Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap Dorong Petani Modern lewat Sinergi Teknologi Herbisida dan Mekanisasi

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP — Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa kunci utama mewujudkan petani modern adalah melalui sinergi antara penerapan teknologi perlindungan tanaman dan mekanisasi pertanian.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran herbisida Pirazo produksi PT Excel Meg Indo⁠� di Kelurahan Majjeling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (9/5/2026).

Di hadapan ratusan petani dan penyuluh pertanian, Syaharuddin memaparkan bahwa kemajuan sektor pertanian lahir dari kolaborasi empat unsur penting, yakni pengalaman petani, ilmu penyuluh, dukungan pemerintah, serta inovasi teknologi dari produsen.

“Hari ini kita mempraktikkan sekaligus meluncurkan produk Pirazo. Jika ada teknologi baru seperti ini, maka petani harus mendengarkan dan mempraktikkannya,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, penggunaan herbisida Pirazo sebagai solusi pratumbuh dan purnatumbuh mampu menciptakan efisiensi tenaga kerja dan waktu di lapangan. Dengan pengendalian gulma yang optimal, nutrisi pupuk dan pertumbuhan benih padi tidak akan terganggu sehingga hasil produksi dapat meningkat.

BACA JUGA  Kominfo Sidrap Perkuat Transformasi Digital Pendidikan melalui Sosialisasi TTE di Dua Pitue

Selain penggunaan teknologi herbisida, Bupati Sidrap juga mendorong petani beralih dari metode tanam tradisional menuju sistem mekanisasi menggunakan rice transplanter. Ia optimistis kombinasi penggunaan herbisida Pirazo dan mesin tanam modern mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Sidrap hingga mencapai target 10 ton lebih per hektare.

“Kalau teknologi perlindungan tanaman dipadukan dengan mekanisasi, maka hasil panen petani akan jauh lebih maksimal,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Syaharuddin juga menyampaikan apresiasi terhadap harga gabah yang saat ini mencapai Rp7.300 per kilogram. Menurutnya, kondisi harga tersebut sangat membantu peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sidrap.

Sementara itu, perwakilan PT Excel Meg Indo⁠�, Ode Khalik, menjelaskan bahwa Pirazo hadir sebagai solusi atas kendala gulma yang selama ini sering dihadapi petani, baik pada sistem tabela maupun tanam pindah.

BACA JUGA  Peserta Selter Masuki Tahapan Penulisan Makalah, Wawancara, dan Rekam Jejak

Produk tersebut dirancang untuk mengendalikan gulma berdaun lebar, teki, hingga golongan rumput endemik yang kini menjadi tantangan utama pertanian di Sulawesi Selatan.

“Kami akan selalu mendampingi petani untuk memberikan informasi teknologi terkait penggunaan Pirazo agar pengendalian gulma lebih efektif dan hasil panen maksimal,” kata Ode Khalik.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penanaman padi menggunakan rice transplanter oleh Bupati Sidrap bersama jajaran pejabat daerah.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Fajrin Salman, Camat Maritengngae Firman, Kapolsek Maritengngae, Ketua KTNA Sidrap Abdul Samad, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pelajar setempat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Pemkab Sidrap Gencarkan Gerakan Pasar Digital, Edukasi QRIS dan Insentif Retribusi untuk Pedagang

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat transformasi digital di sektor perdagangan melalui program Gerakan Pasar Digital. Upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta sosialisasi insentif fiskal retribusi pasar kepada para pedagang di sejumlah pasar tradisional.

Kegiatan yang berlangsung pada 10 hingga 19 Juni 2026 itu menyasar delapan pasar tradisional, yakni Pasar Pangkajene, Pasar Tanru Tedong, Pasar Rappang, Pasar Empagae, Pasar Dongi, Pasar Lawawoi, Pasar Amparita, dan Pasar Bilokka.

Program tersebut diinisiasi oleh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sidrap dengan melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Bank Sulselbar Cabang Sidrap.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap Lepas Kafilah MTQ, Targetkan Prestasi Lebih Tinggi di Tingkat Provinsi

Gerakan Pasar Digital menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mempercepat penerapan transaksi non-tunai sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Bidang Perencanaan Bapenda Sidrap, Nurhidayah Ibhas, menjelaskan bahwa literasi QRIS merupakan agenda rutin TP2DD yang dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang aman, praktis, dan efisien.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para pelaku usaha dan masyarakat untuk semakin memahami serta memanfaatkan transaksi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Selain edukasi QRIS, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi program insentif fiskal terhadap retribusi pasar yang akan mulai diterapkan pada Juni 2026. Program ini diharapkan mampu meningkatkan minat pedagang untuk beralih ke sistem pembayaran retribusi secara non-tunai.

BACA JUGA  BPJamsostek Sidrap Imbau Peserta Tak Gunakan Jasa Calo dalam Pencairan JHT

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidrap, Irwin Hatibu, bersama PIC TP2DD, Purnama Indah Bestari, turut memberikan penjelasan mengenai mekanisme program tersebut kepada para pedagang pasar.

Melalui penerapan sistem pembayaran digital, pedagang tidak hanya memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi, tetapi juga mendapatkan manfaat berupa proses pembayaran yang lebih transparan, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.

Sementara itu, Bank Sulselbar Cabang Sidrap memberikan edukasi langsung terkait manfaat penggunaan QRIS, mulai dari kemudahan transaksi, keamanan pembayaran, hingga berbagai keuntungan yang dapat dirasakan pelaku usaha dalam mengelola aktivitas perdagangan secara modern.

Pihak Bank Sulselbar juga mendorong para pedagang untuk memanfaatkan layanan digital sebagai bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah ke sistem non-tunai.

BACA JUGA  JNK Research and Consulting Rilis Survei: 87,7 Persen Warga Puas Kinerja SAR–Kanaah

Melalui Gerakan Pasar Digital, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap semakin banyak pelaku usaha di pasar tradisional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah serta memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan meningkatnya penggunaan QRIS dan transaksi digital di pasar tradisional, Pemkab Sidrap optimistis dapat menciptakan sistem perdagangan yang lebih modern, efisien, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah era transformasi digital.

Continue Reading

Trending