Connect with us

Satpol PP BKO Kecamatan Manggala Bersama Kasi Trantib, Staf Trantib Melakukan Edukasi dan Peneguran Secara Humanis

Published

on

Kitasulsel, Makassar–-Anggota Satpol PP BKO Kecamatan.Manggala Bersama Kasi Trantib & Staf Trantib Kec.Manggala Melakukan Edukasi & Peneguran Secara Humanis Kepada PK5 Di Pasar Tumpah Borong Agar Tidak Berjualan Di Atas Bahu Jalan.

Patroli yang dipimpin oleh Komandan Regu dan melakukan peneguran sekaligus pembinaan terhadap pedagang kaki lima (PK5) yang berjualan di Jl.Borong Raya (Pasar Tumpah Borong) di wilayah Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Senin (30/01/2023).

Nampak para pedagang kaki lima untuk merapikan jualannya dan segera membereskan jualannya sendiri, mengindahkan teguran Anggota Satpol PP BKO Kecamatan Manggala..

Pihaknya melakukan patroli rutin dalam sehari. Hal ini sesuai arahan dan instruksi Camat Manggala.

Situasi Diperintahkan untuk meninggalkan lokasi Aman Terkendali.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending