Connect with us

397 Paket Bantuan Korban Banjir dan Angin Kencang di Sidrap Disalurkan Sentra Gau Mabaji Kemensos

Published

on

Kitasulsel, Sidrap – Kementerian Sosial RI melalui Sentra Gau Mabaji Gowa menyalurkan 397 paket bantuan Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) kepada korban bencana banjir dan angin kencang di Kabupaten Sidrap, Rabu (1/2/2023).

Penerima bantuan tersebar di sembilan kecamatan Kabupaten Sidrap, yakni Panca Rijang, Tellu Limpoe, Baranti, Kulo, Panca rijang, Maritengae, Watang Pulu, Watang Sidenreng, dan Dua Pitue.

Kegiatan dihadiri Kepala Sentra Gau Mabaji, Subhan Kadir bersama petugas penyaluran, yakni Ade Putri Carolina, Firdaus El Akhmed, Zulrama Dermawan, dan Intan Wahyuni.

Penyaluran bantuan berupa sembako dan nutrisi tambahan itu disaksikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sidrap, Muhammad Iqbal, Sekretaris Dinas Sosial, Hj. Nurhidayah, serta camat masing-masing.

Ada empat kecamatan yang didatangi langsung, yakni Tellu Limpoe, Baranti, Panca Rijang dan Kulo.

Muhammad Iqbal mewakili Pemerintah Kabupaten Sidrap mengapresiasi bantuan dari Kementerian Sosial tersebut.

“Terima kasih atas perhatian Kementerian Sosial bagi masyarakat Sidrap yang tertimpa bencana beberapa waktu lalu. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi penerima,” katanya.(win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Apresiasi Panen Perdana 6 Ton Ikan Nila BUMDes Mabonta, Siap Dikembangkan Jadi Wisata Kuliner

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wisata Bahari Desa Mabonta, Kecamatan Burau, mencatat keberhasilan pada panen perdana budidaya ikan nila dengan menghasilkan sekitar 6 ton ikan dari tambak seluas satu hektare. Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat menghadiri panen perdana, Jumat (26/6/2026).

Panen tersebut merupakan hasil budidaya 40.000 bibit ikan nila yang ditebar beberapa bulan sebelumnya. Dari jumlah itu, tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai sekitar 60 persen, sehingga menghasilkan sekitar enam ton ikan siap panen.

Keberhasilan budidaya itu juga diikuti dengan tingginya minat pasar. Pada hari pertama panen, sekitar 2 ton ikan nila langsung terjual kepada para pembeli, menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan bagi pengelolaan usaha desa tersebut.

Bupati Irwan Bachri Syam mengapresiasi pemerintah desa, pengelola BUMDes, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mengembangkan sektor perikanan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini menjadi awal yang baik. Hasil panennya sudah ada, pasarnya juga sudah ada. Tinggal bagaimana kita terus meningkatkan pengelolaannya agar manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat,” ujar Irwan.

Menurutnya, keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi desa melalui BUMDes mampu menciptakan peluang usaha sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Kuliner

Selain sebagai kawasan budidaya perikanan, Bupati Irwan melihat tambak ikan di Desa Mabonta memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis kuliner.

Konsep tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah terhadap hasil budidaya ikan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

“Ke depan, kawasan ini bisa dikembangkan menjadi tempat makan. Masyarakat dapat menikmati ikan segar langsung dari tambak, sehingga memberikan nilai tambah bagi BUMDes dan membuka peluang usaha baru bagi warga,” tuturnya.

Pengembangan kawasan berbasis perikanan dan wisata kuliner diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung, memperluas pemasaran produk lokal, serta meningkatkan pendapatan asli desa melalui pengelolaan BUMDes.

Dorong Penguatan Ekonomi Desa

Bupati berharap keberhasilan panen perdana BUMDes Wisata Bahari Desa Mabonta dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Luwu Timur untuk terus mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki.

Menurutnya, BUMDes memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi desa melalui pengembangan sektor unggulan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pengelolaan yang profesional, serta keterlibatan aktif masyarakat, BUMDes diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan warga, dan memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Continue Reading

Trending