NEWS
Bank BRI Kembali Buktikan Sebagai Jawara Bidang Literasi dan Inklusi Keuangan
KITASULSEL—MAKASSAR — Komitmen Bank BRI dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan kembali mendapat pengakuan. Pada gelaran Financial Expo (FinExpo) 2025 yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (4/10), Bank BRI dinobatkan sebagai Bank Pendorong Literasi dan Inklusi Terbaik.
Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan oleh OJK Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar.
Tak hanya itu, Bank BRI juga berhasil meraih penghargaan sebagai Booth Terfavorit pilihan pengunjung dalam acara yang berlangsung selama dua hari tersebut. Keberhasilan ini tak lepas dari pendekatan edukatif yang diusung BRI dalam memberikan pemahaman seputar layanan perbankan kepada masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas. Kehadiran layanan Bahasa Isyarat di booth BRI disambut hangat oleh komunitas disabilitas yang antusias mengunjungi dan berinteraksi langsung dengan para petugas BRI.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata konsistensi BRI dalam mendorong transformasi keuangan yang inklusif. Berbagai inisiatif strategis telah dijalankan, mulai dari perluasan jumlah Agen BRILink, peningkatan pengguna Super App BRImo, hingga peluncuran BRIsat yang mendukung pemerataan akses keuangan di seluruh penjuru negeri, termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Bank BRI juga terus mendorong pengembangan teknologi keuangan melalui platform BRIAPI (Open API) yang memungkinkan kolaborasi dengan pihak ketiga dan startup untuk menciptakan layanan keuangan yang lebih luas dan terintegrasi. Di sisi lain, edukasi dan pemberdayaan terus diperkuat melalui berbagai program seperti Desa BRILiaN, pembinaan UMKM melalui Mantri BRI dan Mekaar, hingga kolaborasi dengan entitas seperti PNM.
Mengusung konsep Hybrid Bank, BRI menggabungkan kekuatan layanan digital dengan pendekatan personal melalui Agen BRILink. Ini menjadi langkah strategis dalam menjangkau dan mendampingi masyarakat dalam memahami serta memanfaatkan produk keuangan secara bijak.
NEWS
Polisi Bongkar Jaringan Penadah Motor Curian di Sulsel-Sulbar, 86 Kendaraan Diamankan
Kitasulsel–MAKASSAR – Tim Resmob bersama Subden Bantis Den Gegana Satbrimob Polda Sulawesi Selatan berhasil membongkar jaringan penadah sepeda motor hasil curian yang beroperasi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Barat.
Dalam pengungkapan tersebut, aparat kepolisian mengamankan sebanyak 86 unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi juga menangkap sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan penjualan kendaraan hasil kejahatan tersebut.
Kasus ini terungkap setelah polisi melakukan pengembangan dari penangkapan dua pelaku curanmor berinisial JS alias DT (25) dan AD (30). Keduanya sebelumnya diamankan oleh tim gabungan Resmob Polsek Tamalate setelah diduga melakukan aksi pencurian di sejumlah lokasi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan fakta bahwa motor hasil curian tersebut dijual kepada pria berinisial MF (25) dengan harga berkisar Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per unit.
Selanjutnya, kendaraan itu kembali dijual kepada dua penadah lainnya berinisial DN (47) dan AY (48) dengan harga antara Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta per unit.
Berdasarkan informasi tersebut, aparat kepolisian bergerak melakukan operasi penangkapan di lima lokasi berbeda pada 7 Mei 2026. Lokasi penangkapan masing-masing berada di Jalan Muh Tahir Makassar, Jalan Maccini Kidul Makassar, Perumahan Samitta Kabupaten Luwu Timur, Jalan Poros Majene-Mamuju Sulawesi Barat, serta Jalan Daeng Maccirinae, Mamuju Tengah.
Selain puluhan kendaraan bermotor, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa laptop, telepon genggam, pakaian, helm, hingga jam tangan yang diduga berasal dari hasil kejahatan.
Proses penanganan kasus sempat diwarnai aksi pelarian salah satu tersangka, yakni MF. Ia diketahui melarikan diri dari Mapolsek Tamalate pada 10 Mei 2026 dengan cara melompat dari balkon lantai dua.
Setelah buron selama dua pekan, MF akhirnya berhasil ditangkap kembali pada Minggu dini hari, 25 Mei 2026 sekitar pukul 02.50 Wita di sebuah gubuk kawasan kebun sawit di Jalan Daeng Maccirinae, Tobadak, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, mengatakan tersangka sempat mencoba kabur saat hendak diamankan petugas.
“Saat hendak diamankan, MF mencoba kabur. Petugas telah memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara, namun tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” ujar Wawan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi juga memperoleh informasi bahwa sekitar 150 unit motor hasil curian diduga telah dikirim ke wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, untuk kembali diperjualbelikan.
Saat ini, ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti telah diserahkan ke Unit Reskrim Polsek Tamalate guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login