Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif Hadiri Rakor Kepala Daerah se-Sulsel di Kantor Gubernur

Published

on

KITASUlSEL—MAKASSAR — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota, serta sekretaris daerah se-Sulsel. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Presiden Republik Indonesia bersama para kepala daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pentingnya keselarasan dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program-program strategis nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.

BACA JUGA  BPS RI Tinjau Pabrik Beras Modern di Baranti, Sidrap Jadi Percontohan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sejumlah program prioritas Presiden menjadi fokus pembahasan, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi, pemberantasan korupsi, penguatan stabilitas nasional, serta program lingkungan dan kebersihan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Kami menyampaikan beberapa program prioritas Presiden Bapak Prabowo Subianto, mulai dari MBG, hilirisasi, pemberantasan korupsi, hingga penguatan lingkungan dan kebersihan melalui Gerakan Indonesia ASRI, serta menjaga stabilitas nasional,” ujar Andi Sudirman Sulaiman dalam arahannya.

Gubernur juga meminta seluruh kepala daerah se-Sulsel, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menggalakkan Gerakan ASRI secara rutin setiap hari Jumat, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA, sebagai upaya membangun budaya bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Terima Kunjungan DPRD Maros, Bahas Rekonfungsi Anggaran

Selain itu, ia menegaskan pentingnya dukungan daerah terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sekolah rakyat yang saat ini telah berjalan di Sulawesi Selatan.

“Saya tegaskan kita harus sejalan dengan program Presiden Bapak Prabowo Subianto agar pembangunan hingga ke daerah bisa searah dan terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk mendukung dan mengimplementasikan seluruh program prioritas nasional dan provinsi, guna memastikan pembangunan daerah berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Undangan di Tengah Syawalan: Langkah Strategis Bupati Sidrap Bidik Panggung Pendidikan Sulsel

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR Tidak semua undangan disampaikan lewat surat resmi. Sebagian justru lahir dari momentum yang tepat. Itulah yang dilakukan Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu (28/03/2026).

Di tengah suasana hangat acara tersebut, Syaharuddin memanfaatkan momen untuk menyampaikan undangan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Undangan itu sederhana, namun sarat makna: hadir ke Sidrap pada Juli 2026.

Bukan untuk seremoni biasa, melainkan menghadiri Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan—sebuah agenda besar yang diproyeksikan menghadirkan sekitar 60 ribu tenaga pendidik dari seluruh Sulawesi Selatan.

BACA JUGA  BPS RI Tinjau Pabrik Beras Modern di Baranti, Sidrap Jadi Percontohan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sidrap Siapkan Panggung Besar

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin tidak sendiri. Ia didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua PGRI Sidrap. Kehadiran keduanya mempertegas kesiapan daerah menjadi tuan rumah.

Pesan yang ingin disampaikan pun jelas: Sidrap tidak sekadar ingin menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadikan Porsenijar sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi dunia pendidikan di daerah.

Jika terealisasi sesuai rencana, kegiatan ini berpotensi mengubah Sidrap menjadi pusat aktivitas pendidikan di Sulawesi Selatan selama beberapa hari, dengan ribuan guru berkumpul dalam satu ruang interaksi besar.

Sinyal Positif dari Menteri

Respons Abdul Mu’ti terbilang singkat namun bermakna. Ia mengapresiasi undangan tersebut dan memberikan sinyal positif atas kesiapan Sidrap.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Resmikan Gedung TK Dharma Wanita Desa Sipodeceng

Dalam konteks forum seperti Syawalan, jawaban semacam ini kerap dimaknai sebagai indikasi awal dukungan. Sebuah “kode” bahwa agenda tersebut mulai masuk dalam perhatian pemerintah pusat.

Disaksikan Para Pemangku Kepentingan

Percakapan itu tidak terjadi secara tertutup. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama sejumlah kepala daerah dan jajaran Muhammadiyah.

Artinya, undangan tersebut tidak hanya sampai ke Menteri, tetapi juga diketahui oleh para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong suksesnya agenda tersebut.

Lebih dari Sekadar Event

Porsenijar bukan sekadar ajang lomba olahraga dan seni. Di balik itu, terdapat ruang pertemuan besar bagi para guru untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun energi kolektif pendidikan.

BACA JUGA  BPS RI Datang ke Bumi Nene Mallomo, Pengamat Soroti Peran Diplomasi Bupati Sidrap di Tingkat Nasional

Jika target kehadiran puluhan ribu peserta tercapai, Sidrap tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pusat percakapan pendidikan regional.

Menunggu Kepastian

Kini, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Menteri akan benar-benar hadir?

Jika iya, kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk legitimasi yang dapat mengangkat posisi Sidrap dalam peta pendidikan daerah.

Undangan telah disampaikan. Waktu telah ditentukan. Kini, perhatian tertuju pada Juli 2026—momen yang berpotensi menjadikan Sidrap sebagai panggung besar bagi puluhan ribu guru, dengan pemerintah pusat berada di tengahnya.

Continue Reading

Trending