Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

DP3A Terima Kunjungan Edukatif Siswa SDIT Al Bina Tomoni

Published

on

Kitasulsel–Tomoni Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menerima kunjungan edukatif (field trip) dari siswa-siswi SDIT Al Bina Tomoni yang dilaksanakan di Aula Kantor DP3A, Rabu (21/01/2026).

Kunjungan tersebut diikuti oleh 79 peserta didik kelas VI SDIT Al Bina Tomoni. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas DP3A, Masdin, Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Ramlah Muhammad Djono Sanusi, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Hj. Dra. Hj. Sakira, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDIT Al Bina Tomoni, Asriyani.

Field trip ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada peserta didik mengenai peran dan fungsi pemerintah daerah, khususnya dalam bidang sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak. Para siswa mendapatkan penjelasan langsung terkait tugas dan layanan DP3A melalui penyampaian materi yang edukatif, komunikatif, serta disesuaikan dengan usia anak sekolah dasar.

BACA JUGA  Pj Sekda Luwu Timur Pimpin Rapat Kajian Sengketa Lahan Hak Ulayat dan Pertambangan Bersama UI dan Universitas Kobe Jepang

Dalam kesempatan tersebut, DP3A menjelaskan perannya sebagai “Tiang Rumah” dalam mewujudkan kesejahteraan sosial, terutama dalam perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak anak, serta penguatan kesetaraan gender. Selain itu, disampaikan pula pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, dan UPTD PPA dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Masdin, menyampaikan bahwa kegiatan field trip ini merupakan bagian dari upaya edukasi publik kepada anak-anak sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa pemerintah hadir untuk melindungi perempuan dan anak. Harapannya, anak dapat memahami hak dan kewajibannya serta berani melapor apabila mengalami atau melihat tindak kekerasan,” ujarnya.

BACA JUGA  Sekda Luwu Timur Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Tekankan Sinergi dan Pelayanan Publik

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDIT Al Bina Tomoni, Asriyani, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat karena anak-anak dapat belajar langsung mengenai tugas pemerintah, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak, dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan sesi tanya jawab interaktif, pengenalan layanan perlindungan perempuan dan anak, serta edukasi mengenai sikap saling menghormati, pencegahan perundungan, dan keberanian untuk melapor apabila terjadi kekerasan.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Dinkes Luwu Timur Verifikasi 20 Desa dan Kelurahan untuk Wujudkan Program STBM Tingkat Kabupaten

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur menginisiasi pelaksanaan verifikasi lapangan terhadap 20 desa dan kelurahan dalam upaya mewujudkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat kabupaten. Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Juni serta 17–18 Juni 2026.

Pelaksanaan verifikasi lapangan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Helmy Kahar, yang juga bertindak sebagai Ketua I Tim Verifikator. Sementara Ketua II Tim Verifikator dipimpin oleh Dr. Syaifullah. Keduanya hadir mewakili Bupati Luwu Timur dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Syaifullah menegaskan bahwa pencapaian status Desa STBM bukanlah sesuatu yang dapat diraih secara instan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama, semangat gotong royong, dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Ikuti Talkshow Nasional, Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Berintegritas

“Ini adalah buah dari komitmen, gotong royong, dan kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih layak huni bagi anak cucu kita,” ujar Syaifullah.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim verifikator di lapangan bertujuan memastikan implementasi lima pilar STBM berjalan secara berkelanjutan dan konsisten di tengah masyarakat. Selain itu, proses verifikasi dilakukan untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi nyata di lapangan.

“Target kita bukan sekadar sertifikat atau status lulus, melainkan terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyakit berbasis lingkungan,” tambahnya.

Syaifullah juga berharap seluruh proses verifikasi dapat berjalan secara transparan. Berbagai temuan yang diperoleh selama peninjauan lapangan diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program sanitasi di masa mendatang.

BACA JUGA  DPRD Lutim Setujui Ranperda Penyertaan Modal Perumdam Waemami Jadi Perda

Dalam pelaksanaannya, tim verifikasi dibagi menjadi dua kelompok. Setiap tim akan mengambil sampel pada 20 rumah tangga di masing-masing desa dan kelurahan yang diverifikasi. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan di lingkungan kantor pemerintah desa dan sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tim verifikator melibatkan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, antara lain Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Tarkim), serta Dinas Sosial dan P3A.

Kegiatan verifikasi turut dihadiri para kepala desa, kepala puskesmas, kepala sekolah, ketua BPD, petugas sanitarian, tenaga promosi kesehatan puskesmas, kepala dusun, ketua RT/RW, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat. Hadir pula perwakilan TP PKK tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, pengurus forum kecamatan, Pokja Desa Sehat, serta Tim Kerja STBM.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Hadiri Tudang Ade’ Peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80

Melalui verifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap semakin banyak desa dan kelurahan yang mampu memenuhi indikator STBM secara berkelanjutan, sehingga kualitas kesehatan lingkungan masyarakat dapat terus meningkat dan mendukung pembangunan daerah yang sehat serta berdaya saing.

Continue Reading

Trending