Connect with us

SAR Unhas Turunkan Tim Bantu Evakuasi Banjir di Kota Pare-Pare  

Published

on

Kitasulsel, Makassar-–Banjir di Kota Parepare, terjadi pada Rabu malam. Air merendam sejumlah titik akibat hujan lebat sejak sore.

Saat bersamaan, air laut pasang, mengakibatkan air mengalir deras merendam hingga jalan poros dan pemukiman warga. Kondisi itu, terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Baccuki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Kronologis kejadian, Pada Rabu (1/2/23) sekitar pukul 17.30 wita hujan deras terjadi di Kota Pare-Pare mengakibatkan luapan air di sejumlah wilayah dan terjadi tanah longsor.

Olehnya itu SAR Unhas menurunkan Sru, Tiara Erdita SAR 5373121-UH (Dansru), Muh. Diam Arisan di SAR 5062818-UH, Afrisam SAR 5383121-UH, Rostika Salenda Paseleng SAR 5413121-UH, Fadillah Nur Azizah SAR 5433221-UH.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kabupaten Sidrap

Belum Lama Dikerja, Duiker Dekat Monumen Ganggawa Sudah Rusak

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Bangunan duiker yang berada di dekat Monumen Ganggawa atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pantai Kering (Pangker), Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Padahal, duiker tersebut diketahui baru saja selesai dikerjakan. Kondisi plat duiker terlihat mengalami keretakan serta pengelupasan di beberapa bagian.

Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.

Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tidak segera mendapat penanganan.

“Kami mempertanyakan kualitas proyek itu. Masak baru selesai dikerja sudah rusak. Ini proyek yang diduga dikerjakan oleh rekanan menggunakan anggaran Dinas PU Sidrap tahun 2025,” ujar salah seorang warga, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, proyek infrastruktur seharusnya memiliki kualitas yang baik dan dapat bertahan lama, mengingat anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sidrap, Abdul Rasyid, belum memberikan tanggapan terkait kondisi duiker tersebut. Saat dikonfirmasi, ia hanya memberikan jawaban singkat.

“Ya, lagi rapat dulu, nanti saya suruh pak kabid bina marga kesana liatki untuk diperbaiki karena masih adaji pemeliharaannya,” katanya.

Warga berharap pihak terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta memperbaiki kerusakan yang ada.

Mereka juga meminta agar kualitas pekerjaan proyek infrastruktur ke depan lebih diawasi secara ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)

Continue Reading

Trending