Connect with us

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Lanjutkan Safari Ramadan, Munafri Ajak Warga Perkuat Kolaborasi dan Jaga Kebersihan

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus menjaga konsistensinya menyapa warga melalui rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar.

Memasuki hari ke-13 dan malam ke-14 Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Pemerintah Kota Makassar melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Babussalam Makassar, Jalan Bonto Mene, Rabu (4/3/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kota Makassar tersebut disambut hangat oleh jamaah dan tokoh masyarakat setempat yang turut meramaikan kegiatan ibadah bersama itu.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Safari Ramadan ini sangat penting karena kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membangun komunikasi. Malam ini kami hadir sebagai bentuk silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  Hadiri Buka Puasa di Kediaman Satria Majid, Wakil Wali Kota Makassar Ajang Nostalgia

Ia menjelaskan, kegiatan Safari Ramadan akan terus berlanjut ke sejumlah kecamatan lainnya di Kota Makassar sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memastikan berbagai program pembangunan berjalan dengan partisipasi aktif warga.

“Seluruh kecamatan di Kota Makassar menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan. Masjid-masjid ini telah terjadwal sebelum Ramadan sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bergilir,” ungkapnya.

Munafri yang juga dikenal dengan sapaan Appi menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Tanpa partisipasi warga, menurutnya, berbagai program pembangunan tidak akan berjalan secara maksimal.

“Inilah gunanya kami hadir untuk membangun silaturahmi, membangun kolaborasi, membangun kerja sama sehingga terjadi komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGA  Atasi Persoalan Sampah di Kota Makassar, Wali Kota Munafri Ajak YPN Terlibat

“Dengan begitu, program-program pemerintah benar-benar berdampak kepada masyarakat atau impactful government,” sambungnya.

Memasuki pertengahan Ramadan, Munafri juga mengingatkan bahwa aktivitas masyarakat meningkat dibanding hari-hari biasa. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya volume sampah, terutama dari kemasan makanan dan minuman yang banyak dijual selama bulan puasa.

Ia meminta para camat, lurah, serta pengurus RT dan RW untuk memberi perhatian lebih terhadap kebersihan lingkungan, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri ketika sebagian petugas kebersihan mulai mudik.

“Ini harus diatur dari sekarang bagaimana pembagiannya, bagaimana kerjanya, supaya nanti pada saat hari raya Idulfitri kita tidak berlebaran dengan tumpukan sampah di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Selain kebersihan, Munafri juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan. Ia mengimbau warga yang hendak meninggalkan rumah saat mudik agar melapor kepada ketua RT dan RW setempat serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Siap Transformasi BUMD, Wali Kota Studi ke Jakpro

“Keamanan wilayah harus dijaga dengan baik. Pastikan instalasi listrik dan kompor sudah diperiksa sebelum meninggalkan rumah,” imbuhnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi BPS, Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (15/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Aliyah didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Dahyal, S.Sos., M.Si., serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Mohammad Roem, S.STP., M.Si.

Sementara itu, rombongan BPS Kota Makassar dipimpin Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, didampingi Statistisi Ahli Madya Abdul Asman, Statistisi Ahli Muda Ramin, Petugas Lapangan SE2026 Zahara Jamatul Emran, Pemeriksa Lapangan SE2026 Reski, serta Humas BPS Kota Makassar Sunarti Amir.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS Kota Makassar Abdul Hafid menyampaikan bahwa audiensi bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar guna menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

BACA JUGA  Munafri-Aliyah Sambut Kunjungan Kerja Sejumlah Kepala Daerah, Paparkan Inovasi Kelola Sampah

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar yang selama ini telah membantu proses pendataan, khususnya melalui kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam menyosialisasikan pentingnya Sensus Ekonomi kepada masyarakat.

“Hingga pertengahan Juli 2026, capaian pendataan di Kota Makassar telah mencapai 41,8 persen. Meski demikian, BPS masih memiliki waktu hingga 31 Agustus 2026 untuk menyelesaikan seluruh target pendataan,” ujar Abdul Hafid.

BPS juga berharap dukungan Pemkot Makassar dapat terus diperkuat melalui pemanfaatan videotron dan billboard milik pemerintah sebagai media sosialisasi agar semakin banyak pelaku usaha yang berpartisipasi dalam pendataan.

Dalam paparannya, BPS menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik, bukan untuk kepentingan perpajakan maupun penegakan hukum. Penjelasan tersebut disampaikan untuk menghilangkan kekhawatiran sebagian pelaku usaha yang masih enggan memberikan data secara lengkap.

BACA JUGA  Dari Paru Rica hingga Es Krim, Jelajah Lezat Cap Go Meh di Makassar

Selain itu, BPS menjelaskan proses wawancara kepada setiap responden rata-rata berlangsung sekitar 36 menit, sesuai hasil uji coba instrumen pendataan yang telah dilakukan sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyambut baik audiensi tersebut dan menyampaikan apresiasi atas upaya BPS membangun koordinasi yang erat dengan Pemerintah Kota Makassar.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh perangkat daerah memahami pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan turut mendukung kelancaran pendataan hingga batas waktu yang telah ditetapkan.

Aliyah juga menanyakan secara khusus tenggat waktu pendataan agar informasi tersebut dapat diteruskan kepada seluruh perangkat daerah dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar sehingga dapat memberikan perhatian serta membantu menyosialisasikan pelaksanaan sensus.

BACA JUGA  Munafri-Aliyah Ditemui LPSK RI Bahas Perlindungan Korban Demonstrasi

“Program ini merupakan agenda nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pihak. Pemerintah Kota Makassar siap bersinergi, termasuk melalui media publikasi yang dimiliki pemerintah, agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan optimal dan target pendataan dapat tercapai tepat waktu,” tegas Aliyah.

Di akhir audiensi, Pemerintah Kota Makassar dan BPS Kota Makassar sepakat untuk terus memperkuat koordinasi selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kedua pihak juga akan melakukan pemantauan perkembangan pendataan secara berkala sehingga berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan dapat segera ditindaklanjuti melalui kolaborasi yang efektif.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan BPS, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Makassar dapat berlangsung lancar, menghasilkan data yang akurat, serta menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

Continue Reading

Trending