Connect with us

Entertainment

Ritual Penglaris Menelan Tumbal, Toko Perlengkapan Mayat Hadirkan Teror Mistis Sulawesi Selatan di Bioskop

Published

on

KITASULSEL–JAKARTA– Film horor Indonesia kembali menghadirkan kisah yang berbeda melalui Toko Perlengkapan Mayat, sebuah film yang mengangkat nuansa mistis khas Sulawesi Selatan. Resmi tayang di bioskop, film produksi YC Entertainment bersama Affor Entertainment ini menawarkan perpaduan horor supranatural, drama keluarga, dan budaya lokal yang jarang diangkat ke layar lebar.

Disutradarai sekaligus ditulis oleh Surya Darmawan, Toko Perlengkapan Mayat mengisahkan Daeng Sarro (Armhada Sijaya), pemilik toko perlengkapan jenazah yang berjuang mempertahankan usaha warisan keluarganya. Tekanan ekonomi dan persaingan bisnis membuat tokonya berada di ambang kebangkrutan.

Dalam keputusasaan, Daeng Sarro memilih menjalani ritual penglaris demi mengembalikan kejayaan usahanya. Ritual tersebut ternyata memiliki syarat yang mengerikan, yakni tumbal berupa potongan tubuh manusia. Meski menyadari risikonya, ia tetap melanjutkan perjanjian gaib itu dengan harapan tokonya kembali ramai.

BACA JUGA  Melani Wakil Tunggal Sidrap Siap Tampil di Top 37 DA8 Indosiar, Dukungan Mengalir dari DPRD hingga Warga

Harapannya sempat menjadi kenyataan. Pelanggan mulai berdatangan dan usaha keluarga kembali bangkit. Namun, keberhasilan tersebut justru menjadi awal petaka. Ritual penglaris yang dijalankan Daeng Sarro perlahan berubah menjadi kutukan yang meneror seluruh keluarganya. Satu demi satu kejadian supranatural menghantui rumah mereka hingga mengancam nyawa orang-orang yang paling dicintainya.

Teror semakin mencekam ketika Daeng Sarro menyadari bahwa perjanjian gaib yang telah dibuat tidak dapat dihentikan begitu saja. Bersama orang-orang terdekatnya, ia berusaha mengungkap rahasia di balik ritual tersebut demi memutus kutukan yang terus menelan korban.

Berbeda dari kebanyakan film horor bertema pesugihan yang berlatar budaya Jawa, Toko Perlengkapan Mayat justru menonjolkan unsur budaya dan nuansa mistis Sulawesi Selatan sebagai identitas utama ceritanya. Pendekatan ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperlihatkan kekayaan cerita rakyat dari Indonesia Timur.

BACA JUGA  'Munafik: Melawan Iblis Tawarkan Teror yang Menguji Iman,Siap Jadi Horor Religi Paling Dinanti 2026

Film ini dibintangi Armhada Sijaya, Dwiaffor, Ivana Meylanda Saragih, Bambang Mosaja, A. Noufah Patadjangi, Siti Sahrani Syifa, Baba Ong Sugiati, Muh. Arif Budiman, Ahmad Mukhtar, Amir Desar, hingga Muda Shifa.

Dengan durasi 79 menit, Toko Perlengkapan Mayat menghadirkan ketegangan yang dibangun perlahan melalui perpaduan misteri, konflik batin, dan teror supranatural. Bagi pencinta film horor Indonesia, karya ini menawarkan pengalaman berbeda dengan sentuhan budaya Sulawesi Selatan yang kuat, sekaligus menyampaikan pesan tentang mahalnya harga yang harus dibayar ketika seseorang memilih jalan pintas demi meraih kesuksesan.

Toko Perlengkapan Mayat kini telah tayang di bioskop Indonesia.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending