Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Mediasi di Mangkutana Selesaikan Isu Lahan Lapangan Desa, Warga Sepakat Jaga Aset Bersama

Published

on

Kitasulsel–MANGKUTANA –Status lahan lapangan desa di depan SDN 150 Mangkutana yang sempat menjadi perbincangan warga akhirnya mendapat penjelasan melalui mediasi terbuka di Kantor Kecamatan Mangkutana, Selasa (5/5/2026).

Pertemuan itu digelar setelah muncul isu bahwa lahan fasilitas umum tersebut telah disertifikatkan atas nama pribadi Kepala Desa, namun hasil mediasi memastikan informasi itu tidak benar dan lahan tetap diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan serta masyarakat.

Pertemuan yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, pihak sekolah, dan masyarakat itu berlangsung aman serta menghasilkan kesepahaman bersama.

Sebelumnya, warga sempat dihebohkan dengan isu yang menyebut lahan tersebut telah disertifikatkan atas nama pribadi Kepala Desa. Informasi yang beredar di tengah masyarakat itu memunculkan berbagai persepsi dan kekhawatiran soal status aset yang selama ini digunakan untuk kepentingan umum.

BACA JUGA  Bupati Irwan Inspeksi Pasar Tradisional Malili, Soroti Drainase dan Pipa PDAM

Untuk menghindari kesalahpahaman yang lebih luas, Pemerintah Kecamatan Mangkutana memfasilitasi dialog terbuka bersama unsur kepolisian, TNI, Pemerintah Desa Teromu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pihak sekolah, tokoh masyarakat, hingga kelompok pelapor.

Dalam forum tersebut, dijelaskan bahwa informasi mengenai kepemilikan pribadi atas lahan tidak benar. Pihak sekolah juga menegaskan tidak ada persoalan terkait penggunaan maupun status lahan tersebut.

Hasil mediasi mengungkap bahwa sebelum sertifikat hak pakai diterbitkan, telah ada kesepakatan bersama antara Pemerintah Desa, BPD, dan pihak sekolah. Kesepakatan itu menjadi dasar pengelolaan lahan agar tetap dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan dan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, terungkap pula bahwa lapangan tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat kampung yang sejak awal diperuntukkan sebagai fasilitas umum. Karena itu, lahan tersebut dipahami sebagai aset bersama warga, bukan tanah pribadi maupun lahan pemberian pemerintah dalam program transmigrasi.

BACA JUGA  Luwu Timur Mantapkan Diri Jadi Poros Otomotif Sulsel, Bupati Cup II Kejurprov IMI Sulsel 2026 Resmi Digelar

Kepala Desa Teromu, Bertho Taruku, SP, menegaskan seluruh proses pengelolaan lahan dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kesepakatan bersama.

“Lahan ini diperuntukkan untuk sarana pendidikan dan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan penggunaan nama Pemerintah Desa dalam sertifikat bertujuan mempermudah pengelolaan administrasi, termasuk pemeliharaan fasilitas dan pengembangan sarana pendukung di area tersebut.

Mediasi itu sekaligus menjadi langkah penyelesaian agar polemik yang berkembang tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemerintah desa juga mengimbau warga untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan komunikasi dan klarifikasi dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Paparkan Komitmen Perlindungan Pekerja di Wawancara Jamsostek Award Sulsel 2026

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memaparkan berbagai capaian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan pada tahapan wawancara Jamsostek Award Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang berlangsung di Hotel The Rinra, Makassar, Rabu (22/7/2026).

Paparan tersebut disampaikan langsung di hadapan tim juri sebagai bagian dari proses penilaian kategori Pemerintah Daerah. Kehadiran Bupati Irwan menjadi tahapan lanjutan setelah Kabupaten Luwu Timur berhasil masuk sebagai salah satu kandidat yang lolos ke sesi wawancara.

Dalam presentasinya, Irwan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat, khususnya pekerja rentan.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Bayar Zakat Fitrah Langsung ke Baznas, Jadi Teladan di Bulan Ramadan

“Kami senantiasa berusaha dan berupaya agar setiap tahunnya persentase kepesertaan masyarakat kami dalam program Universal Coverage Jamsostek ini bisa bertambah. Kami yakin, Insya Allah, capaian tersebut akan bertambah karena program ini menjadi salah satu prioritas kami di pemerintah daerah,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat implementasi Universal Coverage Jamsostek (UCJ) melalui dukungan anggaran daerah. Pada Tahun Anggaran 2026, sebanyak 19.603 pekerja rentan mendapatkan perlindungan melalui pembiayaan dari APBD dan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan perlindungan kepada 8.862 pekerja yang berasal dari ekosistem desa dan lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

“Total pekerja rentan yang dibiayai melalui APBD dan DBH Sawit mencapai 19.603 pekerja. Selain itu, perlindungan juga diberikan kepada pekerja ekosistem desa serta pekerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang mencapai 8.862 orang,” jelasnya.

BACA JUGA  Luwu Timur Mantapkan Diri Jadi Poros Otomotif Sulsel, Bupati Cup II Kejurprov IMI Sulsel 2026 Resmi Digelar

Dalam kesempatan tersebut, Irwan turut memaparkan sejumlah inovasi yang menjadi andalan Kabupaten Luwu Timur dalam memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Inovasi tersebut meliputi program ASN Care, Satu Desa Satu Perisai, penguatan kepatuhan sektor jasa konstruksi, hingga inovasi Peduli Mustahik yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Berbagai kebijakan dan inovasi yang dipresentasikan mendapat apresiasi dari tim juri. Program-program tersebut dinilai menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menghadirkan perlindungan sosial yang lebih luas, terutama bagi pekerja rentan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Melalui keikutsertaan pada Jamsostek Award 2026, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga cakupan perlindungan pekerja di daerah dapat terus meningkat.

BACA JUGA  DP3A Terima Kunjungan Edukatif Siswa SDIT Al Bina Tomoni

Mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Luwu Timur Joni Patabi, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja A. Abd. Rasyid, serta Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palopo Haryanjas Pasang Kamase.

Continue Reading

Trending