Connect with us

Gelar Apel Pagi, Camat Rappocini Sampaikan 3 Poin Penting

Published

on

Kitasulsel, Makassar–-Pelaksanaan Apel Pagi Kecamatan Rappocini Kota Makassar yang rutin dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Rappocini di Jl. Teduh Bersinar No. 9 Makassar, Senin (06/02/2023).

Bertindak sebagai Pembina Apel Camat Rappocini M. Aminuddin, S.Sos., M.AP dan dihadiri oleh seluruh pegawai ASN dan Laskar Pelangi Lingkup Pemerintahan Kecamatan Rappocini.

Dalam Sambutannya, Aminuddin menyampaikan 3 Poin penting dalam apel yaitu mengenai,

1. Disiplin

Dengan sikap disiplin akan membuat aktifitias kita dapat terorganisir dan terstruktur dengan baik. Adapun 3 sikap disiplin yang harus dimilik oleh ASN dan Laskar Pelangi yaitu disiplin waktu, disiplin pakaian dan disiplin pengelolaan keuangan.

2. Pelayanan

Pelayanan terhadap warga masyarakat harus sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pelayanan Publik secara profesinal dan tertib adminsitras, sehingga tidak ada keluhan masyarakat di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan.

3. Sukseskan Program Pemerintah Kota Makassar

Sebentar para Lurah se-Kota Makassar akan dikumpulkan untuk menerima bimbingan teknis pelaksanaan dan penyaluran komuditas Pasar Murah, jadi seluruh Kelurahan se-Kota Makassar akan melaksanakan Pasar Murah di Kontainer Makassar Recover masing-masing dalam rangka menekan inflasi.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending