Connect with us

Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Tinjau Fasilitas Pendidikan dan Keagamaan di Towuti, Tegaskan Percepatan Perbaikan Sarana

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Towuti, Jumat (28/11/2025), dengan agenda meninjau sejumlah fasilitas pendidikan dan keagamaan di lingkungan Pesantren Hidayatullah Wawondula.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan layanan pendidikan dan fasilitas pendukungnya tetap layak dan aman bagi para pelajar.

Lokasi pertama yang disambangi Bupati Irwan adalah area yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Masjid Besar Pesantren Hidayatullah Wawondula. Masjid tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus pembinaan keagamaan bagi santri dan masyarakat sekitar.

Usai peninjauan lokasi masjid, rombongan bergerak menuju bangunan SMP Integral Darul Ilmi Hidayatullah Towuti yang telah rampung dikerjakan. Pada kesempatan itu, Bupati Irwan memberikan penegasan kepada kontraktor yang menangani proyek agar tidak meninggalkan lokasi sebelum memastikan seluruh area bersih dari sisa material.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Fasilitasi Dialog Terbuka, PT Vale Siap Tanggung Jawab Dampak Kebocoran Pipa

“Bangunan ini sudah selesai, tapi sebelum ditinggalkan harus dibersihkan dulu. Jangan sampai ada material tersisa yang mengganggu,” tegas Bupati Irwan kepada pihak pelaksana proyek.

Kunjungan berlanjut ke lokasi rencana pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) 2 lantai dengan total 6 ruang yang bakal didirikan di depan kantor SMP Integral. Bupati meminta agar seluruh persiapan dilakukan secara matang sehingga proses pembangunan dapat berjalan tanpa kendala dan dapat dimanfaatkan secepat mungkin oleh para siswa.

Setelah dari SMP Integral, Bupati Irwan melanjutkan peninjauan ke MIS Darul Ilmi Hidayatullah Towuti. Di sekolah ini, ia menemukan beberapa fasilitas yang memerlukan perhatian serius. Mulai dari kondisi toilet yang kurang terawat, atap bangunan yang mengalami kebocoran, hingga belum adanya mushalla dan kantor yang memadai bagi guru serta tenaga kependidikan.

BACA JUGA  Wabup Puspawati Buka Diklat BOSP 2025 untuk Kepala Sekolah SD

Melihat kondisi tersebut, Bupati langsung memberi arahan kepada Kepala Sekolah MIS Darul Ilmi Hidayatullah untuk segera merampungkan proposal kebutuhan perbaikan.

“Saya minta proposalnya segera masuk, paling lambat lusa. Silakan masukkan semua yang menjadi kebutuhan sekolah: perbaikan atap, pembangunan mushalla dan kantor, renovasi toilet, dan lainnya,” instruksinya.

Bupati Irwan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan, termasuk di wilayah terpencil. Ia berharap perbaikan dan pembangunan fasilitas yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih layak, aman, dan mendukung perkembangan mereka.

Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum bagi seluruh satuan pendidikan di Luwu Timur untuk aktif melaporkan kondisi fasilitas mereka, sehingga pemerintah dapat merespons secara cepat dan terarah demi kemajuan sektor pendidikan daerah.

BACA JUGA  Setdakab Luwu Timur Laksanakan Pemusnahan Arsip
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Wabup Puspawati Buka Diklat BOSP 2025 untuk Kepala Sekolah SD

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Wujudkan Masyarakat Tangguh Menghadapi Ancaman Alam

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Kisah Inspiratif Atikah Zalfa : Wakili Sulsel Pada Lomba Bertutur tingkat Nasional

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending