Connect with us

Jelang Pileg 2024, Maslim Sosok Generasi Milenial siap gentarkan Dapil 2 Gowa

Published

on

Kitasulsel, Gowa –– Salah satu Putra Berlian yang menyiapkan diri intuk bertarung di liga Politik melalui dapil Dua yakni kecamatan Manuju , Parangloe, Bontomarannu dan Pattalassang

Pembaca Mungkin Penesaran sosok misteri yang dengan diam diam selalu melakukan sosialisasi khususnya di kalangan warga tani

Dari hasil bincang bincang bersama media ini Maslim dengan Tagiline Maju Maslim Juara dikantin Putih DPRD mengatakan bahwa dirinya sudah siap untuk ikut jadi peserta Caleg

” Saya sudah siap untuk maju perhelatan Calon Legislatif” Katanya

Maslim yang juga aktifitas ini mengutarakan jika di berikan amanah untuk memegang anggota dewan maka akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat khususnya di dapil 2 ini

“Dapil 2 ini mempunyai sumber Daya manusia sangat potensi khususnya di bidang pertanian dan perikanan maka diberikan amanah maka akan memperjuangkan masyarakat sekitar ” pungkasnya

Ia juga menjelaskan selama ini aspirasi khususnya dapil 2 kurang maksimal harus butuh penyegaran Karna masih banyak belum tersalurkan

“Selama Ini aspirasi masyarakat masih banyak yang menumpuk belum tersalurkan harus memang ada sosok penyegaran agar bisa di realisasikan secara maksimal ‘ jelasnya. (Um)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Gus Yahya Siap Maju Kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 2026

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan siap kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

“Concern saya adalah bahwa ya, saya sudah menyatakan saya maju lagi sebagai calon, alasannya sudah saya jelaskan,” kata Gus Yahya.

Ia menegaskan bahwa mekanisme maupun tata cara pemilihan Ketua Umum PBNU sepenuhnya akan menjadi kewenangan forum muktamar. Menurutnya, para peserta muktamar memiliki hak untuk menentukan sistem pemilihan yang akan digunakan.

“Nanti kan akan diserahkan kepada muktamar. Muktamar ini mau pilih cara yang seperti apa, silakan saja,” ujarnya.

Gus Yahya menilai warga Nahdlatul Ulama telah memiliki kedewasaan dalam menentukan figur yang layak memimpin organisasi. Ia meyakini para pengurus cabang, kiai, dan masayikh memahami kriteria kepemimpinan yang dibutuhkan NU ke depan.

“NU ini sudah dewasa, masayikh-masayikh itu sudah ngerti ukurannya. Sudah ngerti speknya ketua umum seperti apa. Jadi itu cuma soal teknis saja, soal tata cara pemilihan, dan nanti kita serahkan kepada muktamar,” ucapnya.

Persiapan Muktamar Hampir Rampung

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga memaparkan perkembangan persiapan Muktamar NU ke-35, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Ia mengungkapkan bahwa proses penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan di berbagai tingkatan hampir selesai.

Menurutnya, PBNU membawahi sekitar 548 pengurus cabang dan 38 pengurus wilayah. Dari hampir 600 unit kepengurusan yang diproses, sekitar 490 unit telah memasuki tahap penyelesaian, sementara lebih dari 430 unit telah menerima surat keputusan.

“Sebentar lagi insyaallah selesai, tinggal menunggu satu-dua minggu ini,” katanya.

Gus Yahya turut mengapresiasi seluruh jajaran pengurus PBNU yang berhasil mempercepat penyelesaian administrasi kepengurusan. Ia mengakui proses tersebut sempat mengalami hambatan sejak akhir 2024 hingga awal 2026 sebelum akhirnya kembali berjalan.

“Alhamdulillah akhirnya bisa kita proses lebih lanjut,” tuturnya.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dipandang sebagai momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk menentukan arah kepemimpinan dan program strategis lima tahun ke depan. Selain memilih Ketua Umum PBNU, forum muktamar juga akan membahas berbagai agenda organisasi, penguatan peran keumatan, serta kontribusi NU dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan perkembangan global.

Continue Reading

Trending