Connect with us

Gubernur Sulsel Andalan Berikan Santunan Guru Tertimpa Pohon di Sidrap

Published

on

KITASULSEL—-SIDRAP — Seorang guru SMK Negeri 4 Sidrap (SPP Negeri Rappang) meninggal dunia karena tertimpa pohon di kompleks sekolah, pada Selasa (27/12/2022) lalu.

Peristiwa tersebut merenggut nyawa almarhum Ust. Muhammad Gusri (56) yang tinggal di kompleks perumahan sekolah tersebut.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (Andalan) memberikan perhatian atas peristiwa tersebut. Ia menyampaikan rasa duka kepada keluarga yang ditinggalkan dan memberikan santun.

“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Turut berduka atas meninggalnya salah seorang guru pendidik kita di Sidrap yang terkena musibah tertimpa pohon,” ucap Gubernur Andi Sudirman.

“Mari kita doakan almarhum, dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dan diberi kesabaran,” imbuhnya.

Gusri bersama guru lainnya, sempat bergotong royong untuk menebang pohon kayu untuk mencegah adanya pohon tumbang karena hujan curah juga tinggi dan angin kencang.

Atas kejadian tersebut korban langsung dilarikan ke rumah sakit Arifin Nu’mang Rappang Sidrap untuk mendapatkan perawatan medis. Namun tidak tertolong.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending