Connect with us

Pamit Sebagai Ketua IKA Arsitek Unhas, Danny Pomanto: Tetap Jaga Kekompakan

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto berpamitan secara resmi kepada seluruh anggotanya sebagai Ketua IKA (Ikatan Alumni) Arsitek Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Acara perpisahan tersebut digelar santai di kediamannya, Jalan Amirullah, Kamis (19/1/2023).

Masa jabatan yang seharusnya diemban dari tahun 2020 hingga 2024 ini tak bisa ia lanjutkan. Pasalnya, Danny mendapatkan amanah terpilih menjadi Ketua IKA UNHAS Sulawesi Selatan periode 2022-2026.

Menurut aturannya, Ia tidak bisa merangkap dua jabatan dalam satu bendera.

Karenanya, Danny berpesan untuk selalu menjaga kekompakan dan silaturahmi yang baik.

“Dari sini saya lahir. Arsitek membesarkan saya. Saya harap kekompakan tetap terjaga agar kekeluargaan di Arsitek ini tetap berasa,” ucapnya.

Danny menyebutkan akan menjalankan tugasnya sesuai yang diamanatkan dan  berharap para alumni di Sulawesi Selatan bisa berkontribusi aktif dalam program-program IKA Unhas Sulsel kedepannya dalam pembangunan daerah.

Di hadapan anggota dan pengurus IKA Arsitek UNHAS Danny mengingatkan agar menjaga wibawa almamater dengan karya-karya para alumninya.

“Kontribusi nyata dan potensi luar biasa lahir dari para alumni UNHAS. Untuk itu kita senantiasa berkarya yang memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(Humas Kominfo Makassar).

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Ledakan Event di Sidrap Dongkrak Ekonomi Lokal, Investor Besar Mulai Melirik

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tengah menunjukkan geliat baru sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi daerah di Sulawesi Selatan. Di bawah kepemimpinan Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, kalender event di Bumi Nene Mallomo kini kembali padat dengan berbagai agenda berskala regional hingga nasional, yang berdampak langsung pada kebangkitan sektor usaha lokal.

Hanya dalam waktu satu tahun sejak memimpin, Syaharuddin Alrif—yang akrab disapa SAR—dinilai berhasil menghidupkan kembali event-event bergengsi yang sempat meredup. Berbagai kegiatan pemerintahan, festival budaya, expo UMKM, hingga agenda olahraga dan keagamaan kini rutin digelar di Sidrap, menciptakan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Padatnya agenda kegiatan tersebut membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM, jasa transportasi, kuliner, hingga sektor perhotelan yang selama ini cenderung lesu dibanding kota-kota besar seperti Makassar. Tingkat hunian hotel yang sebelumnya stagnan, kini mulai mengalami peningkatan signifikan seiring meningkatnya arus kunjungan ke Sidrap.

Fenomena ini membuka mata banyak pihak bahwa Sidrap memiliki potensi ekonomi yang besar, bukan hanya di sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi identitas utamanya sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga di sektor jasa dan pariwisata event.

Bahkan, geliat baru ekonomi Sidrap telah menarik perhatian investor besar. Grup Bosowa, salah satu konglomerasi nasional terkemuka, disebut telah melihat peluang strategis tersebut. Melalui pendekatan personal dan diplomasi investasi yang kerap dilakukan Syaharuddin Alrif dalam berbagai forum informal, Co-Founder Bosowa Group Aksa Mahmud dikabarkan berencana menghadirkan hotel berbintang di Sidrap dalam waktu dekat.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap masa depan ekonomi Sidrap.

Di mata banyak kalangan, kepemimpinan Syaharuddin Alrif tidak berhenti pada peran administratif sebagai kepala daerah. Ia tampil sebagai figur yang aktif memasarkan daerahnya sendiri. Dengan kerendahan hati, rasa bangga, dan keyakinan penuh terhadap potensi Sidrap, SAR kerap menjadi “marketing utama” bagi Bumi Nene Mallomo—mempromosikan peluang investasi, memperkenalkan potensi lokal, hingga meyakinkan mitra bisnis nasional untuk melirik Sidrap.

Pendekatan itulah yang dinilai menjadi kekuatan khas kepemimpinannya: membangun daerah bukan hanya lewat kebijakan, tetapi juga lewat jejaring, komunikasi, dan keberanian menjual potensi daerah ke tingkat yang lebih luas.

Kini, Sidrap tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah agraris penghasil pangan dan lumbung penghafal Al-Qur’an. Di tangan Syaharuddin Alrif, Sidrap sedang bergerak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan di Sulawesi Selatan.

Continue Reading

Trending