Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Daerah Luwu Raya Masih Kategori Pembinaan, Luwu Timur Tertinggi dalam Penilaian Pengelolaan Sampah Nasional 2025

Published

on

KITASULSEL—LUWUTIMUR — Hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah kabupaten/kota tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan seluruh daerah di wilayah Luwu Raya masih berada dalam kategori pembinaan.

Dalam evaluasi nasional tersebut, Kabupaten Luwu Timur mencatat capaian terbaik di kawasan Luwu Raya dengan menempati peringkat ke-55 nasional dan meraih nilai 56,69 pada kategori kabupaten sedang. Meski demikian, capaian tersebut masih menempatkan Luwu Timur dalam klasifikasi daerah yang memerlukan pembinaan lebih lanjut.

Sementara itu, daerah lain di kawasan Luwu Raya berada pada posisi yang relatif lebih rendah. Kota Palopo tercatat di peringkat 148 nasional dengan nilai 43,91. Disusul Kabupaten Luwu di posisi 231 dengan nilai 35,85, dan Kabupaten Luwu Utara di peringkat 387 dengan nilai 20,86, sekaligus menjadi yang terendah di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Temui Menteri Desa PDT, Perkuat Sinergi Pembangunan Desa

Berdasarkan klasifikasi penilaian nasional, daerah dengan nilai antara 30 hingga 60 masuk dalam kategori pembinaan. Artinya, pemerintah daerah masih perlu melakukan berbagai perbaikan mendasar dalam sistem pengelolaan sampah guna memenuhi standar kebersihan kota secara nasional.

Penilaian yang berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2025 itu menggunakan sejumlah indikator utama, yakni aspek kebijakan dan anggaran dengan bobot 20 persen, sumber daya manusia dan fasilitas sebesar 30 persen, serta pengelolaan sampah dan kebersihan yang menjadi komponen terbesar dengan bobot 50 persen.

Selain itu, terdapat sejumlah prasyarat penting yang wajib dipenuhi, di antaranya tidak adanya tempat pembuangan sampah liar serta pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang minimal menggunakan metode controlled landfill.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Meriahkan Pasar Ramadhan Anjungan Sungai Malili

Menariknya, pada periode penilaian tahun ini, pemerintah pusat juga mencatat bahwa tidak ada satu pun kabupaten/kota di Indonesia yang memenuhi kriteria untuk meraih penghargaan Adipura maupun Adipura Kencana, yang selama ini menjadi tolok ukur tertinggi dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan perkotaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur, Umar Dalle, menyatakan bahwa hasil tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus berbenah.

“Posisi ini menunjukkan bahwa upaya pengelolaan sampah di Luwu Timur sudah berada di jalur yang benar dibanding daerah lain di Luwu Raya. Namun nilai yang diperoleh masih harus ditingkatkan agar ke depan bisa memenuhi standar penghargaan Adipura,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah daerah. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

BACA JUGA  Bupati Irwan Pimpin Rakor Percepatan Perencanaan Program Strategis OPD Luwu Timur

“Kesadaran kolektif masyarakat sangat menentukan. Tanpa partisipasi bersama, upaya pemerintah tidak akan maksimal,” tambahnya.

Dengan hasil evaluasi ini, pemerintah daerah di Luwu Raya diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari kebijakan, peningkatan fasilitas, hingga edukasi publik, demi mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan di masa mendatang.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Senyum Pelajar Luwu Timur Mengembang, Terima Seragam Gratis dari Pemda

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR — Senyum bahagia terpancar dari wajah ribuan pelajar di Kabupaten Luwu Timur saat menerima bantuan seragam sekolah gratis dari pemerintah daerah. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab dalam mendukung akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada 16.253 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP, termasuk sekolah swasta, di halaman Kantor Bupati, Senin (30/3/2026), bertepatan dengan apel pagi pertama pasca libur sekolah dan kerja.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Irwan didampingi Ketua DPRD Luwu Timur Ober Datte, Wakil Ketua I DPRD Jihadin Paruge, Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade, serta unsur Forkopimda lainnya.

BACA JUGA  Demi Kesehatan Warga, Pasar Tampinna Diawasi: Penjual Diajak Lebih Bijak Pilih Produk

Bantuan yang diberikan berupa paket lengkap perlengkapan sekolah, mulai dari seragam, dasi, topi, tas, kaos kaki hingga sepatu. Program ini dihadirkan untuk memastikan tidak ada lagi siswa yang absen sekolah hanya karena keterbatasan perlengkapan.

“Penyaluran bantuan ini kami pastikan menjangkau seluruh sekolah di Luwu Timur, termasuk sekolah swasta, dan ditargetkan rampung paling lambat Rabu,” tegas Bupati Irwan.

Ia juga menginstruksikan agar program ini dikawal secara maksimal oleh seluruh pihak serta disosialisasikan secara luas melalui media, agar manfaatnya dapat diketahui masyarakat secara menyeluruh.

Bupati menjelaskan, keterlambatan distribusi sebelumnya disebabkan proses produksi sepatu dan tas yang dikerjakan di luar daerah, sementara untuk seragam dan topi melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Lepas Jenazah Tokoh Masyarakat di Wotu

Sejumlah sekolah yang menerima bantuan secara simbolis di antaranya TK Negeri Pembina Malili, TK Makarti Mallaulu, SDN 238 Mallaulu, SDIT Insan Rabbani, SMP Negeri 1 Malili, SMP Negeri 2 Malili, SMPIT Wahdah Islamiyah Malili, serta MTsS Al Hidayah Malili.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Darmawan, merinci jumlah bantuan mencapai 16.253 pasang, dengan rincian PAUD sebanyak 5.315 pasang, SD 5.739 pasang, dan SMP 5.199 pasang.

“Penyaluran dipercepat hingga Selasa agar seluruh kecamatan, yakni 11 kecamatan di Luwu Timur, dapat segera menerima manfaat program ini,” jelasnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pihak sekolah. Kepala TK Negeri Pembina Malili, Harjuliani, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut.

BACA JUGA  Pimpin Upacara HKN, Sekda Lutim Ingatkan Pegawai Disiplin Waktu

“Kini siswa tidak lagi memiliki alasan untuk tidak masuk sekolah karena kekurangan seragam,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Malili, Agustati, yang menilai program ini sangat membantu, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Anak-anak sangat senang karena mendapatkan perlengkapan lengkap, mulai dari sepatu hingga topi. Ini tentu meringankan beban orang tua,” ungkapnya.

Program ini tidak hanya menghadirkan senyum bagi para pelajar, tetapi juga menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan pendidikan tetap menjadi prioritas utama di Kabupaten Luwu Timur.

Continue Reading

Trending