Connect with us

POLITIK

Pemerintah dan Serikat Buruh Perkuat Mitigasi PHK, Said Iqbal Dorong Perlindungan Pekerja hingga Penghapusan Pajak JHT

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Pemerintah bersama serikat buruh terus memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk menekan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah perlambatan ekonomi global. Selain memastikan hak-hak pekerja yang terdampak PHK tetap terpenuhi, pemerintah juga mendorong peningkatan perlindungan bagi pekerja alih daya (outsourcing) serta mengusulkan penghapusan pajak atas manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan ancaman PHK masih menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius.

Menurutnya, perlambatan ekonomi global, melemahnya daya beli masyarakat, tingginya harga gas industri akibat konflik geopolitik, hingga relokasi produksi perusahaan multinasional menjadi sejumlah faktor yang meningkatkan risiko PHK di berbagai sektor industri.

BACA JUGA  KPU Makassar Siap Hadapi Sengketa Hasil Pilkada 2024 di MK

“Ancaman PHK memang masih ada di depan mata. Tetapi pemerintah bersama serikat buruh tidak tinggal diam. Kami memilih turun langsung ke lapangan untuk melakukan mitigasi agar PHK dapat dicegah. Kalau pun PHK tidak bisa dihindari, maka hak-hak pekerja harus dipastikan dibayar sesuai ketentuan,” ujar Said Iqbal dalam keterangan resminya, Minggu (28/6/2026).

Turun Langsung ke Perusahaan

Said Iqbal menjelaskan, sebagai Penasihat Khusus Presiden, dirinya memilih melakukan pendekatan langsung ke perusahaan atau turun ke bawah (turba) karena dinilai lebih efektif dibandingkan hanya menerima laporan.

Dalam beberapa pekan terakhir, ia telah mengunjungi sejumlah perusahaan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Agenda serupa dijadwalkan berlanjut pada Senin (29/6/2026) dengan mengunjungi sejumlah perusahaan di Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA  Rangkul Relawan, Andi Sudirman : Silahkan Datang, untuk Kepentingan Masyarakat Banyak

Relokasi Produksi Berhasil Ditekan

Salah satu hasil dari upaya mitigasi tersebut adalah keberhasilan menekan rencana relokasi produksi di PT JAI Pasuruan dan PT SAI Mojokerto yang merupakan bagian dari Grup Yazaki.

Melalui dialog antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja, rencana pemindahan sekitar 50 persen lini produksi ke Vietnam berhasil dikurangi menjadi hanya sekitar tiga hingga lima lini produksi.

Berdasarkan rencana bisnis perusahaan hingga 2030, pengurangan tenaga kerja nantinya akan dilakukan secara alami melalui berakhirnya masa kontrak kerja tanpa perpanjangan, bukan melalui PHK massal.

Pemerintah Dorong Penurunan Harga Gas Industri

Selain melakukan pendampingan langsung ke perusahaan, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi di sektor industri keramik, granit, dan tekstil dengan mendorong penurunan harga gas industri non-subsidi.

BACA JUGA  RMS: Pernah Satu Piring Berjuang, Saya Yakin Syaharuddin Alrif Mampu Besarkan NasDem

Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus menjaga keberlangsungan lapangan kerja.

“Penurunan harga gas industri merupakan salah satu langkah konkret pemerintah untuk mencegah gelombang PHK. Dengan biaya produksi yang lebih kompetitif, perusahaan memiliki ruang untuk mempertahankan pekerjanya,” kata Said Iqbal.

Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan serikat pekerja guna menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional di tengah tekanan ekonomi global, sekaligus memastikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja tetap menjadi prioritas.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

POLITIK

RMS: Pernah Satu Piring Berjuang, Saya Yakin Syaharuddin Alrif Mampu Besarkan NasDem

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Mantan Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel), RMS, menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kendali Syaharuddin Alrif (SAR), Partai NasDem akan melangkah ke arah yang lebih baik dan solid. Keyakinan itu didasari rekam jejak panjang kebersamaan dan pengalaman politik yang telah mereka lalui bersama di tubuh NasDem.

“Kita pernah satu piring dalam perjuangan di NasDem dan dia tahu apa yang mesti dilakukan untuk membesarkan partai. Intinya, kita yakin Syahar bisa membawa NasDem lebih baik,” ujar RMS.

Ia menambahkan, pengalaman politik SAR dinilainya sudah matang. “Syahar soal politik sudah tamat lah. Dia paham betul apa yang mesti dilakukan untuk membesarkan partai. Saya yakin itu,” tegasnya.

BACA JUGA  KPU Makassar Siap Hadapi Sengketa Hasil Pilkada 2024 di MK

Pernyataan tersebut disampaikan RMS usai dirinya resmi diperkenalkan sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar. Meski telah menapaki jalan politik baru, RMS menegaskan hubungannya dengan NasDem—khususnya dengan SAR—tetap terjaga dalam bingkai saling menghormati dan profesionalisme politik.

Rekam jejak kolaborasi RMS–SAR saat keduanya memimpin NasDem Sulsel sebagai Ketua DPW dan Sekretaris DPW. Di bawah nahkoda duet tersebut, mesin partai berjalan efektif, konsolidasi kader menguat hingga ke akar rumput, dan capaian elektoral menunjukkan tren positif.

“Banyak proses penting yang kami lalui bersama—penguatan struktur, konsolidasi kader, hingga strategi pemenangan. Itu bukan kerja satu orang, melainkan kolaborasi yang solid,” kata RMS.

BACA JUGA  Appi Dapat Rekomendasi Golkar Makassar

Prestasi puncak dari kepemimpinan RMS–SAR tercatat ketika DPW NasDem Sulsel dikukuhkan sebagai DPW terbaik NasDem se-Indonesia, sebuah pengakuan nasional atas kinerja organisasi, soliditas kader, serta capaian politik yang diraih di daerah.

Dengan rekam jejak tersebut, RMS meyakini SAR memiliki kapasitas dan visi untuk melanjutkan—bahkan meningkatkan—kinerja NasDem ke depan. “Pengalaman, jejaring, dan pemahaman lapangan yang dimiliki Syahar adalah modal besar. Saya optimistis NasDem akan semakin baik di tangannya,” pungkas RMS.

Continue Reading

Trending