Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Karnaval Budaya Hari Jadi ke-23 Luwu Timur Semarak, Wabup Puspawati: Keberagaman Adalah Kekuatan Persatuan

Published

on

Kitasulael–LUWUTIMUR – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, secara resmi mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Anjungan Sungai Malili, Rabu (3/6/2026), berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan masyarakat.

Karnaval budaya tersebut diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta pemerintah kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur. Masing-masing peserta menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang mencerminkan keberagaman masyarakat di Bumi Batara Guru.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Puspawati Husler mengatakan, karnaval budaya menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Melalui karnaval budaya ini, kita ingin menunjukkan bahwa Luwu Timur adalah daerah yang kaya akan keberagaman, namun tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan kebersamaan yang mencerminkan Pesona Kebhinekaan Bumi Batara Guru,” ujar Puspawati.

BACA JUGA  Kembali Sidak Pembangunan Pasar Tomoni, Bupati Akan Hentikan Kontrak Kontraktor

Berbagai pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Bugis, Toraja, Jawa, Bali, Sasak hingga budaya lokal lainnya, ditampilkan secara berdampingan. Keunikan tersebut menjadikan karnaval sebagai miniatur Indonesia yang hidup di Kabupaten Luwu Timur.

Tidak hanya sekadar parade, setiap OPD dan kecamatan juga menghadirkan atraksi seni tradisional, tarian, hingga kostum khas daerah yang memperlihatkan identitas budaya masing-masing. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.

Sorak sorai dan tepuk tangan penonton mengiringi setiap peserta yang melintas, menciptakan suasana penuh semangat dan kebanggaan terhadap keberagaman budaya yang dimiliki Luwu Timur.

Salah seorang wisatawan asal Baubau, Sulawesi Tenggara, Anggun, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan karnaval tersebut.

BACA JUGA  Dinkes Lutim Gelar Ekspose Awal Pembangunan RS Malili

“Seru sekali, kita bisa melihat berbagai pakaian adat dalam satu tempat. Ternyata Luwu Timur memang sangat beragam, tetapi yang luar biasa masyarakatnya tetap hidup rukun,” ungkapnya.

Melalui Karnaval Budaya Hari Jadi ke-23 ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan komitmennya dalam merawat nilai-nilai kebhinekaan sebagai simbol persatuan serta memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Bumi Batara Guru.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Luwu Timur, Pabung Kodim 1403/Palopo, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, serta seluruh peserta karnaval budaya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Tinjau Gerakan Pangan Murah, Minta Jangkauan Diperluas hingga Desa

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di pelataran Lapangan Dinas Pendidikan, Selasa (21/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memastikan program pengendalian inflasi berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Bupati Irwan menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat yang berbelanja serta memantau ketersediaan berbagai bahan pangan pokok yang dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP). Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.

BACA JUGA  Kembali Sidak Pembangunan Pasar Tomoni, Bupati Akan Hentikan Kontrak Kontraktor

Agar pelaksanaannya semakin optimal, Bupati Irwan memberikan sejumlah arahan kepada penyelenggara. Ia meminta penambahan fasilitas pendukung, seperti tenda berukuran besar, serta penambahan petugas agar masyarakat dapat berbelanja dengan lebih nyaman dan pelayanan berlangsung lebih cepat.

“GPM ini harus terus dilaksanakan dan diperluas jangkauannya, termasuk ke kecamatan dan desa, agar bisa memudahkan masyarakat dan manfaatnya bisa dirasakan lebih merata,” tegas Irwan.

Pada kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, hingga aneka sayuran organik yang dijual mulai Rp5.000 per kemasan. Selain itu, tersedia pula beragam produk olahan hasil perikanan dari pelaku usaha lokal.

BACA JUGA  Wabup Puspa Hadiri Ngaben dan Melayat di Dua Lokasi Berbeda di Angkona

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Luwu Timur, Darfan Husain, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan vendor lokal guna memastikan pasokan pangan tetap tersedia.

“Kegiatan ini kami laksanakan secara berkala, khususnya di Malili dua kali dalam sebulan, dan juga akan dilakukan di dinas-dinas, kecamatan hingga desa seperti sebelumnya,” jelas Darfan.

Ia berharap pelaksanaan GPM secara berkelanjutan dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan akan terus memperkuat program-program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap mudah diakses dengan harga yang terjangkau di seluruh wilayah Luwu Timur.

BACA JUGA  Pelayanan Adminduk Disdukcapil Lutim Sasar Wilayah Terpencil Seberang Danau Towuti
Continue Reading

Trending