Connect with us

NEWS

Jelang Festival Etnik Religi 2026, Bupati Willem Wandik Ajak Wisatawan Dunia Datang ke Tolikara: “Rumah untuk Semua”

Published

on

KITASULSEL—KARUBAGA – Menjelang pelaksanaan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 yang akan digelar pada 12–13 Agustus 2026, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos. mengajak wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk datang dan merasakan secara langsung keindahan alam, kekayaan budaya, serta kehidupan religius masyarakat di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Festival ini memang dipersiapkan sebagai agenda tahunan untuk memadukan pelestarian budaya, sejarah masuknya Injil, dan promosi pariwisata daerah.

Menurut Willem Wandik, Festival Etnik Religi bukan sekadar sebuah perhelatan budaya, tetapi menjadi momentum bagi Tolikara untuk memperkenalkan wajah Papua yang damai, ramah, dan penuh persaudaraan kepada Indonesia bahkan dunia.

“Kami mengundang seluruh wisatawan, baik dari luar negeri maupun dari berbagai daerah di Indonesia, untuk datang ke Tolikara. Mari melihat sendiri keindahan alam pegunungan, keramahan masyarakat, serta kekayaan budaya yang kami miliki,” ujar Willem Wandik.

BACA JUGA  Menkomdigi: Lima Juta Akun Anak di Platform Digital Telah Diturunkan, Implementasi PP Tunas Terus Diperkuat

Ia menegaskan bahwa masyarakat Tolikara telah siap menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh tamu yang hadir. Keramahan, rasa persaudaraan, dan semangat kebersamaan menjadi nilai yang akan ditunjukkan selama festival berlangsung.

“Tolikara adalah rumah untuk semua. Siapa pun yang datang akan kami sambut dengan penuh sukacita dan rasa persaudaraan. Kami ingin setiap tamu membawa pulang pengalaman terbaik dari Bumi Nawi Arigi,” katanya.

Festival Etnik Religi 2026 akan menghadirkan berbagai atraksi yang tidak ditemukan di daerah lain. Mulai dari Tarian Kolosal Sejarah Masuknya Injil di Lembah Tolikara, Tradisi Lendawi sebagai warisan budaya masyarakat pegunungan, Atraksi Tandem Paralayang, hingga pameran budaya, kuliner khas, produk UMKM, serta pertunjukan seni yang menggambarkan identitas masyarakat Tolikara. 

BACA JUGA  Komisi IX Soroti Rencana Anggaran BPOM RI Turun Hingga 55 Persen, Padahal Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat

Selain menjadi ruang pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai religius, festival ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan tangan, hingga usaha mikro yang dikelola masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten Tolikara optimistis kehadiran wisatawan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat citra Tolikara sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Papua Pegunungan.

Bupati Willem Wandik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan selama pelaksanaan festival agar setiap pengunjung mendapatkan kesan terbaik saat berada di Tolikara.

“Festival ini adalah kebanggaan kita bersama. Mari kita tunjukkan bahwa Tolikara adalah daerah yang damai, religius, kaya budaya, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal Papua lebih dekat,” ujarnya.

BACA JUGA  Meriah dan Penuh Makna, Patrol Ramadan PSI Sulsel Jadi Simbol Politik Kehadiran

Di akhir ajakannya, Willem Wandik mengundang masyarakat Indonesia dan dunia untuk tidak melewatkan momen bersejarah tersebut.

“Ayo ke Tolikara. Nikmati sensasi Festival Etnik Religi yang hanya ada di Bumi Nawi Arigi. Datang sebagai tamu, pulang sebagai saudara.” 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending