Connect with us

NEWS

Tenaga Ahli Menteri Agama RI Kunjungi MAN 2 Parepare: Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Pembelajaran

Published

on

Kitasulsel—Pare-Pare— Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare kembali mencatat momen istimewa. Lembaga pendidikan yang dikenal aktif dalam inovasi pembelajaran itu mendapat kunjungan langsung dari Dr. H. Bunyamin M. Yafid, Lc., M.H., Tenaga Ahli Menteri Agama RI, dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Konsep Ekoteologi dalam Pembelajaran.”

Kehadiran Dr. Bunyamin disambut hangat oleh Kepala MAN 2 Parepare, Hj. Darna Daming, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran guru, pengawas madrasah, dan perwakilan organisasi siswa. Dalam sambutannya, Hj. Darna memperkenalkan profil madrasah yang telah memiliki asrama tahfidz dengan santri dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kota Parepare. Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas berbagai prestasi yang diraih madrasah, termasuk kemenangan dalam ajang lomba tingkat Sulselbar di IAIN Parepare baru-baru ini.

BACA JUGA  Tegas! Polisi Bakar Arena Perjudian Sabung Ayam di Kalola Wajo

Sebelum sesi utama dimulai, para siswa menampilkan tari kreasi khas MAN 2 Parepare yang berhasil memukau tamu undangan dan mendapat apresiasi langsung dari Dr. Bunyamin.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kasubbag TU Kemenag Kota Parepare, Dr. Syaiful Mahsan, S.Pt., M.Si., yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare. Dalam sambutannya, ia menyampaikan salam hormat dari Kakankemenag yang sedang bertugas di Makassar.

“Kehadiran Dr. Bunyamin menjadi berkah tersendiri bagi kita semua. Semoga beliau dan kita semua senantiasa diberi kesehatan dalam menjalankan tugas mulia,” ujarnya.

Dalam paparannya, Dr. Bunyamin M. Yafid mengungkapkan rasa bangga dapat kembali mengunjungi MAN 2 Parepare, yang menurutnya pernah menjadi salah satu episentrum pendidikan di Kota Parepare. Ia memotivasi para siswa untuk bangga menjadi bagian dari madrasah, karena banyak alumni MAN 2 yang kini berkiprah di berbagai bidang — mulai dari guru, pejabat Kemenag, hingga level pusat.

BACA JUGA  Stafsus Menag RI Dr. Bunyamin M. Yapid Sampaikan Ceramah Subuh di Masjid Agung Sidrap

“Kalau ingin berhasil, tidurlah hanya tiga jam dan bacalah buku minimal 200 halaman setiap hari. Itulah teladan hidup Pak Menteri,” ujarnya, menirukan pesan inspiratif dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA.

Dr. Bunyamin juga mengapresiasi penampilan seni siswa MAN 2, seraya mengutip pesan Menteri Agama bahwa “orang yang tidak mencintai seni, hatinya akan keras.” Ia menegaskan bahwa seni, pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan satu kesatuan penting dalam membangun manusia yang beriman dan berbudaya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh warga madrasah untuk memahami dan menerapkan konsep ekoteologi dalam pembelajaran — sebuah pandangan teologis yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam.

BACA JUGA  Kepala BPOM RI Dorong Indonesia Mandiri Bahan Baku Obat dan Vaksin

“Menanam pohon, menjaga air, dan melestarikan lingkungan adalah bagian dari ibadah. Nilai-nilai ini sudah lama dikenal oleh para leluhur kita, dan kini diperkuat dalam konsep Asta Cita yang dipadukan dengan ekoteologi oleh Kementerian Agama,” jelasnya.

Ia bahkan mengusulkan gerakan sederhana namun bermakna:

“Satu pohon untuk satu anak didik. Alangkah baiknya kalau bisa lebih.”

Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 2 Parepare itu berakhir dalam suasana penuh kehangatan dan semangat. Para guru dan siswa mengaku terinspirasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi dalam proses belajar, sebagai bagian dari upaya nyata mencetak generasi madrasah yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap kelestarian bumi.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Tujuh Pelaku Pengeroyokan di Pantai Losari Ditangkap, Sempat Konvoi Bawa Sajam

Published

on

Kitasulsel–Makassar,  – Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan berhasil mengamankan tujuh pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap seorang warga di Pantai Losari. Para pelaku bahkan sempat melakukan konvoi di jalan raya sambil membawa senjata tajam, sehingga meresahkan masyarakat.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu malam, 25 April 2026, saat korban tengah berada di kawasan Pantai Losari. Secara tiba-tiba, korban didatangi oleh sekelompok pelaku dan langsung mengalami aksi kekerasan secara bersama-sama.

Korban dipukul berulang kali pada bagian wajah hingga mengalami luka di pelipis. Tidak hanya itu, korban juga dipaksa naik ke sepeda motor milik para pelaku dan dibawa berkeliling ke sejumlah lokasi di Kota Makassar, termasuk kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga dan sekitar Pantai Akkarena.

BACA JUGA  Gedung Sekolah Rakyat Mulai Dibangun Juli 2025, Maluku Siap Jadi Percontohan

Di lokasi-lokasi tersebut, aksi kekerasan kembali terjadi. Para pelaku secara bergantian terus melakukan pemukulan terhadap korban.

Aksi brutal ini akhirnya terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait konvoi geng motor yang membawa senjata tajam serta mengancam pengguna jalan.

Tim Unit 5 Resmob Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sulsel yang dipimpin oleh AKP Wawan Suryadinata langsung bergerak melakukan pengejaran. Satu pelaku pertama berhasil diamankan di kawasan Jalan Urip Sumoharjo.

Dari hasil interogasi, polisi kemudian mengembangkan kasus dan berhasil menangkap enam pelaku lainnya di sejumlah lokasi berbeda, termasuk di sebuah penginapan di Jalan Lasinrang, Makassar.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya ketapel, mata busur, beberapa unit sepeda motor, serta lima unit telepon genggam.

BACA JUGA  Terima Kunjungan Pangkoopsud II, Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi : Momen Saling Beri Dukungan

Kanit Unit 1 Resmob Polda Sulsel, Arsyad Samosir, menyebut ketujuh pelaku tergabung dalam kelompok geng motor yang kerap melakukan penyerangan terhadap warga di sejumlah lokasi di Makassar.

“Ketujuh orang ini tergabung di suatu kelompok geng motor yang kadang melakukan penyerangan di suatu tempat atau ke warga setempat,” ujar Aiptu Arsyad Samosir.

Saat ini, ketujuh pelaku bersama barang bukti telah diserahkan ke Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta jaringan kelompok geng motor yang lebih luas di wilayah tersebut.

Continue Reading

Trending