Connect with us

Pemkot Makassar

Safari Ramadan, Wali Kota Makassar Ajak Warga Jaga Kebersihan Kota

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Munafri Arifuddin memanfaatkan momentum Safari Ramadan untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban Kota Makassar.

Usai menunaikan Salat Subuh berjamaah di Masjid Mardhiyyah, Kecamatan Rappocini, Kamis (5/3/2026), Wali Kota Makassar itu mengajak warga mengambil peran aktif dalam pengelolaan sampah selama bulan suci Ramadan.

Munafri menjelaskan, selama Ramadan aktivitas masyarakat meningkat signifikan. Ia melihat geliat ekonomi tumbuh pesat, ditandai dengan maraknya lapak penjual takjil yang tersebar di berbagai ruas jalan dan mendapat respons positif dari masyarakat sebagai konsumen.

Namun, wali kota yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa meningkatnya aktivitas juga membawa dampak yang perlu diantisipasi secara bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat.

BACA JUGA  Pesan Appi Usai Menyerahkan SK 1.746 PPPK Pemkot Makassar: Fokus Kerja

“Intensitas kegiatan yang tinggi tentu menghadirkan konsekuensi, volume sampah juga pasti bertambah. Karena itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu partisipasi dan kepedulian seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, Kota Makassar menghadapi tantangan sosial yang cukup kompleks, termasuk dalam hal pengelolaan kebersihan dan ketertiban lingkungan.

Karena itu, Appi mengajak jamaah masjid untuk menjaga kebersihan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Ia menekankan pentingnya kesadaran individu dalam mengelola sampah rumah tangga maupun sampah dari aktivitas usaha musiman selama Ramadan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan jajaran pemerintah kecamatan hingga tingkat RT/RW untuk mengantisipasi musim mudik Lebaran. Banyak petugas kebersihan yang kemungkinan akan pulang kampung, sehingga pengaturan jadwal dan sistem pengangkutan sampah harus disiapkan lebih awal.

BACA JUGA  Gubernur Sulsel Tegaskan Wisuda TK Tak Wajib, Sekolah Dilarang Memaksa

“Mulai sekarang harus disusun jadwalnya. Pastikan sistem pengambilan sampah tetap berjalan dengan baik. Jangan sampai saat Hari Raya Idulfitri kita justru dihadapkan pada tumpukan sampah,” tegasnya.

Appi berharap sinergi antara pemerintah dan warga dapat memastikan perayaan Idulfitri berlangsung dalam suasana yang bersih, tertib, dan nyaman.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan kota selama Ramadan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral bersama sebagai warga Makassar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar Angkat 8.854 Honorer Jadi PPPK, Pengangguran Mulai Turun

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Komitmen Pemerintah Kota Makassar menghadirkan kepastian kerja bagi ribuan tenaga honorer sekaligus menekan angka pengangguran mulai menunjukkan hasil konkret.

Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Pemerintah Kota Makassar mencatat capaian signifikan dalam penataan tenaga non-ASN melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kota Makassar (BKPSDMD), sepanjang tahun 2025 sebanyak 8.854 tenaga honorer resmi diangkat menjadi PPPK. Jumlah tersebut hampir memenuhi total formasi ASN Kota Makassar yang mencapai 8.963 orang.

Kepala BKPSDMD Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menjelaskan bahwa pengangkatan ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah kota dalam menata tenaga honorer sekaligus meningkatkan kesejahteraan aparatur.

BACA JUGA  Atasi Persoalan Sampah di Kota Makassar, Wali Kota Munafri Ajak YPN Terlibat

“Ini jumlah ASN yang Pak Wali Kota sudah angkat di awal masa pemerintahannya. Pada 2025, dari total formasi Kota Makassar 8.963 orang, yang berhasil menjadi ASN sebanyak 8.854 orang,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang menegaskan penyelesaian tenaga honorer melalui skema PPPK.

Tidak hanya melalui pengangkatan PPPK penuh waktu maupun paruh waktu, Pemkot Makassar juga menghadirkan solusi alternatif melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Skema ini memberikan peluang kerja bagi lebih dari dua ribu tenaga kontrak agar tetap memiliki pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

Sejak resmi memimpin pada 20 Februari 2025, Munafri menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai salah satu prioritas kebijakan pemerintah kota. Bagi pemerintah, pengurangan pengangguran bukan sekadar angka statistik, melainkan upaya nyata menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA  Aliyah Mustika Ilham Buka Super Life Revolution Training Angkatan ke-8 UCLB

“Di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Ibu Aliyah Mustika Ilham, kebijakan penataan tenaga honorer dan pembukaan ruang kerja baru menjadi langkah konkret yang langsung menyentuh ribuan warga,” jelas Kamelia.

Pemkot Makassar juga memperkuat sektor pelayanan kesehatan melalui pengangkatan tenaga farmasi PPPK secara bertahap sepanjang 2025. Pada tahap pertama, sebanyak 1.746 tenaga farmasi PPPK dilantik pada 23 Juni 2025. Kemudian tahap kedua sebanyak 329 tenaga farmasi dilantik pada 14 November 2025.

Sementara pada tahap ketiga, pengangkatan dilakukan untuk tenaga farmasi paruh waktu dengan jumlah mencapai 6.607 orang. Kehadiran ribuan tenaga farmasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kefarmasian bagi masyarakat.

BACA JUGA  Wali Kota dan Wawali Makassar Jenguk Korban Insiden DPRD, Pastikan Pengobatan Ditanggung BPJS

Upaya tersebut mulai berdampak pada kondisi ketenagakerjaan di Kota Makassar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di Makassar mengalami penurunan dalam setahun terakhir, dari 9,71 persen pada 2024 menjadi 9,60 persen pada 2025.

Penurunan ini menjadi indikator positif dari berbagai kebijakan ketenagakerjaan yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar dalam upaya memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Continue Reading

Trending