Connect with us

Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Tinjau Sejumlah Fasilitas Publik Usai Joging Pagi

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Minggu pagi (16/11/2025) menjadi bukti bahwa agenda kerja Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, tidak mengenal hari libur. Mengawali aktivitas dengan joging, Bupati langsung melanjutkan hari dengan melakukan peninjauan ke beberapa fasilitas umum di wilayah Kota Malili.

Setelah berolahraga, Irwan menuju Anjungan Sungai Malili (ASM) bersama Kadis Perikanan Andi Wija Hasan, Sekdis Perkimtan, serta staf dari Dinas Pekerjaan Umum Bidang Bina Marga. Di lokasi tersebut, ia meninjau kondisi infrastruktur sekaligus memastikan sarana publik tetap terawat.

Tidak hanya itu, Bupati juga menyapa dan berdialog dengan para petugas kebersihan yang sedang bertugas, bahkan sempat berfoto bersama sebagai bentuk apresiasi atas kerja mereka menjaga kebersihan kota.

BACA JUGA  UPTD Puskesmas Angkona Raih Juara 1 Lomba Voli Putra pada HKN ke-61 di Malili

Usai dari ASM, rombongan bergerak menuju Anjungan Wewangriu untuk melihat perkembangan proyek lanjutan yang saat ini tengah dikerjakan. Dalam kesempatan tersebut, Irwan memberikan arahan teknis terkait penataan kawasan agar lebih tertib dan aman bagi masyarakat.

“Untuk Anjungan Wewangriu, saya minta pekerjaan sheet pile dilanjutkan sampai jembatan gantung agar kawasan ini tertata lebih baik dan aman,” tegas Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaikan pembangunan jalan beton di kawasan Wewangriu, termasuk pemasangan u-ditch trotoar dan penataan signage agar tampilan kawasan lebih rapi dan informatif.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Bupati Irwan menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur harus sekaligus memperkuat identitas kota. Ia turut menyampaikan agar kawasan Jembatan Sungai Malili dan jalan di area Kota Lama ditata lebih maksimal.

BACA JUGA  Bupati dan Wabup Lutim Terima Kunker Danlantamal VI Makassar

“Ini bukan hanya soal membangun, tapi bagaimana kita memperkuat karakter kota,” ujarnya.

Irwan menyebut peninjauan langsung seperti ini penting untuk memastikan setiap pekerjaan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. “Saya turun langsung agar tidak ada detail yang terlewat. Setiap sudut harus kita pastikan memberikan manfaat bagi warga,” tambahnya.

Agenda peninjauan ditutup dengan sarapan bersama di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wewangriu. Di sana, Bupati juga memberikan instruksi agar penataan TPI dan halaman Kantor Dinas Perikanan diperbaiki sehingga tampil lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Irwan kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan pembangunan di Luwu Timur berjalan cepat, tepat, dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Terima Penghargaan Alumni Berprestasi dari UMI Makassar
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Atlet Tinju Luwu Timur Raih Dua Emas dan Dua Perunggu di Kejurnas 2025

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan kepada Nelayan Baruga

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Di Hadapan Ribuan Masyarakat, Bupati Irwan Janjikan Perbaikan Permanen Asrama Ponpes

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending