humor, tanpa meninggalkan pertanyaan utama tentang penyebab kematian Maya.

Film ini menyasar penonton berusia 13 tahun ke atas berdasarkan klasifikasi Lembaga Sensor Film.

Dengan menggabungkan misteri kematian, kemampuan melihat arwah, dan kehidupan influencer, Ghosthing menawarkan pendekatan horor komedi yang bertumpu pada satu teka-teki: apakah kecurigaan Maya benar, dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab jika kematiannya bukan sekadar akibat masalah jantung?

BACA JUGA  3 Standing Ovation dan The Boss Antar Melani Sidrap Lolos ke Babak Berikutnya DA8 Indosiar

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending