Connect with us

Jelang Pileg 2024, Maslim Sosok Generasi Milenial siap gentarkan Dapil 2 Gowa

Published

on

Kitasulsel, Gowa –– Salah satu Putra Berlian yang menyiapkan diri intuk bertarung di liga Politik melalui dapil Dua yakni kecamatan Manuju , Parangloe, Bontomarannu dan Pattalassang

Pembaca Mungkin Penesaran sosok misteri yang dengan diam diam selalu melakukan sosialisasi khususnya di kalangan warga tani

Dari hasil bincang bincang bersama media ini Maslim dengan Tagiline Maju Maslim Juara dikantin Putih DPRD mengatakan bahwa dirinya sudah siap untuk ikut jadi peserta Caleg

” Saya sudah siap untuk maju perhelatan Calon Legislatif” Katanya

Maslim yang juga aktifitas ini mengutarakan jika di berikan amanah untuk memegang anggota dewan maka akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat khususnya di dapil 2 ini

“Dapil 2 ini mempunyai sumber Daya manusia sangat potensi khususnya di bidang pertanian dan perikanan maka diberikan amanah maka akan memperjuangkan masyarakat sekitar ” pungkasnya

Ia juga menjelaskan selama ini aspirasi khususnya dapil 2 kurang maksimal harus butuh penyegaran Karna masih banyak belum tersalurkan

“Selama Ini aspirasi masyarakat masih banyak yang menumpuk belum tersalurkan harus memang ada sosok penyegaran agar bisa di realisasikan secara maksimal ‘ jelasnya. (Um)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending