Connect with us

SAR Unhas Turunkan Tim Bantu Evakuasi Banjir di Kota Pare-Pare  

Published

on

Kitasulsel, Makassar-–Banjir di Kota Parepare, terjadi pada Rabu malam. Air merendam sejumlah titik akibat hujan lebat sejak sore.

Saat bersamaan, air laut pasang, mengakibatkan air mengalir deras merendam hingga jalan poros dan pemukiman warga. Kondisi itu, terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Baccuki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Kronologis kejadian, Pada Rabu (1/2/23) sekitar pukul 17.30 wita hujan deras terjadi di Kota Pare-Pare mengakibatkan luapan air di sejumlah wilayah dan terjadi tanah longsor.

Olehnya itu SAR Unhas menurunkan Sru, Tiara Erdita SAR 5373121-UH (Dansru), Muh. Diam Arisan di SAR 5062818-UH, Afrisam SAR 5383121-UH, Rostika Salenda Paseleng SAR 5413121-UH, Fadillah Nur Azizah SAR 5433221-UH.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap Dorong Percepatan Pembangunan Irigasi Amparita–Wettee untuk Layani 890 Hektare Sawah

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, meminta percepatan kelanjutan pembangunan Irigasi Amparita–Wettee yang akan melayani kebutuhan pengairan sekitar 890 hektare lahan pertanian di Kecamatan Tellu Limpoe dan Kecamatan Panca Lautang.

Permintaan tersebut disampaikan Syaharuddin saat menerima audiensi jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jalan Daeng Lanto Pasewang, Rabu (24/6/2026).

Audiensi tersebut dipimpin Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi IV BBWS Pompengan Jeneberang, Datu Karaeng Raja, dengan agenda membahas kelanjutan pembangunan serta rencana rehabilitasi jaringan irigasi guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan program swasembada pangan.

“Irigasi Amparita–Wettee ini vital untuk petani Sidrap. Kerja sama tim diperkuat supaya pengerjaan ini tidak lambat, cepat prosesnya. Kalau ada kendala di lapangan langsung dilaporkan, langsung diselesaikan di tempat. Jangan sampai pekerjaan mangkrak karena miskomunikasi,” tegas Syaharuddin.

Menurutnya, proyek irigasi tersebut memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Sidrap. Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi yang intensif antara pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek agar pekerjaan dapat berjalan sesuai target.

Syaharuddin juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk mendukung penuh pelaksanaan pembangunan irigasi tersebut, termasuk dalam penyelesaian berbagai kendala yang mungkin muncul selama proses pekerjaan berlangsung.

Sementara itu, PPK Irigasi IV BBWS Pompengan Jeneberang, Datu Karaeng Raja, menjelaskan bahwa kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi Amparita–Wettee ditujukan untuk meningkatkan layanan pengairan bagi lahan pertanian seluas 890 hektare yang berada di Kecamatan Tellu Limpoe dan Kecamatan Panca Lautang.

Ia menilai dukungan Pemerintah Kabupaten Sidrap menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Sinergi antara pemerintah pusat melalui BBWS dan Pemerintah Kabupaten Sidrap sangat diperlukan agar manfaat irigasi ini dapat segera dirasakan petani,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sidrap didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sidrap, Andi Safari Renata, serta Kepala Bidang Bina Manfaat Dinas PSDA, Abdul Rahman.

Dengan percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan Irigasi Amparita–Wettee, diharapkan pasokan air untuk lahan pertanian di wilayah Tellu Limpoe dan Panca Lautang semakin optimal, sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung target swasembada pangan di Kabupaten Sidrap.

Continue Reading

Trending