Connect with us

Luwu Timur

PDPM Lutim Resmi Dikukuhkan, Bupati Harap Bisa Bersinergi dengan Pemda

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam menghadiri Pengukuhan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Luwu Timur periode 2024–2028, Selasa (8/7/2025), di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati.

Pengukuhan ini berlangsung khidmat dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muh. Riza Ibrahim, dilanjutkan dengan penampilan Pencak Silat dari Tapak Suci Putra Muhammadiyah. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Pemuda Negarawan Memajukan Luwu Timur.”

Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengucapkan selamat kepada pemuda yang telah dikukuhkan yang akan mengemban amanah selama empat tahun kedepan semoga tanggungjawab yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik.

“Selamat kepada para pemuda yang telah dikukuhkan. Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan baik selama empat tahun ke depan,” ujar Bupati Irwan.

BACA JUGA  Di Hadapan Ribuan Masyarakat, Bupati Irwan Janjikan Perbaikan Permanen Asrama Ponpes

H. Irwan juga berharap PDPM Luwu Timur bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun daerah.

Sebagai pimpinan daerah, Irwan juga menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu membuka ruang kolaborasi untuk semua organisasi, termasuk kepada Pemuda Muhammadiyah.

Ketua Terpilih PDPM Luwu Timur, Suherman, turut mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang telah hadir langsung dalam acara pengukuhan tersebut.

“Pemuda Muhammadiyah memiliki identitas, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” ucap Suherman.

Suherman menambahkan bahwa keberhasilan organisasi tidak lepas dari kerja sama semua sektor.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Luwu Timur, Herdinang, dalam sambutannya berharap agar PDPM yang baru bisa menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tegaskan Kerja Nyata ASN Saat Pimpin Apel Pagi

“Semoga kepengurusan baru ini bisa memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Herdinang.

Sementara Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Publik Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Selatan, Ruslan Abd. Gani, menyampaikan pentingnya kaderisasi tematik di internal Muhammadiyah.

Menurutnya, pemuda Muhammadiyah juga harus berani memulai usaha kecil maupun menengah untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, perwakilan Unsur Forkopimda, Ketua KPU, Bawaslu, beberapa kepala OPD, Ikatan Muhammadiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah Luwu Timur. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Bupati dan Wabup Lutim Sambut Tim Penilai Adipura untuk Evaluasi Lingkungan

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Study Visit Pandu Juara Lutim Berlanjut Ke Sentra Perkebunan Nanas Kediri

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Fasilitas Pendidikan dan Keagamaan di Towuti, Tegaskan Percepatan Perbaikan Sarana

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending