Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Tak Pernah Usai: Sehari Semalam Menjadi Irwan Bachri Syam

Published

on

Kitasulsel—Luwutimur—Ada yang berubah dari cara sebagian masyarakat memandang seorang kepala daerah. Bukan lagi sekadar soal kebijakan, program, atau pidato resmi. Tapi tentang ketahanan—tentang bagaimana seseorang menjalani hari yang seolah tak pernah selesai.

Di Luwu Timur, nama Irwan Bachri Syam kini kerap disebut dengan nada yang lebih lirih—campuran antara kagum dan haru.

“Jaga kesehatan, Pak Bupati…”

Kalimat itu bukan sekadar sapaan. Ia lahir dari pemandangan yang berulang: seorang pemimpin yang nyaris tak punya jeda.

Pagi itu dimulai seperti biasa—rapat di gedung DPR. Agenda padat, pembahasan serius. Namun itu baru awal. Selepasnya, langkah tak berhenti. Pintu ruang kerja terbuka, tamu datang silih berganti. Wajah-wajah penuh harap, membawa persoalan, aspirasi, dan cerita.

BACA JUGA  Pelayanan Adminduk Disdukcapil Lutim Sasar Wilayah Terpencil Seberang Danau Towuti

Belum selesai satu, datang lagi yang lain.

Waktu bergulir ke siang. Di sela kesibukan, ia menyempatkan diri sholat berjamaah di masjid. Singkat, khusyuk, lalu kembali pada rutinitas: menerima tamu lagi.

Sore menjelang, langkah yang sama terulang. Sholat Ashar, lalu kembali ke kursi kerja. Tak ada tanda melambat.

“Jadi bupati itu berat… biar Pak Irwan Bachri Syam saja,” celetuk seorang warga setengah bercanda, setengah takjub.

Karena memang, tak semua orang sanggup menjalani ritme seperti itu.

Menjelang malam, agenda belum juga usai. Rapat mendadak muncul. Setelahnya, sholat Magrib di musholla. Namun alih-alih beristirahat, ia kembali menemui rombongan tamu yang telah menunggu.

Dan bahkan setelah itu—masih ada lagi.

BACA JUGA  Pimpin Upacara HKN, Sekda Lutim Ingatkan Pegawai Disiplin Waktu

“Pagi, siang, sore, malam… beliau terus. Tidak ada shift. Tidak ada bupati pengganti,” cerita seorang warga yang menyaksikan langsung.

Ajudan boleh bergantian. Tapi seorang bupati—tak punya “stuntman”.

Lelah? Tentu itu pertanyaan yang wajar. Tapi yang tampak justru sebaliknya: energi yang seperti tak habis.

Mungkin, bagi sebagian orang, ini bukan semata soal fisik. Ada yang melihatnya sebagai bentuk pengabdian yang lebih dalam.

“Mungkin itu kelebihan yang Allah berikan… karena beliau mengurusi begitu banyak orang,” ujar seorang warga dengan nada reflektif.

Kisah-kisah kecil seperti itu terus beredar. Tentang bagaimana satu teguran ringan soal kehadiran pegawai di waktu sholat bisa langsung mengubah suasana.

BACA JUGA  Bupati dan Wabup Luwu Timur Terima Kunjungan Bupati Bombana

Hari itu, ketika waktu Ashar tiba, masjid nyaris tak mampu menampung jamaah.

Cukup sekali bicara—dan semua tergerak.

Sederhana, tapi mengena.

Malam kian larut. Namun bagi Irwan, hari belum benar-benar selesai. Informasi dari humas menyebutkan, esok pagi ia harus bertolak ke Makassar. Agenda baru sudah menunggu.

Artinya, waktu istirahat kembali menjadi barang langka.

Dan di tengah semua itu, masyarakat hanya bisa mengirim doa yang sederhana:

“Jaga kesehatan, Pak Bupati.”

Karena di balik jabatan yang terlihat kokoh, ada manusia yang terus berjalan, menembus batas waktu—demi mereka yang dipimpinnya.

Dan mungkin benar, menjadi bupati itu berat.

Tidak semua orang sanggup.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Fun Run Juara 2026 di Luwu Timur Jadi Ajang Edukasi Penanganan Henti Jantung Mendadak

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Luwu Timur menggelar kegiatan Fun Run Juara 2026 di kawasan Bundaran Batara Guru, Malili, Ahad (21/6/2026).

Kegiatan yang diikuti ribuan peserta tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan kampanye hidup sehat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya terkait penanganan awal pada kasus henti jantung mendadak.

Di sela-sela pelaksanaan kegiatan, para perawat dari PPNI Kabupaten Luwu Timur memberikan demonstrasi dan edukasi langsung mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menemukan seseorang mengalami henti jantung mendadak. Edukasi tersebut mendapat perhatian dari para peserta yang memadati lokasi kegiatan.

Melalui simulasi yang diperagakan secara langsung, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya tindakan cepat dan tepat sebelum tenaga medis tiba di lokasi kejadian.

BACA JUGA  Pelayanan Adminduk Disdukcapil Lutim Sasar Wilayah Terpencil Seberang Danau Towuti

Salah seorang perawat yang memberikan edukasi, Mirda Mardan, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa terdapat dua langkah utama yang harus segera dilakukan ketika menemukan seseorang mengalami henti jantung mendadak.

“Ada dua hal yang harus dilakukan jika kita melihat seseorang sakit jantung yaitu, respon segera dan tangani segera,” ujar Mirda di hadapan peserta Fun Run Juara 2026.

Menurutnya, kecepatan dalam memberikan respons awal sangat menentukan peluang keselamatan pasien. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama agar mampu memberikan bantuan yang tepat saat menghadapi situasi darurat.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memberikan apresiasi atas inisiatif PPNI yang berhasil menggabungkan kegiatan olahraga dengan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

BACA JUGA  Pimpin Upacara HKN, Sekda Lutim Ingatkan Pegawai Disiplin Waktu

Menurut Irwan, kegiatan seperti ini memiliki manfaat ganda karena selain mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, juga meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap penanganan kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja,” jelas Irwan.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi kesehatan dapat terus dilakukan dalam berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Fun Run Juara 2026 sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menjadikannya sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

BACA JUGA  Tim Basket Putri SMPN 2 Malili Raih Juara 3 IBB SBA Junior Vol.1 Se-Luwu Raya

Melalui kegiatan ini, PPNI Kabupaten Luwu Timur berharap masyarakat tidak hanya semakin gemar berolahraga, tetapi juga memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat. Pengetahuan tersebut dinilai sangat penting karena dapat membantu menyelamatkan nyawa seseorang sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kegiatan ini menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan dalam membangun masyarakat yang sehat, tanggap, dan peduli terhadap keselamatan sesama.

Continue Reading

Trending