Connect with us

Luwu Timur

Satu Bulan Penuh, Malili Night Market Resmi Dibuka Bupati Irwan

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam membuka Pasar Malam bertajuk “Malili Night Market”, yang dilaksanakan di Kompleks Lapangan Olahraga Trans Puncak Indah, Malili, Rabu (18/06/2025).

Turut Hadir Sekretaris Daerah, H. Bahri Suli, Staf Ahli, Para Kepala OPD, Unsur Tripika, Kepala Desa Puncak Indah, Muhammad Cakir, serta Pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.

Malili Night Market ini merupakan wadah dalam pengembangan ekonomi masyarakat khususnya pelaku UMKM yang berada di wilayah sekitar, Kegiatan ini berlangsung selama 1 bulan dari tanggal 15 Juni -15 Juli 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bahri Syam mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan Malili Night Market ini.

BACA JUGA  Bundaran Batara Guru Hidupkan Kebersamaan Lewat Program Sabtu Sehat Juara

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, lancar sehingga barangkali dari kondisi yang ada nanti bisa ditambah lagi harinya”, ungkap Irwan.

Acara ini merupakan harapan dari masyarakat dan UMKM yang ada di desa puncak indah.

“Kami juga sudah memikirkan daerah-daerah atau spot-spot yang nantinya akan menjadi tempat wisata kuliner kedepannya”, Lanjut Irwan.

Bupati Irwan berharap semoga adanya Malili Night Market ini bisa memberikan keuntungan bagi UMKM yang ada serta menjadi tempat wisata atau tempat hiburan bagi masyarakat malili.

Setelah membuka secara resmi, Bupati Irwan juga menyempatkan untuk berkunjung ke stand UMKM serta mencoba salah satu wahana Night Market yang ada. (*)

BACA JUGA  Menanam Kejujuran, Membangun Negeri: Luwu Timur Gaungkan Semangat Antikorupsi
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Wabup Puspawati Husler Resmi Buka Futsal Tournament Uncledils MGM 2025 di GOR Malili

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tutup Nickel Cup IX 2025, Budiro FC Pertahankan Gelar Juara

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Irwan Akan Hidupkan Kembali Program Pejuang Subuh

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending