Connect with us

Pemkot Makassar

Wawali Makassar Jemput Komisi IX DPR RI di Bandara Hasanuddin, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menjemput langsung rombongan Komisi IX DPR RI yang tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (20/2/2026).

Kedatangan rombongan dalam rangka kunjungan kerja reses tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Makassar. Di ruang VIP bandara, Komisi IX disambut secara resmi oleh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.

Kehadiran Aliyah Mustika Ilham sebagai representasi pemerintah daerah bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen nyata dalam mendukung agenda strategis di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial—tiga sektor utama yang menjadi ruang lingkup tugas Komisi IX.

BACA JUGA  Munafri Pimpin Rakor dengan Ramboll dan AASCTF, Bahas Evaluasi Program Kota Layak Huni

Aliyah menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Makassar sebagai salah satu lokasi kunjungan kerja. Ia menilai, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Sebagai bagian dari Komisi IX selama kurang lebih 10 tahun, saya memahami betul ruang lingkup dan tugas komisi ini. Karena itu, kami berharap kunjungan ini dapat melahirkan rekomendasi yang konkret, solutif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Usai penyambutan, rombongan dijadwalkan melanjutkan agenda pertemuan bersama Gubernur Sulawesi Selatan serta sejumlah mitra kerja Komisi IX untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, penguatan pengawasan ketenagakerjaan, hingga optimalisasi program jaminan sosial.

BACA JUGA  Pjs Wali Kota Arwin Azis Pimpin Rakor Persiapan HUT Kota Makassar ke-417, Dorong Kolaborasi dan Pengabdian Masyarakat

Kunjungan kerja ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan kebijakan yang responsif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Setahun MULIA Pimpin Makassar, Ekonomi Tumbuh 5,39 Persen dan Inflasi Terkendali

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Satu tahun telah berlalu sejak pasangan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, memimpin kota metropolitan ini, Jumat (20/2/2026).

Dalam kurun waktu tersebut, Makassar mencatatkan sejumlah capaian signifikan di bidang ekonomi dan sosial. Pertumbuhan ekonomi kota melampaui rata-rata nasional dan provinsi, sementara inflasi berhasil dijaga tetap terkendali.

Data tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Ricky Satria, saat refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan dengan tagline MULIA di Lapangan Karebosi, Makassar.

“Di kuartal III tahun 2025, berdasarkan data terakhir yang kami terima, ekonomi Makassar tumbuh 5,39 persen year on year. Bandingkan dengan pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 5,01 persen dan Sulawesi Selatan sebesar 5,04 persen,” ujarnya.

Menurut Ricky, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 5,1–5,2 persen. Dampaknya mulai terlihat pada penurunan tingkat kemiskinan dari 4,97 persen pada 2024 menjadi 4,43 persen di 2025. Tingkat pengangguran juga menurun dari 9,71 persen menjadi 9,6 persen.

BACA JUGA  Wali Kota Munafri Dorong Kormi Jadi Wadah Olahraga Pengembangan Bakat Atlet

Inflasi Stabil dan Gerakan Pangan Murah

Dari sisi stabilitas harga, inflasi Makassar pada 2025 berada di angka 1,19 persen, masih dalam rentang kendali nasional 2,5 persen ±1 persen. Angka ini lebih rendah dibanding inflasi nasional (2,92 persen) maupun provinsi (2,8 persen).

Ricky menilai, keberhasilan ini tidak terlepas dari langkah konkret Pemkot Makassar dalam pengendalian harga, termasuk melalui program Gerakan Pangan Murah yang menjangkau berbagai titik di kota.

Menariknya, Makassar menjadi kota pertama di Sulawesi Selatan yang menerapkan pembayaran nontunai dalam kegiatan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai kombinasi kebijakan sosial dan percepatan digitalisasi.

Transformasi Digital dan Peningkatan PAD

Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting dalam satu tahun kepemimpinan MULIA. Lebih dari 70 persen ASN Kota Makassar kini telah menggunakan layanan digital seperti mobile banking dan QRIS, sehingga menjadi role model bagi masyarakat.

BACA JUGA  Sigap, Danny Pomanto Respon Cepat Musibah Kebakaran Kantor Disdik Makassar, Minta Polisi Usut Tuntas Insiden Tersebut

Selain itu, implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang didukung kementerian terkait dan Bank Indonesia mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembayaran nontunai pajak dan retribusi.

Beberapa pilot project telah berjalan, di antaranya pembayaran parkir nontunai, retribusi pasar tradisional di Pasar Daya dan Terminal Daya, pembelian air tangki PDAM, serta retribusi OPD lainnya.

Kolaborasi Pemkot Makassar dengan Bank Sulselbar dan perbankan lainnya juga memperkuat implementasi Cash Management System sebagai bagian dari reformasi tata kelola keuangan daerah.

Kota Hidup dan Digital

Ricky menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali turut mendorong dinamika kehidupan kota. Makassar kini berkembang tidak hanya sebagai kota perdagangan dan budaya, tetapi juga kota wisata dan urban lifestyle.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Berikan Bonus Tambahan dan Apresiasi kepada Pemenang MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Sulsel

Berbagai kegiatan seperti olahraga komunitas, konser, festival kuliner, hingga aktivitas ekonomi kreatif dinilai ikut menggerakkan ekonomi sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi.

“Makassar bukan hanya kota kerja, tapi kota hidup dan digital yang turut meningkatkan PAD. Semua ini menjadi bukti kerja sama, inovasi, dan transformasi digital yang dimulai dari manusia hingga sistem,” pungkasnya.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, serta inovasi digital, satu tahun kepemimpinan MULIA menjadi fondasi awal menuju Makassar yang lebih produktif, modern, dan inklusif.

Continue Reading

Trending