Connect with us

Entertainment

Ternyata Bukan Cuma Algoritma, Ini yang Diam-Diam Menentukan Lagu yang Kita Sukai di Spotify

Published

on

KITASULSEL — JAKARTA – Pernah bertanya-tanya kenapa Spotify seolah tahu lagu apa yang sedang ingin kita dengarkan?

Satu lagu muncul di playlist, kemudian lagu lain yang ternyata juga kita suka ikut direkomendasikan. Lama-lama, musik yang terdengar setiap hari terasa seperti benar-benar mengikuti selera pribadi.

Namun di balik rekomendasi tersebut, ternyata bukan hanya algoritma yang bekerja.

Spotify mengungkap bahwa proses menemukan musik merupakan perpaduan antara data, teknologi, algoritma dan manusia. Hal itu dibahas dalam sesi IdeaTalks bertajuk Curating Culture: The Human Side of Music Discovery dalam IdeaFest 2026 di Jakarta.

Spotify memiliki editor musik di berbagai wilayah yang memahami genre sekaligus budaya musik lokal. Mereka ikut menentukan lagu yang masuk dalam playlist editorial dan membantu memperkenalkan musisi, terutama pendatang baru, kepada pendengar.

BACA JUGA  Shabira Lala dan Hamudy BSA Rilis “Bangga Jadi Anak Indonesia”, Lagu Ceria yang Ajak Anak Kenal Keberagaman

Di sisi lain, algoritma membaca kebiasaan pengguna.

Apa yang kita dengarkan, lagu yang dilewati, lagu yang disimpan, pencarian hingga pola mendengarkan menjadi sinyal untuk memahami apa yang kemungkinan kita sukai. Spotify menyebut kumpulan sinyal tersebut sebagai profil selera.

Itulah sebabnya dua orang yang menggunakan Spotify bisa mendapatkan rekomendasi yang sangat berbeda meskipun mendengarkan genre yang sama.

Menariknya, Spotify kini juga semakin memberi pengguna kendali terhadap sistem tersebut.

Pada 2026, Spotify memperkenalkan pengembangan Taste Profile, yang memungkinkan pengguna melihat dan ikut membentuk pemahaman Spotify terhadap selera mereka. Ada pula fitur Prompted Playlist yang memungkinkan pengguna menjelaskan dengan kata-kata musik seperti apa yang ingin didengarkan.

BACA JUGA  Fenomena Langka ! Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Siap Memukau Dunia, Catat Jadwalnya

Jadi, ketika sebuah lagu tiba-tiba muncul dan membuat kita berkata, “Kok Spotify tahu saya suka lagu ini?”, jawabannya ternyata tidak sesederhana algoritma.

Ada jejak kebiasaan kita, ada data, ada teknologi, tetapi juga ada manusia yang ikut menentukan musik apa yang layak diperkenalkan kepada kita.

Dan di tengah semakin canggihnya AI, satu hal justru semakin terlihat: selera musik manusia ternyata masih terlalu rumit untuk sepenuhnya diserahkan kepada mesin.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending